22 September 2013

CONTOH PROPOSAL TESIS



KEEFEKTIFAN PELAYANAN YAYASAN MITRA PENGEMBANGAN DESA  DALAM MEMBERDAYAKAN JEMAAT PEDESAAN
( Studi Kasus di Desa Sindangjaya dan desa Kertajaya)
Sebaiknya diberi periodesasi dari tahun berapa sampai tahun berapa. Coba pertimbangkan apakah kata KEEFEKTIFAN perlu dimasukkan? Kalau saran saya, ditiadakan saja, karena sudah tertampung dalam: Studi Kasus....
TESIS
Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan dan Memenuhi
Tugas Akademik untuk Mencapai Gelar
MAGISTER OF TEOLOGI (M.Th)
Dalam Bidang Misi dan Penginjilan
Oleh:
ADRIANUS
09 21 5763
Description: Description: logo stat                                                



SEKOLAH TINGGI ALKITAB TIRANUS
BANDUNG
 2013


BAB I
PENDAHULUAN

            Bab pendahuluan ini membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, tesis, ruang lingkup penelitian, metode dan prosedur penelitian, manfaat penelitian dan penulisan, penjelasan istilah, sistematika penulisan.
Latar Belakang Masalah
Secara umum lembaga swadaya masyarakat (LSM) dapat diartikan sebagai suatu organisasi yang didirikan oleh perorangan atau sekelompok orang yang secara sukarela memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Keberadaan LSM yang beroperasi di Indonesia saat ini diperkirakan lebih dari 10.000, baik ditingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, di mana dari tahun ke tahun jumlah ini semakin bertambah[1]. Bergulirnya era reformasi turut mempengaruhi pertumbuhan LSM.Jika pada tahun 1997 ditaksir ada sekitar 4000-7000 LMS, maka pada tahun 2002 jumlah LSM menurut Departemen Dalam Negeri menjadi sekitar 13.500 LSM[2].Dengan dimulainya era kebebasan, organisasi-organisasi social politik termasuk LSM, baik yang berasaskan Kristen maupun non Kristen tumbuh dengan subur.Menurut Budi Setyono, LSM merupakan lembaga/organisasi non partisan yang berbasis pada gerakan moral (moral force) yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan politik. LSM dipandang mempunyai peran signifikan dalam proses demokratisasi. Jenis organisasi ini diyakini memiliki fungsi dan karakteristik khusus dan berbeda dengan organisasi pada sektor politik-pemerintah maupun swasta (private sector), sehingga mampu menjalankan tugas tertentu yang tidak dapat dilaksanakan oleh organisasi pada dua sektor tersebut[3].
Berbeda dengan organisasi politik yang berorientasi kekuasaan dan swasta yang berorientasi komersial, secara konsepsional, LSM memiliki karakteristik yang bercirikan: nonpartisan, tidak mencari keuntungan ekonomi, bersifat sukarela, dan bersendi pada gerakan moral. Ciri-ciri ini menjadikan LSM dapat bergerak secara luwes tanpa dibatasi oleh ikatan-ikatan motif politik dan ekonomi.Ciri-ciri LSM tersebut juga membuat LSM dapat menyuarakan aspirasi dan melayani kepentingan masyarakat yang tidak begitu diperhatikan oleh sector politik dan swasta.
            Berawal dari  kondisi bangsa yang memprihatinkan, seharusnya LSM dapat mengambil peran untuk memperbaiki kondisi yang ada. Meskipun dari sisi kuantitatif jumlah LSM di Indonesia relative besar, namun berdasarkan pengamatan dilapangan belum tampak adanya kontribusi yang signifikan dari usaha-usaha yang telah dilakukan oleh LSM.Berbagai problematika yang melibatkan LSM-LSM di Indonesia ini bisa saja memunculkan degradasi kepercayaan publik, karena sesungguhnya banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh LSM baik internal maupun eksternal.Dari sisi internal misalnya inefesiensi manajemen, pertikaian antar aktivis, transparansi dan sebagainya. Selain itu masalah sumber dana merupakan tantangan utama yang harus dihadapi LSM, dan sudah terlihat ditingkat nasional bahwa ada LSM yang memilih merubah arah ideologis sesuai dengan penyandang dananya. Profesionalisme LSM juga patut dipertanyakan karena sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak LSM yang tidak memiliki kantor dan sekretariat tetap yang jelas. Belum lagi standar gaji yang minimalis, sehingga banyak kalangan LSM yang memilih berkompromi dengan pemerintah ketika peluang politik tersedia.Mereka umumnya membuat agenda-agenda yang diklaim merepresentasikan masyarakat, namun ketika muncul godaan dari pembuat kebijakan mereka dapat dengan mudah meninggalkan masyarakat.
Uraian di atas, disimpan utnuk bahan pembahasan di Bab 2 saja.    
Sebaiknya latar belakang masalah dimulai di sini, namun harus focus pada Yayasan yang hendak diteliti. Misalnya, menurut pra-penelitian, masalah-masalah apa nyang terjadi di yayasan tersebut. Contoh, tata bkelola organisasi,  keuangan, dll. Hal ini harus bertolak bdari pengatakan, penelitian terhadap Anggaran dasar dan Anggaran Rumah tangga. Dan juga dampak dari tata kelola yang tidak sesuai AD/ART.
Di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis multidimensional, patutlah bersyukur dengan kehadiran lembaga-lembaga pelayanan kristiani, setidaknya turut memberikan sumbangsih dalam mewujudkan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.Namun tidak jauh berbeda dengan lembaga-lembaga non-Kristen, berdasarkan pengamatan dilapangan belum tampak adanya kontribusi yang signifikan dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Beberapa penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan LSM Kristiani yang penulis amati dan temui dilapangan.Misalnya, ada lembaga kristiani yang mencari dana dengan tujuan membangun tempat rehabilitasi, namun setelah dananya ada, dana tersebut digunakan untuk membangun rumah pribadi. Ada yang mendapat sumbangan dari pemerintah, tetapi dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi. Ada lembaga yang aktif mencari daerah-daerah yang miskin untuk dijadikan objek pencariandana, tetapi dana yang diperoleh tidak pernah menyentuh daerah tersebut. Ada lembaga yang pelayananya telah dicemarkan oleh pola dan prinsip-prinsip dunia, pengaruh dunia lebih menguasai dibanding pengaruh rohani. Akibatnya muncul sikap saling menjatuhkan demi jabatan, yang pada akhirnya  membawa pada perselisihan, perpecahan dan kehancuran. Muncul pertanyaan, mengapa?Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebabnya.Apabila  ditinjau dari segi teologis, apakah pendiriannya sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab? Dan jika ditinjau dari segi ekonomi apakah sudah menjalankan fungsinya dengan baik dan benar untuk mencapai tujuannya yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat atau apakah kegiatannya membawa pengaruh terhadap tingkat perekonomian masyarakat.Kondisi ini sejalan dengan istilah yang diangkat oleh Indra J. Piliang yang menggambarkan kondisi LSM yang carut-marut, sehingga diperlukan adanya evaluasi atas kinerja LSM[4].Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keefektifan pelayanan  Yayasan Mitra Pengembangan Desa sebagai salah satu LSM yang bergerak  dalam memberdayakan jemaat  pedesaan, khususnya di desa Sindangjaya dan Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.
Sekali lagi, sebaiknya  lebih focus kepada hal-hal yang diduga menimbulkan masalah, disertai contoh konkrit.
Rumusan Masalah
Setelah memperhatikan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan masalah pokok dalam penelitian ini yaitu: Apakah pelayanan yang dilakukan oleh Yayasan Mitra Pengembangan Desa sudah efektif (ada efeknya) baik secara teologis maupun secara ekonomis. Berarti latar belakang masalah harus bertolak dari hal-hal yang dianggap sebagai penyebab ketidakefektifan Yayasan. Fakto penyebab, belum terungkap/belum dipaparkan dalam latar belakang masalah.
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, penulis membagi dalam tiga pertanyaan penelitian, yaitu:
1.      Bagaimana prinsip-prinsip pelayanan yang Alkitabiah?
2.      Bagaimanakah kondisi jemaat yang ada di desa Sindangjaya dan desa Kertajaya di tinjau dari segi Teologis dan ekonomis? Tidak tampak di judul maupun dalam penjelasan latar belakang masalah.
3.      Bagaimana UpayaYayasan Mitra Pengembangan Desa dalam melakukan pelayanan pemberdayaan jemaat pedesaan dari sudut teologis dan ekonomis?
4.      Sejauh mana keefektifan pelayanan Yayasan Mitra Pengembangan Desa dalam melakukan pemberdayaan jemaat pedesaan ditinjau dari sudut teologis dan ekonomis?
Perlu ada pertanyaan tentang apa yang sudah dikerjakan oleh Yayasan mulai tahun ….sampai tahun….. Tujuannya untuk tahu apakah efektif atau tidak. Juga harus ada alat ukur tentang efekti atau tidak efektif. Apakah alat ukurnya adalah program? AD/ART? Atau….?
Tujuan Penelitian
            Tujuan penelitian ini adalah: pertama, untuk menjelaskan prinsip-prinsip pelayanan yang alkitabiah. Kedua, untuk menjelaskan kondisi jemaat yang ada di desa Sindangjaya dan Kertajaya.Ketiga, untuk menjelaskan upaya yang dilakuakan Yayasan Mitra Pengembangan Desa dalam dalam melakukan pemberdayaan jemaat pedesaan. Keempat,untukmemaparkan tingkat keefektifan pelayanan Yayasan Mitra Pengembangan Desa ditinjau dari sudut pandang teologis maupun ekonomis.
Karena ada pertanyaan mengenai jemaat, maka perlu dijelaskan dalam latar belakang masalah tentang jemaat. Sebab judul tesis hanya mengacu kepada Yayasan.
Tesis
Pelayanan Yayasan Mitra Pengembangan Desa akanefektif apabila di dibangun secara holistic (secara utuh baik dalam hal teologis maupun ekonomis).

Ruang Lingkup Penelitian
Melihat cukup banyak dan luasnya permasalahan yang berkait pelayanan pedesaan yang dilakukan oleh Yayasan Mitra Pengembangan Desa, maka di dalam penelitian ini penulis akan membatasinya dalam hal pelayanan yang dilakukan Yayasan Mitra Pengembangan Desa melalui Sekolah Tinggi Teologi Studi Alkitab untuk Pengembangan Pedesaan Indonesia STT SAPPI),  di desa Sidangjaya dan Desa Kertajaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.


Metode dan Prosedur Penelitian
           
Apa jenis penelitiannya? Kualitatif atau kuantitatif? Seharusnya kualitatif. Dari sinilah metode bisa dipertimbangkan. Sebab metode adalah kendaraan yg akan ditumpangi untuk memperoleh data. Harus pilih kendaraan yang tepat, sesuai jenis penelitian. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif (descriptive research) yaitu penelitian untuk mendeskripsikan suatu situasi atau area populasi tertentu yang bersifat faktual secara sistematis dan akurat.Tujuan penelitian deskriptif adalah mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat ini (Danim, 2005:41).Penelitian ini menggunakan dua sumber yaitu perpustakaan dan hasil penelitian lapangan.Perpustakaaan yaitu bahan-bahan literatur, baik berupa buku-buku teologia, dokumen-dokumen lembaga pelayanan kristiani, maupun buku-buku umum.
            Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara dan angket  untuk mengetahuiprinsip-prinsip yang diterapkan didalam pelayanan lembaga kristiani. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in-dept interview) yaitu proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan caratanya jawab sambil bertatap muka dengan orang yang diwawancarai.Wawancara akan menolong untuk mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap langsung dari sumbernya, dan untuk memperjelas informasi atau data yang masih “kabur.”Selain wawancara data juga diperoleh dari dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan cara meminta data yang sudah ada sebelumnya (Djarwanto, 1990:23).Angket atau kuisioner adalah seperangkat penyataan atau pertanyaan tertulis dalam lembaran kertas atau sejenisnya dan disampaikan kepada responden penelitian untuk diisi olehnya tanpa intervensidari peneliti atau pihak lain (Danim, 2005:138).Pengumpulan data dengan angket yaitu memberikan instrument angket kepada responden. Instrument angket meliputi pertanyaan tentang standard an prinsip-prinsip pelayanan yang dilakukan oleh lembaga pelayanan kristiani baik dari sudut pandang teologis maupun ekonomis.
            Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yaitu hasil penelitian beserta analisisnya diuraikan dalam suatu tulisan ilmiah yang berbentuk narasi, kemudian dari analisa yang telah dilakukan diambil suatu kesimpulan.

Manfaat Penelitian dan Penulisan
Ada dua manfaat, yakni manfaat teoritis dan manfaat praktis. Teoritis maksudnya bermanfaat bagi bbidang misi. Sedangkan praktis mengacu kepada manfaat untuk pelayanan dan untuk penulis sendiri.  
Harapan penulis penelitian ini akan bermanfaat bagi: (1) penulis sendiri, penelitian ini akan menambah wawasan dan juga menolong untuk memahamiprinsip-prinsip pelayanan lembaga kristiani yang membawa pengaruh. (2) Untuk menemukan prinsip-prinsip pelaksanaan lembaga pelayanan  kristiani, dan memberi jawaban terhadap prinsip Alkitabih dalam membangun sebuah lembaga pelayanan. (3) Penelitian ini akan menambah karya ilmiah bagi jurusan misi dan penginjilan yang akan berguna bagi pembaca yang akan meneliti hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan yang dilakukan oleh lembaga kristiani. (4) Penelitian ini diharapkan akan bermanfaat untuk membuka wacana penelitian lebih lanjut terutama kajian tentang Lembaga Swadaya Masyarakat secara umum dan khususnya LSM yang bergerak dalam pelayanan pedesaan, dalam mengkaji strategi lebih lanjut guna mewujudkan masyarakat yang lebih baik dalam konteks masyarakat pedesaan.

Penjelasan Istilah
Keefektifanberasal dari kata dasar efektif yang artinya ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), (KBBI, 2003:595).Jadi kefektifan adalah keadaan yang berpengaruh.Pelayanan adalah perihal atau cara melayani. Lembaga adalah badan (organisasi) yg tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha.Lembaga kristiani adalah badan atau organisasi yang memiliki tujuan untuk melakukan suatu usaha yang bersifat atau berciri Kristen.Teologis adalah berhubungan dengan teologi; berdasar pada teologi, berdasarkan pada Kitab Suci.Ekonomis adalah pengaruh suatu penyelenggaraan kegiatan terhadap perekonomian;
Penjelasan istilah maksudnya menjelaskan makna khusus dari istilah-istilah yang digunakan dalam judul tesis. Jika istilah yang digunakan tidak ada makna khusus, maka tidak perlu ada penjelasan istilah. Dengan kata lain, penjelasan istilah tidak sama dengan pembuatan kamus mini. Penjelasan istilah berkenaan dengan maksud penulis dalam menggunakan istilah-istilah pada judul tesis, atau istilah yang menjadi kata kunci dalam tesis.
Sistematika Penulisan
Sistematika sifatnya sementara. Nanti kalau tesis sudah rampaung, maka dengan sendirinya sistematika baku dapat dibuat. Artinya yang ada ini sifatnya sementara agar menjadi penduan.
Tulisan ini akan disusun dalam sistematika sebagai berikut:
I.       Bab I Pendahuluan. Dalam bagian ini penulis membahas tentang latar belakang pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan penulisan, pembatasan masalah, dan sistematika penulisan.
II.    Bab II Membahas tentang prinsip-prinsip pelayanan yang Alkitabiah.
III. Bab III Membahas kondisi jemaat di desa Sindangjaya dan desa Kertajaya dan upaya yang dilakukan Yayasan Mitra Pengembangan Desa dalam memberdayakan jemaat pedesaan di tinjau  dari sudut teologis maupun ekonomis.
IV. Bab IV  Menganalisa pelayanan Yayasan Mitra Pengembangan Desa (secara Teologis dan Ekonomis)
V.    Bab V Kesimpulan dan Saran (Teologis dan Ekonomis)
Demikianlah catatan saya. Harap diperbaiki, dipertajam latar belakang masalahnya.
                                               
Tolong baca buku-buku penelitian kualitatif, misalnya bukunya Prof. Sugoyono, Moleong dll. Baca juga buku2 Gorys Keraf: Komposisi, Arumentasi dan Narasi, Gaya dan Diksi. Tiga buku ini menolong dalam membuat paragraph, dan ide-ide yang logis dan sistemati.
Selamat berjuang. Tuhan yesus memberkati.
Saya mohon maaf, karena kesibukan mengajar Medio sehingga terlambat mengembalikannya. Terima kasih  atas pengertiannya.
Selamat melayani, Tuhan yesus memberkati.
Shalom,


[1]Muhammad AS Hikam, Demokrasi dan Civil Society, LP3ES, Jakarta, 1999, Hal. 6.
[2]Kompas 13 Januari 2003 dalam NGO ditengah Kepungan Kepentingan Global,
http://lafadl.wordpress.com/2006/07/15/ngo-di-tengah-kepungan-kepentingan-global/.
[3]Budi Setiyono, Pengawasan Pemilu oleh LSM, Suara merdeka, 15 oktober 2003
[4]Indra J. Piliang, Otokritik Terhadap LSM, Suara Pembaruan, 15 September 2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seseorang di segani dan di hormati bukan karena apa yang di perolehnya, Melainkan apa yang telah di berikannya. Tak berhasil bukan karena gagal tapi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mencoba lagi menjadi suatu keberhasilan hanya orang gagal yang merasa dirinya selalu berhasil dan tak mau belajar dari kegagalan

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

My Blog List

Komentar