13 Januari 2013

Silabus MISI HOLISTIK

MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA


NAMA MATA KULIAH : MISI HOLISTIK
KODE :
BOBOT : 2 sks
SEMESTER : VII
PRASYARAT : 1. MISIOLOGI
PERTEMUAN
: 16 X 2 X 50 menit

STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Misi Holistik,
menghayati prinsip-prinsipnya, serta sanggup mengaplikasikan Misi
Holistik dalam kehidupan dan pelayanannya.


KOMPETENSI DASAR
1. Mahasiswa mampu menjelaskan latar belakang dan pengertian
pelayanan/Misi Holistik.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan landasan teori bagi pelayanan/misi holistic.
3. Mahasiswa mampu menyebutkan dasar dan titik tolak pelayanan/misi holistik.
4. Mahasiswa mampu menyebutkan tujuan pelayanan/misi holistik.
5. Mahasiswa mampu menguraikan tentang hambatan dalam melakukan
pelayanan/misi holistik.
6. Mahasiswa mampu menguraikan tugas gereja dalam melaksanakan
pelayanan/misi holistik.
7. Mahasiswa dapat menjelaskan tugas orang percaya dalam menjalankan
pelayanan/misi holistik.
8. Mahasiswa mampu mempraktekkan strategi dan model-model
pelayanan/misi holistic.
9. Mahasiswa mampu memperlihatkan kesenangannya untuk melakukan misi
holistik dalam pelayanannya.


URUTAN DAN RINCIAN MATERI
1. Latar Belakang dan pengertian Misi Holistik.
2. Landasan Teologis bagi Misi Holistik.
3. Dasar dan titik tolak pelayanan Holistik.
4. Tujuan Misi Holistik.
5. Hambatan dalam melakukan misi holistic
6. Gereja dan Misi Holistik
7. Tugas orang percaya dalam menjalankan misi Holistik.
8. Strategi pelayanan Misi Holistik.
9. Model-Model Pendekatan Misi Holistik.


INDIKATOR HASIL BELAJAR
1. Mampu menjelaskan latar belakang dan pengertian misi holistik.
2. Mampu menunjukkan lansadan teologis bagi misi holistik.
3. Mampu menjelaskan dasar dan titik tolak misi holistik.
4. Mampu menjelaskan tujuan misi holistik.
5. Mampu menjabarkan hambatan dalam menjalankan misi holistic.
6. Mampu menguraikan peran gereja dalam misi holistik.
7. Mampu menjelaskan tugas orang percaya dalam menjalankan misi holistic.
8. Mampu menjelaskan strategi dan model-model pendekatan misi holistic.
9. Mampu menyusun laporan pengamatan lapangan tentang pelayanan/misi
yang bersifat holistic.


STANDAR PROSES PEMBELAJARAN


PENDEKATAN
:
Kolektif dan Partisipatoris


PENGALAMAN BELAJAR
:
1. Mahasiswa mendengarkan kuliah yang disampaikan dosen
2. Mahasiswa membaca buku-buku.
3. Mahasiswa mendiskusikan artikel yang berhubungan dengan
pelayanan/misi holistic.
4. Mahasiswa menyusun rancangan usaha untuk pelaksanaan misi Holistik.
5. Mahasiswa melaporkan hasil pengamatannya

METODA
:

Diskusi, pengamatan, ceramah, studi kepustakaan, praktek


TUGAS

:
1. Tinjauan buku-buku tentang usaha misi holistik yang telah dilakukan.
2. Pengamatan lapangan dan merancangkan usaha misi holistik yang dapat
dilakukan.
3. Membuat laporan bacaan dari buku-buku yang dipilih dosen.
4. Mempresentasikan bacaan buku dan laporan proyek penelitian lapangan.


STANDAR PENILAIAN
:
1. Partisipasi dan kehadiran : 05%
2. Tugas Kelompok (Presentasi) : 15%
3. Laporan bacaan buku : 20%
4. Proyek Pengamatan Lapangan : 30%
5. Laporan refleksi pribadi : 15%
6. UAS : 15%

TEKNIK
:
Essay, Laporan bacaan, Laporan Proyek


BENTUK SOAL

:
Tes Tertulis, , proyek, unjuk kerja

MEDIA

:
Laptop, LCD Proyektor, VCD , Papan Tulis / White board,

SUMBER BELAJAR
1. Keluarga
2. Media elektronik (internet)
3. Narasumber,
4. Lingkungan alam,
5. Lingkungan sosial,
6. Teman di kampus
7. Teman di masyarakat setempat
8. Komunitas gereja
9. Literatur:
1. Edmund Woga. Misi, misiologi & evangelisasi di Indonesia. Jakarta: Kanisius
2. Pdt. Weinata Sairin, M.Th. Visi Gereja Memasuki Milenium Baru. Jakarta: BPK
3. Emmanuel Gerrit Singgih. Berteologi dalam konteks:
pemikiran-pemikiran mengenai kontekstualisasi. Jakarta: BPK
4. Eka Darmaputera .Pergulatan kehadiran Kristen di Indonesia:
teks-teks terpilih Eka Darmaputera. Jakarta: BPK
5. Handoko Ngadiman dan Sukamto (editor). Misi Holistis.Jakarta: ICDS, 2003
6. Herlianto, Pelayanan Perkotaan. Bandung : Yabina, 1998
7. Arie de Kuiper, Misiolog., BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2003
8. Yakob Tomatala, Teologi Misi., YT Leadership Foundation, Jakarta, 2003


Catatan:
Tugas yang harus di buat:
1. Tugas Kelompok. Cari artikel dalam majalah atau Koran yang
berhubungan dengan misi/pelayanan holistic. Pilih 4 artikel dalam
kemudian disimak secara kritis, dipresentasikan, dan didiskusikan.
Tiap kelompok sekitar 2-3 orang. Masing-masing kelompok menuangkan
hasil penelitiannya dalam 2-3 halaman, diketik 1,5 spasi, difoto copy
sebanyak peserta kuliah. Tugas ini berbobot 15%
2. Penelitian literature:
a. Buat refleksi anda masing-masing 1-2 halaman, spasi 1,5. Dengan
menyimak bagian-bagian Alkitab yang berbicara tentang misi/pelayanan
holistik. Tugas ini berbobot 10% dan dikumpulkan setiap pertemuan.
b. Laporan Buku. Simak beberapa buku di perpustakaan yang menguraikan
tentang pelayanan/misi holistic (tidak termasuk buku Misi Holistik
terbitan ICDS). Tuangkan penelitian anda dalam 3-4 halaman, diketik
1,5 spasi, meliputi: pokok-pokok pikiran penulis, pendapat/tanggapan
anda, penerapannya dalam pelayanan anda. Tugas ini berbobot 20%
3. Tugas Makalah: pilih atau amati salah satu bidang pelayanan,
kemudian rancangkan/kembangkan suatu usaha pelayanan dengan metode
pelayanan holistik. Misalnya pelayanan dalam bidang kesehatan,
konseling, pelayanan masyarakat, pelayanan lansia, pelayanan pemuda,
pelayanan orang sakit, orang stress, dll. Tugas ini memakai
bibliografi dengan format buku yang berlaku di STT SAPPI. Tuangkan
hasil penelitian anda antara 10-15 halaman, spasi 1,5. Tugas ini
berbobot 30%

7 Januari 2013

MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA


NAMA MATA KULIAH : TEOLOGI KONTEKSTUAL
KODE :
BOBOT : 2 sks
SEMESTER :
PRASYARAT : 1. MISIOLOGI
PERTEMUAN
: 16 X 2 X 50 menit

STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Teologi
Kontekstual, menghayati prinsip-prinsipnya, serta sanggup
mengaplikasikan Teologi kontekstual dan yang Alkitabiah dalam
kehidupannya.


KOMPETENSI DASAR
1. Mahasiswa mampu menjelaskan dasar-dasar pelaksanaan Teologi kontekstual.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan keterkaitan misi dan kebudayaan.
3. Mahasiswa mampu menyebutkan isu-isu pelaksanaan Teologi kontekstual.
4. Mahasiswa mampu menyebutkan metode-metode dalam kontekstualisasi.
5. Mahasiswa mampu menguraikan tentang spektrum kontekstualisasi.
6. Mahasiswa mampu mengidentifikasi model-model pendekatan misi kontekstual.
7. Mahasiswa dapat menganalisis usaha-usaha misi kontekstual yang
sudah dilakukan.
8. Mahasiswa mampu mempraktekkan misi yang Alkitabiah sesuai konteks
budaya setempat
9. Mahasiswa mampu memperlihatkan kesenangannya untuk melakukan misi
kontektual dalam konteks Indonesia sebagai masyaarkat majemuk.


URUTAN DAN RINCIAN MATERI
1. Latar Belakang dan pengertian Teologi Kontekstual.
2. Landasan Alkitab untuk Teologi Kontekstualisasi.
3. Sekilas perkembangan upaya berteologi secara kontestual.
4. Hubungan Misi dan Kebudayaan
5. Isu-isu Pelaksanaan Misi Kontekstual: sosial politik, keragaman
budaya dan agama, kesenjangan ekonomi, lingkungan hidup.
6. Metode Kontekstualisasi.
7. Spektrum Kontekstualisasi.
8. Model-Model Pendekatan Misi Kontekstual.
9. Sikap kritis dalam penerapan teologi konttekstual.
10. Studi Kasus tentang Misi Kontekstual.
11. Praktik Misi Kontekstualisasi.

INDIKATOR HASIL BELAJAR
1. Mampu menjelaskan dasar-dasar pelaksanaan misi kontekstual.
2. Mampu menunjukkan hubungan misi dengan kebudayaan.
3. Mampu menganalisis isu-isu pelaksanaan misi kontekstual.
4. Mampu menjelaskan metode kontekstualisasi.
5. Mampu menjabarkan spektrum kontekstualisasi
6. Mampu menyebutkan model-model pendekatan misi kontekstual
7. Mampu menganalisis berbagai studi kasus misi kontekstual.
8. Mampu menyadari perlunya pelaksanaan misi secara kontekstual
9. Mampu menyusun laporan pengamatan lapangan tentang budaya setempat
dan cara-cara pelaksanaan Misi Kontekstualnya.


STANDAR PROSES PEMBELAJARAN


PENDEKATAN
:
Kolektif dan Partisipatoris


PENGALAMAN BELAJAR
:
1. Mahasiswa mendengarkan kuliah yang disampaikan dosen
2. Mahasiswa membaca buku-buku.
3. Mahasiswa mendiskusikan hasil bacaan buku tentang usaha misi
kontekstual yang telah dilakukan.
4. Mahasiswa mengamati budaya setempat melalui pengamatan lapangan.
5. Mahasiswa menyusun rancangan usaha untuk pelaksanaan misi kontekstual.
6. Mahasiswa melaporkan hasil pengamatannya

METODA
:

Diskusi, pengamatan, ceramah, studi kepustakaan, praktek


TUGAS

:
1. Tinjauan buku-buku tentang usaha misi kontekstual yang telah dilakukan.
2. Pengamatan lapangan tentang budaya setempat dan merancangkan usaha
misi kontekstual yang dapat dilakukan.
3. Membuat laporan bacaan dari buku-buku yang dipilih dosen.
4. Mempresentasikan bacaan buku dan laporan proyek penelitian.


STANDAR PENILAIAN
:
1. Partisipasi dan kehadiran : 05%
2. Tugas Kelompok (Presentasi) : 15%
3. Laporan bacaan buku : 20%
4. Proyek Pengamatan Lapangan : 30%
5. Laporan Penelitian Artikel : 15%
6. UAS : 15%

TEKNIK
:
Essay, Laporan bacaan, Laporan Proyek


BENTUK SOAL

:
Tes Tertulis, , proyek, unjuk kerja

MEDIA

:
Laptop, LCD Proyektor, VCD , Papan Tulis / White board,

SUMBER BELAJAR
1. Keluarga
2. Media elektronik (internet)
3. Narasumber,
4. Lingkungan alam,
5. Lingkungan sosial,
6. Teman di kampus
7. Teman di masyarakat setempat
8. Komunitas gereja
9. Literatur:
1. Salabai, Bastian. Babi Perdamaian: Penginjilan Kontekstual Suku
Arfak. Yogyakarta: Pustaka Therasia, 2009.
2. Hesselgrave, David J. dan Edward Rommen. Kontekstualisasi: Makna,
Metode, dan Model. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.
3. Hiebert, Paul G., Antropological Insight for Missionaries,
Michigan: Baker Books House, Grand Rapids, 2000.
4. Hesselgrave, David G., Communicating Christ Cross-Culturally;
Mengkomunikasikan Kristus secara Lintas Budaya, Malang: Literature
Saat, 2005.
5. Russell, William P., Contextualization: Origins, Meaning and
Implication, Universita Gregoriana, Roma, 1995.
6. Scherer, James A., Stephen B. Bevans, New Directions in Mission and
Evangelization 3, New York: Orbis Books, 1999.
7. Bevans, Stephen B., Models of Contextual Theology, Maryknoll, New
York: Orbis Books, 1992.
8. Singgih, E.G., Berteologi dalam Konteks, Kanisius, Yogyakarta, 2000.
9. Widyatmarta, Siman. Sikap Gereja terhadap Budaya dan Adat
Istiadat. Yogyakarta: BMG, 2007
10. Scriven, C., The Transformation of Culture: Christian Social
Ethics after H. Richard Niebuhr, Herald Press, Scottdale, 1988.
11. Tomatala, Yakob. Teologi Kontekstualisasi: Suatu Pengantar.
Malang: Gandum Mas.
12. Newbigin, Leslie. Injil dalam Masyarakat Majemuk. Jakarta: BPK, 2006.
13. Schreiter, Robert J. Rancang bangun Teologi Lokal. Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 1996.
14. Elwood, Douglas J. Teologi Kristen Asia: Tema-tema yang Tampil ke
Permukaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1992.
15. Stults, Donald Leroy. Developing An Asian Evangelical Theology.
Metro Manila, Philippines: OMF, 1989.
16. Koyama, Kosuke. Injil dalam Pandangan Asia: Bertelogi dalam
Konteks Sejarah dan Kebudayaan Asia (Waterbuffalo Theology). Jakarta:
Yayasan Satya Karya.
17. Akkeren, Philip van. Dewi Sri dan Kristus: Sebuah Kajian tentang
Gereja Pribumi di Jawa Timur. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.
18. Budiman. Pelayanan Lintas Budaya dan Kontekstualisasi.
19. England, John C. (edt.). Living Theology in Asia. Maryknoll: Orbis
Books, 1982.
20. Eilers, Franz Josef. Berkomunikasi antara Budaya. Flores: Nusa Indah, 1995.
21. Guillot, C. Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa. Jakarta:
PT Temprint, 1985.
22. Kaunang, Kapahang. Perempuan: Pemahaman Teologis tentang Perempuan
dalam Kontekd Budaya Minahasa. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.
23. Noorsena, Bambang. Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman
Kristen dan Kejawen. Yogyakarta: ANDI, 2003.
24. Partonadi, Soetarman Soediman. Komunitas Sadrach dan Akar
Kontekstualnya: Suatu Ekspresis Kekristenan Jawa pada Abad XIX.
Jakarta: BPK Gunung Mulia & TPK, 2001.
25. Suseno, Franz Magnis. Beriman dalam Masyarakat: Butir-Butir
Teologi Kontekstual. Yogyakarta: Kanisius, 1993.
26. Singgih, Emanuel Gerrit. Berteologi dalam Konteks:
Pemikiran-pemikiran mengenai Kontekstualisasi Teologi di Indonesia.
Jakarta: BPK Gunung Mulia & Kanisius, 2000.
27. Takenaka, Masao. Nasi dan Allah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.
28. Banawiratma, J.B., Teologi Fungsional-Teologi Kontekstual", dalam
Eka Darmaputera (ed.), Konteks Berteologi di Indonesia, BPK Gunung
Mulia, Jakarta, 1991.
29. Bosch, David J., Transformasi Misi Kristen. Sejarah Teologi Misi
yang Mengubah dan Berubah, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
30. Byun, Changuk Ed., A New Heart for the Evangelization of Asia,
Seoul: Mission Academy, 2007.
31. Campbell-Nelson; Souk, Bendalina & Suleeman, Stephen, Mengupayakan
Misi Gereja yang Kontekstual: Studi Institut Misiologi Persetia 1992,
Jakarta: Persetia, 1995.
32. Darmaputera, E., "Masalah Injil dan Kebudayaan: Masalah Bagaimana
Seharusnya Kita Hidup," dalam Penuntun, GKI Jawa Barat, Jakarta, (Vol.
1, No. 4, Juli-September), 1995.



Catatan:
Tugas yang harus di buat:
1. Tugas Kelompok. Pilih 4 buku dalam daftar literature di atas yang
perlu disimak secara kritis, dipresentasikan, dan didiskusikan. Tiap
kelompok sekitar 2-3 orang. Masing-masing kelompok menuangkan hasil
penelitiannya dalam 2-3 halaman, diketik 1,5 spasi, difoto copy
sebanyak peserta kuliah. Tugas ini berbobot 15%
2. Penelitian literature:
a. Pilih 3 artikel yang disediakan dalam mata kuliah ini. Kemukakan
tanggapan dan refleksi anda untuk masing-masing artikel 2-3 halaman,
spasi 1,5. Jangan lupa cantumkan judul artikel yang disimak. Tugas ini
berbobot 10%
b. Laporan Buku. Simak salah satu buku di daftar literature. Tuangkan
penelitian anda dalam 3-4 halaman, diketik 1,5 spasi, meliputi:
pokok-pokok pikiran penulis, pendapat/tanggapan anda, penerapannya
dalam pelayanan anda. Tugas ini berbobot 20%
3. Penelitian lapangan. Selidiki salah satu unsur dalam budaya suku
anda atau budaya suku lain yang berkaitan dengan pelayanan anda.
Kemukakan alas an anda memilih unsur tersebut. Jelaskan celah-celah
yang anda dapat manfaatkan untuk menjelaskan Injil kepada masyarakat
yang memiliki budaya tersebut. Tugas ini memakai bibliografi dengan
format buku yang berlaku di STT SAPPI. Tuangkan hasil penelitian anda
antara 10-15 halaman, spasi 1,5. Tugas ini berbobot 30%
Seseorang di segani dan di hormati bukan karena apa yang di perolehnya, Melainkan apa yang telah di berikannya. Tak berhasil bukan karena gagal tapi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mencoba lagi menjadi suatu keberhasilan hanya orang gagal yang merasa dirinya selalu berhasil dan tak mau belajar dari kegagalan

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

My Blog List

Komentar