Tampilkan postingan dengan label Entreprenur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entreprenur. Tampilkan semua postingan

12 Juni 2014

HASIL PENGAMATAN TERHADAP SOSOK ENTREPRENEUR

P E N D A H U L U A N.
Bicara mengenai entrepreneur, hal itu sangat erat, kaitannya dengan
pengusaha. Seorang yang berjiwa entrepreneur adalah orang yang tidak
perna berharap untuk pensiun. Karena orang seperti itu, selalu
mempunyai keinginan yang sangat besar dan kuat dalam hidupnya, bahwa
selama hidup ia harus mengisinya dengan karya-karya. Dengan kata lain
bahwa seorang entrepreneur sangat menghargai waktu dan menggunakannya
dengan efektif. Seorang entrepreneur adalah seorang yang selalu
mencari peluang-peluang baru untuk mencapai kemajuan. Karena itu
seorang entrepreneur, selalu berusaha memaksimalkan seluruh potensi
yang ada dalam dirinya untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan. Bagi
seorang entrepreneur kesuksesan bukanlah alasan untuk merasa bahwa
tugas sudah selesai. Seorang entrepreneur, memandang keberhasilan itu
sebagai motivasi tambahan untuk memikirkan kembali metode-metode,
mempersiakan hidupnya kembali menghadapi resiko-resiko, karena jika
tidak, hal itu merupakan kerugian yang besar baginya.
PROFIl SEORANG ENTREPRENEUR.
Didalam komunitas bisnis, seorang entrepreneur seringkali
didefinisikan sebagai seorang "perantara perubahan," "seseorang yang
memberi nilai tambah," "Seseorang yang memiliki kreativitas dan
antusiasme," dan "seorang yang senang mengambil resiko." Entrepreneur
sering juga disebut sebagai seorang pemimpi. Dimana orang itu memiliki
semangat memanfaatkan imajinasi, komitmen, antusiasme, ketekunan,
integritas, kerja tim, dan visi untuk mewujudkan mimpi. Seorang
entrepreneur adalah seorang yang merasa tidak puas dengan kondisi yang
ada dan menolak untuk berdiam diri. Seorang entrepreneur sejati tidak
selalu hanya memikirkan uang, namun memanfaatkan ketrampilan dan
keahlian dan pengetahuan seta antusiasmenya untuk membuat kehidupan
ini menjadi lebih baik bagi orang lain. Seorang entrepreneur adalah
orang yang menemukan posisinya, memanfaatkan peluang, serta memberikan
nilai tambah kepada komunitas.
HASIL PENGAMATAN TERHADAP SEORANG ENTREPRENEUR.
Adapun yang menjadi objek pengamatan adalah seorang jemaat yang telah
menjadi entrepreneur sekalipun sebagai entrepreneur belum terlalu
lama, namun dari hasil pengamatan yang selama ini sejak orang itu
memulai kegiatan usahanya dapat dikatakan bahwa dia telah mengalami
keberhasilan atau kesuksesan. Karena itu, orang tersebut dijadikan
sebagai objek pengamatan dalam rangka penulisan tugas mata kuliah
entrepreneur ini. Entrepreneneur itu bernama : WILLY Orang itu, ia
hanya seorang tamatan SMA, kemudian ia bekerja pada suatu perusahan
sebagai seorang marketing, akan tetapi setelah sekian lama berkerja
maka muncul niatnya untuk berusaha sendiri. Dan untuk memulai usahanya
tersebut, hal itu menjadi pergumulan baginya. Akan tetapi ia menyadari
bahwa segala sesuatu harus diawali dengan bertanyakan Tuhan, sehingga
ia menemui hamba Tuhan dan menyampaikan maksudnya, dan oleh hamba
Tuhan memberikan berbagai pertimbangan dan nasehat, maka orang itu
memutuskan untuk memulai usahanya. Dari pengamatan yang dilakukan oleh
penulis bahwa usahanya yang dimulai kecil-kecilan, berkat pertolongan
Tuhan hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama sampai pada saati ini
omset penjualannya semakin mengalami peningkatan. Penulis adalah
gembalanya, jadi peningkatan usahanya itu terpantau melalui milik
Tuhan yang dikembalikannya setiap bulan.
Melalui pengamatan yang penulis lakukan kepada entrepreneur tersebut,
beberapa karakter yang terlihat pada pribadinya. Sebagaimana dapat
penulis sebutkan dibawah ini:
1. Berani mengambil resiko. Dengan gajinya yang sudah lumayan besar,
untuk mencukupi kebutuhan keluarganya yang masih kecil sudah sangat
cukup, akan tetapi ia berani tinggalkan dan memulai usaha
kecil-kecilan yang belum tentu berhasil.
2. Ia seorang yang tekun. Dengan ketekunan yang dia miliki usahanya
sedikit demi sedikit mengalami peningkatan sehingga omsetnya sekarang
telah bergerak diatas ratusan juta rupiah.
3. Ia seorang yang jujur. Dalam menjual produk-produk , ia berterus
terang kepada pelanggannya bahwa keuntungan yang diambilnya dalam
setiap produk prosentasi yang diambilnya tidak terlalu membebani
pelanggan. Bahkan kejujuranya telihat pada saat meberikan milik Tuhan.
4. Ia seorang yang toleran. Maksudnya ia tidak cepat marah bilah
melihat ada kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya,
tetapi ia justru menasehati dengan menunjukkan solusi kepada
karyawannya itu.
5. Ia suka mendengar nasehat dari para entrepreneur yang sudah lebih
banyak pengalaman dalam hal bisnis, dan ia menerapkannya dalam
kegiatan usahanya.
Sebagai kelebihan dari entrepreneur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Ia seorang yang rendah hati.
2. Ia seorang setia dalam beribadah kepada Tuhan.
3. Ia seorang yang berjiwa sosial.
4. Ia seorang yang mau melayani Tuhan tanpa memilih-milih jenis pelayan
Karakter dari entrepreneur tersebut diatas, tidak semuanya terdapat
pada seseorang yang bukan entrepreneur.
Akhirnya sesuai pengalaman yang penulis terapkan dalam pelayanan,
karakter dari entrepreneur tersebut dimliki oleh juga oleh penulis.
Apalagi penulis menyadari sebagai gembala sidang semangat entrepreneur
sangat perlu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Karena Tuhan Yesus
Kristus, Dia adalah entrepreneur yang sejati. Jadi Tuhan Yesus Kristus
adalah teladan entrepreneur yang sejati.

Dasar-Dasar Kewirausahaan

Seorang wirausaha adalah seorang yang menciptakan bisnis baru
dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan
dan pertumbuhan yang signifikan dengan cara mengindentifikasi peluang
dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga
sumber-sumber daya tersebut dapat dikapitalisasikan. Proses
entrepreneurial sebagai proses dalam mengupayakan sebuah usaha baru,
baik itu berupa produk baru yang akan diluncurkan ke dalam pasar,
memasuki pasar baru bagi produk yang telah ada saat ini, dan atau
penciptaan organisasi baru
Kewirausahaan adalah sebuah proses disiplin dan sistematis dalam
menerapkan kreativitas dan inovasi terhadap kebutuhan, problem, dan
peluang pasar Bagaimana seorang wirausahawan mengatasi permasalahan
pelanggan dan memanfaatkan peluang dengan cara melahirkan dan atau
memodifikasi bentuk produk maupun jasa.
Fungsi paling kritis yang dilakukan oleh para pemimpin perusahaan
untuk bisnisnya adalah menentukan dan mengelola strategi dan
perencanaan strategis. Oleh karena itu pemimpin perusahaan harus dapat
menciptakan stretegi yang efektif, dalam arti bahwa strategi tersebut
dapat mendorong terjadinya keselarasan antara perusahaan dengan
lingkungannya dan juga dengan pencapaian tujuan strategisnya
Dalam ilmu manajemen, penyusunan rencana bisnis (business plain)
merupakan bagian dari perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis merupakan
pekerjaan yang harus segera dilaksanakan dan menjadi komitmen bersama.
Sebelum rencana bisnis disusun, wirausaha terlebih dahulu melaksanakan
analisis kelayakan bisnis, untuk memastikan apakah bisnis yang akan
dijalankan dapat berkembang dan sukses. Analisis kelayakan bisnis dan
penyusunan rencana bisnis merupakan dua hal yang berkaitan dan menjadi
salah satu factor krusial yang menentukan keberhasilan usaha.
Bagi wirausaha penting untuk menentukan bentuk kepemilikan bisnis
sebelum memulai usaha. Hal ini tidak cuma menyangkut permodalan dan
banyaknya pihak yang terlibat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan
usaha dalam jangka panjang. Di samping bentuk kepemilikan bisnis,
seorang wirausaha juga patut memahami berbagai perijinan yang harus
dipenuhi agar usaha yang dijalankan memenuhi ketentuan yang berlaku
sehingga wirausaha dapat menjalankan usahanya dengan tenang.
Pemasarn merupakan proses penciptaan dan penyampaian barang dan
jasa yang diinginkan kepada pelanggan. Pemasaran entrepreneurial
adalah sebuah fungsi organisasi dan sekelompok proses untuk
menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada
pelanggan dan untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dalam cara
yang menguntungkan organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan
serta berkarakter inivatif, pengambilan resiko, proaktif, dan
berkinerja tanpa sumber daya yang kini dikendalikan.
Sumber: Dasar-Dasar Kerirausahaan Teori dan Praktik. Franky Slamet,
Hetty Karunia, Mei Le. Penerbit PT Indeks Jakarta, 2014

Sosok Entrepreneur yang Sukses

Di pelayanan kami, di Banjaran, ada seorang anak Tuhan yang sukses
dalam berbisnis elektronik. Bapak ini namanya Ashen, merantau ke
Bandung, dia asal Bangka. Waktu datang ke Bandung umur 17 tahun, ikut
kokonya, yang berjualan biskuit dan di ederkan ke kampung-kampung.
Pada awal tahun 1990 ia mandiri, dengan berjualan kelontongan, sembako
dan biskuit di Banjaran, diedarkan juga ke kampung-kampung. Selama 4
tahun usaha ini tidak ada kemajuan, dia melihat temannya yang dagang
elektronik di Soreang maju. Dia mengikuti jejak temannya, usahanya di
Banjaran, dengna modal yang ada padanya Pada waktu itu ,jualan
elektronik bisa untung 50%, usaha ini terus berkembang.
Waktu awal bisnis elektornik, kontraknya sempit, dan pindah yang
agak besar dekat pasar. Karena keuletan bapak ini, akhirnya bisa
membeli tempat. Selain elektronik, buka usaha toko mebel dan maju. Di
Bandung juga buka toko elektronik, ada 2 tokonya, satu tempat sudah
dibeli dan yang satunya masih kontrak. Di Banjaran bapak ini memiliki
1 rumah, 5 toko, 1 gudang, 2 toko elektronik masih kontrak dan di
Bandung mempunyai rumah sendiri, Soreang 1 toko serta Ciwiday 1.
Dengan kemajuan bisnisnya bisa pinjam di Bank untuk kelancaran
usahanya.
Bapak ini bisa melihat perubahan trend yang terjadi, dari jualan
kelontongan, sembako dan biscuit pindah ke elektronik, yang pada waktu
itu belum ada yang jualan elektronik di Banjaran. Karakteristik
entrepreneur pada bapak ini ada, sehingga bisa menguasai kota
Banjaran,.mempunyai karyawan 38 orang. Dorongan yang kuat untuk
berperestasi, inisiatif dan tanggungjawab,pengambilan keputusan,
komitmen total dan keuletan hati, pengambilan resiko yang
terkalkulasi.
Di dalam jemaat ada beberapa orang yang memiliki karakter
tersebut, yang bukan entrepreneur. Bagi saya sendiri tidak memiliki
karakter entrepreneur, karena karakteristik itu tidak ada pada saya.

Primi Sri Anjani Assa
Stady Club Bandung.

BUSINESS FOR THE GLORY OF GOD(WAYNE GRUDEM) | DESSY LIANTANU

Buku ini berisi mengenai hubungan bisnis dan melayani Allah.Penulis
mengungkapkan bahwa banyak aspek kegiatan bisnis memang bersifat baik
secara moral dalam dirinya sendiri.Argumen dari penulis dalam dirinya
sendiri semua itu memuliakan Allah-meskipun berpotensi besar juga
kepada penyalahgunaan dan pelangaran.
Ungkapan "memuliakan Allah " adalah seperti ungkapan gerejawi,bukan
ungkapan gereja di dunia bisnis.Ketika orang mendengar "memuliakan
Allah," mungkin perkataan itu mula-mula mengandung arti ibadah-
menyanyikan pujian dan bersyukur kepada Allah,kemudian penginjilan-
memuliakan Allah dengan bercerita tentang Allah kepada orang
lain.Bahkan perkataan itu mungkin mengandung arti memberi- memuliakan
Allah dengan menyumbangkan uang untuk penginjilan,pembangunan
gereja,dan memenuhi kebutuhan orang miskin.Atau perkataan itu mungkin
berarti hidup bermoral- melakukan tindakan-tindakan yang menghormati
Allah,atau juga hidup beriman- bergantung kepada Allah dalam doa dan
sikap hati kita sehari-hari.Tapi itu semua bukan yang menjadi fokus
dari penulis.Melainkan penulis ingin meninjau bisnis dalam dirinya
sendiri- bukan sekedar bagaimana bisnis dapat memberi sumbangan kepada
pekerjaan gereja.Dalam aspek bisnis ada banyak lapisan kesempatan
untuk memuliakan Allah,dan juga banyak godaan untuk berdosa.
Aspek-aspek bisnis:
1.Kepemilikan
Memiliki barang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan untuk
memuliakan Allah,tetapi juga banyak godaan untuk berdosa.Terkadang
orang memandang semua kepemilikan barang suatu jenis" ketamakan" yang
kotor secara moral.Kepemilikan dapat disalah gunakan ,tetapi
penyimpangan hal yang baik tidak boleh membuat kita berpikir hal itu
sendiri bersifat jahat.Yang harus kita lakukan dengan barang-barang
yang kita miliki adalah dengan menggunakan secara bijak,seperti
memberi sumbangan untuk membantu kegiatan penginjilan dan pengajaran
gereja,atau kita dapat membantu memenuhi kebutuhan orang
lain,khususnya orang miskin( Ibr. 13:16).Kepemilikan memberi kita
banyak kesempatan untuk memuliakan Allah ,dan kita harus bersyukur
karenanya.
2.Produktivitas
Memproduksi barang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan
untuk memuliakan Allah, tetapi juga banyak godaan untuk
berdosa.Keinginan manusia untuk meningkatkan pruduksi barang dan jasa
tidaklah tamak ,materialistis, atau jahat dalam dirinya
sendiri.Sebaliknya keinginan untuk menjadi lebih produktif merupakan
keinginan yang dikaruniakan Allah untuk menuntaskan sesuatu,mencapai
sesuatu,dan memecahkan masalah dan menyenangkan Allah.
3.Pekerjaan
"Seorang pekerja patut mendapat upahnya"( Luk.10:7).Yesus menyetujui
ide membayar gaji kepada pekerja.

4.Transaksi Dagang
Alkitab menuliskan bahwa orang diharapkan untuk membeli dan menjual
tanpa saling merugikan( Im.25:15).Dalam membeli dan menjual ,kita
meniru artibut Allah dengan menerapkan sikap jujur,setia kepada
komitmen,adil dan bebas memilih.Mentaati ajaran Yesus( Mat. 7:12)
5.Laba
Mendapat laba artinya menjual produk dengan harga melebihi biaya
produksi.Mendapat laba dengan menggandakan sumber daya kita sambil
menolong orang lain,inilah kemampuan hebat yang diberikan Allah kepada
kita,tidak bersifat jahat atau netral secara moral tetapi pada
dasarnya baik.
6.Uang
Uang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan untuk memuliakan
Allah,tetapi banyak godaan untuk berdosa.Kita dapat terjerat dalam
cinta uang (I Tim. 6:10 ) dan uang dapat memalingkan hati kita dari
Allah.Uang hanyalah suatu alat untuk kita gunakan,dengan selayaknya
kita dapat bersyukur kepada Allah yang dalam hikmat-Nya telah
menentukan agar kita menciptakan dan menggunakan uang.Uang
adalah"perantara pertukaran,"uang adalah sebuah komoditas yang
ditetapkan secara sah sebagai persamaan dari segala komoditas lain
yang dapat ditukar.Semuanya itu milik-Nya,dan Ia mempercayakannya
kepada kita supaya kita dapat memuliakan Dia dengannya.
7.Kemerataan Barang Milik
Alkitab mengajarkan bahwa di surga saja ,meskipun tidak ada dosa atau
kejahatan lagi,ada pahala yang beragam derajatnya ada berbagai macam
kepengurusan yang dipercayakan Allah kepada orang yang berbeda.Ketika
kita kita berdiri di hadapan Yesus untuk bertanggung jawab atas hidup
kita,"terimalah kekuasaan atas sepuluh kota,dan kepada yang
lain,kuasailah lima kota(Luk.19:17,19).Dengan demikian, ide
kepengurusan yang tak sama rata merupakan pemberian Allah dan mestinya
baik.Dan Allah telah memberi sebagian orang kemampuan yang lebih besar
daripada orang lain,Dalam PB ,Paulus memberi petunjuk khusus kepada
orang kaya,ia menyuruh untuk bermurah hati dan mengarahkan hati kepada
Allah,bukan kepada kekayaan mereka(1 Tim.6:17-19).Kemerataan barang
tidaklah jahat melainkan memberi kesempatan untuk memuliakan
Allah.Jika Allah memberi kita kepengurusan kecil atas
barang,kemampuan,atau kesempatan,maka kita dapat memuliakan-Nya dengan
merasa cukup di dalam Dia,dengan mempercayai-Nya untuk memenuhi
kebutuhan kita,dan setia kepada komitmen kita.
8.Persaingan
Sistem persaingan menolong kita menguji kemampuan kita dan mencari
tahu apakah kita dapat melakukan sesuatu lebih baik daripada orang
lain,dan dibayar untuk itu.Sistem ini bekerja baik ketika kita
mengganjar pekerjaan yang lebih baik serta hasil kerja yang lebih
banyak dengan upah yang lebih besar.Persaingan untuk mencoba bebrbuat
sebaik atau lebih baik daripada orang lain agaknya ada di pikiran
Salomo ketika ia menulis,"Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan
segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap
yang lain( Pkh.4:4)"Sebetulnys ada sejenis "persaingan"lunak yang
tersirat dalam ujian calon diaken(1 Tim.3:10).Persaingan memunculkan
godaan untuk sombong,dan untuk bekerja berlebihan sehingga tak sempat
beristirahat atau tak punya waktu untuk keluarga atau Allah.Godaan
untuk berdosa tak boleh mengaburkan fakta,dalam dirinya sendiri dan
dalam batasan tepat adalah baik,menyenangkan Allah,dan memberi banyak
kesempatan untuk memuliakan Allah.
9.Meminjam dan Memberi Pinjaman
Beberapa ayat yang mengatur tata cara peminjaman(Ul. 24:10 ,Mzm,
112:5).Arti meminjam dan memberi pinjaman artinya mengalihkan kendali
atas barang,bukan kepemilikan atas barang,untuk sementara
waktu.Orang-orang Kristen yang memandang Alkitab sebagai Firman Allah
harus sadar bahwa Allah menyuruh kita membayar tagihan kita pada
waktunya.(Rom. 13:8)."Orang fasik meminjam dan tidak membayar
kembali"(Mzm.37:21)
10.Sikap Hati
Sikap hati terdapat dalam (Kel. 20:17>"Jangan mengingini...apa pun
yang dipunyai sesamamu."Allah mengenal hati kita dalam setiap aspek
kegiatan bisnis.Kita juga patut mengingat bahwa kita harus memuliakan
Dia dan memiliki sikap hati yang disukai-Nya.Jika kita mengasihi Allah
melebihi segalanya,maka hati kita akan merasa sedih dan gundah kita
melihat perintah Allah tidak ditaati dan maksudnya dilanggar Allah.
Penulis mengungkapkan,mungkinkah kegiatan bisnis bersifat baik secara
moral dan menyenangkan Allah?Terkadang bisnis tampak begitu
mencurigakan – memanipulasi keterangan laba-rugi,menipu pelanggan,atau
karena siapa yang kita kenal.
Penulis menyadarkan pembaca untuk mengubah sikap terhadap komponen
kegiatan bisnis,tidak ingin kita merasa bersalah secara halus tentang
bisnis.Juga penulis tidak ingin kita merasa bahwa bisnis bersifat
netral secara moral tetapi berguna karena setidaknya dapat menjadi
sarana untuk membantu pekabaran Injil,pemecahan masalah kemiskinan
dunia adalah bisnis.
Penulis memperkenalkan konsep baru: bisnis memuliakan Allah ketika
dijalankan dengan cara yang meniru karakter dan karya Allah.Semua
aspek bisnis memuliakan Allah karena mencerminkan tabiat Allah.Penulis
tidak berifat naif terhadap cara- cara yang dapat menyimpangkan
kegiatan bisnis dan yang memanfaatkannya sebagai sarana untuk
berdosa.Orang Kristen dapat terlibat dalam segala bisnis.
Saya sangat setuju dengan apa yang dipaparkan penulis melalui buku
ini.Jangan ada perasaan bersalah tentang kegiatan bisnis tetapi
bersukacita karena kebaikan bisnis dalam dirinya sendiri,yakni apabila
bisnis itu dijalankan dengan ketaatan kepada Allah.Kebaikan bisnis itu
sendiri merupakan karunia Allah.Bisnis juga merupakan pemecahan
jangka panjang bagi masalah kemiskinan dunia dengan memulai dan
mempertahankan bisnis yang priduktif dan menguntungkan,walaupun
menghadapi banyak rintangan.Ketika kita memandang bisnis suatu yang
jahat maka akan banyak keraguan untuk memulai bisnis dan tidak ada
kemerdekaan yang sejati untuk menikmati kerja dalam bisnis,sebab
kemerdekaan itu ternodai oleh rasa bersalah yang palsu dan
halus.Sebagai orang Kristen kita dapat mengubah sikap kita terhadap
bisnis juga dapat mengubah sikap dunia terhadap bisnis.Sehingga dapat
menjadi penakluk bumi yang menyenangkan Allah,yang menggunakan
bahan-bahan baik ciptaan Allah dan bekerja dengan uang yang diberikan
Allah untuk mendapat laba yang baik secara moral.Juga kita dapat
menunjukkan kasih kepada sesama dengan memberi mereka pekerjaan dan
memproduksi barang yang mengatasi kemiskinan dunia,yakni barang yang
memampukan orang memuliakan Allah karena kebaikan- Nya,menunjang
ketakmerataan barang milik yang benar dan adil,dan mendorong
persaingan yang baik dan berfaedah secara moral.Itulah cara hebat
untuk memuliakan Allah.

KUMPULAN KOTBAH DAN PUJIAN PENYEMBAHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA

  LINK KUMPULAN KOTBAH / RENUNGAN FIRMAN TUHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA (PAS)   1.        HIDUP YANG SUDAH DIBAHARUI https://www.youtu...