Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

12 Juni 2014

ENTREPRENEURIAL FAITH

Setelah membaca serta menyimak isi buku ini, maka pembaca mendapat
kesan yaitu : bahwa buku ini adalah sangat inspiratif dan sangat
memotivasi pembacanya. Buku ini sangat baik untuk dibaca oleh
siapapun, apakah ia seorang awam, pendeta, eksekutif, pekerja, ibu,
ayah, pemuda-i, remaja, apalagi bagi orang-orang yang ingin melihat
terjadinya terobosan-terobosan yang membawa kearah perobahan yang
lebih maju dan lebih baik didalam berbagai aspek kehidupan. Buku ini
sangat bermanfaat untuk membuka wawasan seseorang tentang bagaimana
menyikapi kehidupan yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Didalamnya terdapat pelajaran agar dalam menghadapi kehidupan,
seseorang jangan sampai menjadi seperti ungkapan sebuah peribahasa
"seperti katak dalam tempurung" atau menganggap dunia ini "hanya
selebar daun kelor." Akibat memiliki anggapan seperti peribahasa
tersebut, maka cara menyikapi berbagai persoalan kehidupan yang
terjadi selalu atau tidak mau beranjak dari pola yang lama yang sudah
seharusnya ditinggalkan karena tidak lagi sesuai (up to date) dengan
perkembangan yang sedang berlangsung. Pertumbuhan dan perubahan terus
terjadi dalam segala segi kehidupan, maka seseorang agar tidak
ketinggalan apalagi tergilas oleh rodah pertumbuhan dan perubahan,
maka seseorang sangat penting memiliki semangat entrepreneur. Semangat
ini tidak hanya khusus dimiliki oleh para pengusaha dibidang bisnis
saja, tetapi siapapun dapat memiliki semangat ini untuk mencapai
kesuksesan atau keberhasilan.
Penulis buku ini telah menerapkan semangat entrepreneur ini, atau
telah dipraktekkannya dalam kegiatannya sebagai seorang pendeta dan
ternyata hasilnya gereja yang tadinya sudah (istilah dalam dunia
bisnis"kolebs"), tetapi kemudian gereja tersebut perlahan-lahan
kembali mengalami pertumbuhan dan perubahan yang luar biasa dan
kemudian menjadi berkat dikota dimana gereja itu berada. Hal itu
dimulai dari pribadi pendetanya yang memiliki semangat entrepreneur.
Dengan semangat entrepreneur, menyebabkan sifat status guo
ditinggalkan serta memandang dunia adalah ladang yang luas untuk
digarap bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Yang dimaksud dengan pelayanan
status guo yaitu hanya terfokus memberitakan injil didalam jemaat
gereja lokal dengan dikelilingi atau dibatasi oleh tembok gereja. Jadi
tidak menjangkau mereka-mereka yang masih berada diluar tembok gereja.
Dengan kata lain tidak berjiwa misioner.
Dalam buku ini terdapat suatu hal yang sangat menarik bahwa ada sosok
pribadi dimana, Dia adalah satu-satunya Entrepreneur yang sejati dan
terbesar serta terhebat. Dia entrepreneur yang tidak ada tandingannya.
Memang hanya Dia satu-satunya tidak ada yang lain. Entrepreneur
tersebut telah menyebabkan terjadinya hal-hal yang sangat luar bisa
bahkan spektakuler sejak kemunculannya sampai pada detik ini, belum
ada, bahkan memang tidak akan perna ada yang menyamainya. Hasil-hasil
karya dari entrepreneur itu sangat up to date, tidak perna menjadi
kadaluwarsa. Benar-benar sangat teruji baik oleh waktu serta situasi
dan kondisi yang telah terjadi. Penolakan terhadap ide-ide
entrepreneurnya terus belangsung hingga saat ini, namun waktu dan
kondisi yang telah membuktikan bahwa ide-ideNya tersebut tetap
bertahan, bahkan tidak sedikit yang menjadi penasaran, sehingga mereka
banyak yang berusaha untuk mengetahuinya karena memang ide-idenya itu
sangat sesuai dengan pertumbuhan serta perubahan yang terus terjadi
sampai diera yang dibangga-banggakan oleh manusia sebagai era kemajuan
tehnologi yang super canggih ini. Ia sangat menentang pola pikir lama
yang telah berlangsung turun temurun. Pola pikir lama itu tidak
membawa orang yang mengikutinya semakin benar, tapi jutru semua
ekspektasi itu hanya menimbulkan perasaan bersalah dan frustasi yang
tak ada habis-habisnya. Entrepreneur yang dimaksud yang dikemukakan
penulis buku ini, ia menunjuk kepada satu pribadi yang sangat luar
biasa yang namanya sangat tersohor, termasyur sejak dari kekekalan
sampai kepada kekekalan. kemunculanNya, Ia menjadikan pola pikir lama
ditunggang balikanNya dengan pola pikir yang baru, yang Dia sendiri
bawah langsung dari asal-usulNya. Karena itu, membuat khalayak yang
ada pada saat Ia memperkenalkan pola pikirNya terkejut bahkan mereka
menolak, bersama dengan pribadiNya sebagai entrepreneur sejati mereka
tolak, Sebagai entrepreneur sejati, Ia menumbangkan status guo, Ia
tidak merasa taku melakukan perubahan yang radikal, menentang
otoritas, dengan menyatakan diriNya sebagai kebenaran. Akan tetapi
disamping adanya penolakan yang terjadi, banyak yang menerima
ide-idenya. Mereka-mereka itu dijadikanNya memiliki kapasitas juga
sebagai entrepreneur-entrepreneur. Dan Ia memberikan kepada mereka
nilai tambah dalam hidup mereka yaitu nilai kekekalan. Dialah
entrepreneur yang patut diteladani dan kepadaNya setiap entrepreneur
belajar. Sebagai entrepreneur, siapapun Ia ingin bergabung denganNya.
Entrepreneur yang dimaksud sebagai entrepreneur yang sejati menunjuk
kepada pribadi yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.
Selain itu buku ini pula mengemukakan profil sang intrepreneur, ia
memiliki kepekaan membaca situasi yang terjadi disekitarnya, tentang
apa yang menjadi kebutuhannya atau apa yang diperlukan. Karena dengan
adanya kepekaan terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar,
sebagai entrepreneur kemudian mencetuskan ide-ide baru yang terkadang
mengundang banyak tanggapan negatif, pesimis dari pada positif,
optimis. Makanya entrepreneur terkadang dipandang seperti orang gila.
Para entrepreneur memiliki kesamaan umum dalam hal karakter, buku ini
menjelaskan terdapat lima kesamaan karakter: Pertama, memfokuskan pada
kemungkinan-kemungkinan, bukan pada apa yang sudah ada. Kedua,
disiplin dalam hal memanfaatkan waktu dan tenaga. Ketiga, Mereka tahu
kapan mereka harus berhenti terus- menerus menanggung resiko. Keempat,
mereka cenderung seperti artis dari pada insinyur, atau merupakan
pemimpin, bukanya meneger. Kelima, mereka bersikap selalu antusias
mengejar peluang-peluang baru dengan sepenuh hati dan penuh semangat.
Entrepreneur ada melalui dua macam cara yaitu : Pertama, melalui
kelahiran. Kedua melalui proses belajar.
Dalam buku ini pula pembaca diperlihatkan mengenai beberapa alasan
kehidupan seorang entrepreneu spiritual sebagai berikut: -dapat menata
masa depan, - dapat menentukan jadwalnya sendiri, - bebas
mengungkapkan kreativitas,- bebas berinovasi, mencipta tanpa ada yang
membatasi,- bebas menikmati hal-hal baru. Karena itu dikatakan bahwa
dunia baru adalah miliki seorang entrepreneur. Sebab para entrepreneur
bekerja, bagi mereka masalah bukan sesuatu hambatan , mereka selalu
siap menghadapi tantangan baru, mereka selalu bertindak cepat ketika
telah melihat suatu peluang, mereka tidak mentolerir kegagalan arinya
mereka tidak terpangaruh oleh kegagalan, mereka memiliki visi dan visi
itu mereka suka begikan kepada orang lain karena mereka menyadari
bahwa mereka tidak bisa bekerja sendirian tetapi perlu keterlibatan
orang lain. Dalam dunia entrepreneur pengalaman menunjukan telah
terjadi revolusi didalamnya, sehingga telah memunculkan orang-orang
yang telah melakukan perubahan besar dalam banyak aspek kehidupan
manusia. Sebut saja Bill Gates dengan microsofnya, Mc Caw dengan TV
Kabel dan jaringan telepon selulernya.
Pada bagian lain buku ini, pembaca disuguhkan bahwa dengan semangat
entrepreneur yang ada dalam hidup jemaat gereja mula-mula, dan para
pemimpinnya, dengan dorongan roh kudus, gereja bertumbuh sangat luar
biasa. Jadi untuk terjadinya pertumbuhan dan perubahan kearah
kemajuan, gereja perlu mengembangkan semangat entrepreneur. Dalam
gereja yang memiliki semangat entrepreneur adalah gereja yang mencabut
semua diding yang ada disekeliling dan dengan berani melakukan break
trough dengan menjalankan empat prinsip walaupun mereka harus
menghadapi resiko: Pertama, Kreativitas, mulai dari nol, mereka
berusaha mewujudkan sesuatu dari apa yang tidak ada menjadi kenyataan.
Mereka berani melakukan apa yang mereka yakini. Kedua, Kompetensi ,
artinya mereka dalam melakukan sesuatu secara setengah hati tetapi
mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh dan yang terbaik. Ketiga,
Kasih, sebagai entrepreneur tidak hanya tahu memiliki kemampuan
kreativitas serta kompensi tetapi memperhatikan hal terpenting yaitu
kasih. Keempat, Keberanian, Untuk dapat melepaskan diri dari pelayanan
status guo, atau pola lama yang tidak mendatangkan kemajuan harus
miliki keberanian untuk bertindak sebab jika tidak, maka tidak akan
perna terjadi pertumbuhan atau perubahan.
Hal lain yang harus dimiliki seorang entrepreneur adalah visi. Visi
adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang bermanfaat dimana hal itu
kemudian menjadi sasaran atau tujuan yang hendak dicapai untuk
diwujudkan bagi kegunaan banyak orang. Kegunaan visi dalam hubungannya
dengan kebutuhan pertumbuhan kearah perubahan dalam segi rohani
terdapat beberapa hal seperti berikut ini: - menuntun untuk menolong
orang lain, - memuliakan Tuhan, -berorientasi kemasa depan, -
mengalahkan pekerjaan iblis, - membutuhkan kuasa roh kudus, -
memajukan kerajaan Allah. Untuk mengaplikasikan suatu visi, hal itu
tidak semudah yang dipikirkan, tetapi pasti akan menghadapi
perlawanan apalagi mereka yang tidak mau terjadinya perubahan atau
yang mempertahankan status guo. Tetapi walau ada perlawanan seorang
entrepreneur tetap memiliki cara untuk memenangkannya: - membujuk,
bukan memaksa, - mengharapkan yang terbaik, - menetraliser perlawanan.
Untuk mempertahan visi, maka seorang entrepreneur agar jangan mengalah
dan menyerah. Karena dengan adanya perlawanan, hal itu berarti bahwa
seorang entrepreneur telah memiliki harapan bahwa visinya: -sudah
mencapai sukses, -sudah bisa menjelaskannya, - dan hanya mendengar apa
yang ingin didengar. Selain itu bahwa tantangan lainya yang menjadi
penghambat pengaplikasian visi yaitu: Tradisi-tradisi. Sehubungan
dengan hal itu seorang entrepreneur dituntut agar memiliki pandangan
yang jauh melalmpaui batasan-batasan dari suatu sistem yang berlaku.
Ada lima komponen yang dapat menunjang pelaksanaan visi dari seorang
entrepreneur: - Misi yang dibarengi antusiasme, - strategi dan taktik,
- struktur, sitem komunikasi dan personel, - faktor budaya setempat.
Untuk menerapkan sebuah visi seorang entrepreneur harus menenpatkan
personil sesuai spesialisasinya. Dan sebagai entrepreneur yang akan
diikuti oleh rekan team harus miliki otentitas, untuk mempertahankanya
diperlukan seorang pelati, konselor, koreografer. Sealin itu kesadaran
diri, dan yang terakhir, yaitu kerendahan hati.
Seorang entrepreneur kristen buku ini mengingatkan bahwa, sekalipun
visi sudah ada dan segala vasilitas pendukung telah tersedia namun
keterlibatan Tuhan adalah hal utama yang tidak bisa diabaikan atau
disepelehkan dalam melaksanakan pencapaian visi. Sebab itu seorang
entrepreneur sangat penting memiliki iman didalam hidupnya. Seorang
intrepreneur kristen, ia sangat berhati-hati dalam mengucapkan
kata-katanya, dan perlu mencari rekanan kerja, serta nasehat dari
orang yang telah berpengalaman sangat penting. Mengetahui kehendak
Tuhan adalah hal yang sangat penting bagi seorang entrepreneur. Sorang
entrepreneur kristen harus menyadari: - Tuhan sedang bekerja disekitar
entrepreneur, - Berusaha memahami hal-hal baru yang Tuhan sedang
lakukan, - Hal-hal baru yang sedang Tuhan lakukan adalah ajaib. Untuk
seorang entrepreneur dapat mendengar sehingga mengetahui apa yang
Tuhan inngin ia lakukan yaitu: - Meniadakan semua gangguan, - hening
dan berdiam diri, - meluangkan waktu yang dibutuhkan, - luangkan waktu
secara konsisiten. Keberhasilan seorang entrepreneur kristen itidak
bisa diukur dengan cara kalkulatif tertapi sejauh mana iman dan
ketaataanya kepada Tuhan.
Seorang entrepreneur bukan hanya membuat rencana dan tidak
melakukannya. Tapi seorang entrepreneur adalah orang yang setelah
membuat rencana, kemudiaan mengadakan follow up bagi perwujudan
rencananya itu. Untuk membentuk team yang mau menopang seorang
entrepreneur, sebaiknya semua anggota dalam satu komunitas harus
terlibat. Karena dalam suatu komunitas yang dilansai semangat
entrepreneur tidak menganut manajemen top down tapi team dimana semua
anggota sama pentingnya.
Hal lain yang menjadi sorotan buku ini, mengenai suatu hal yang harus
dimiliki oleh seorang entrepreneur adalah hal disiplin. Harus
menetapkan batasan-batasan bukan hanya mimpi-mimpi visi anda tetapi
juga bagi seluruh anggota team. Sebab melayani dengan kreativitas
dipadu dengan disiplin dan fokus kemungkinan untuk sukses akan
meningkat dengan pesat. Seorang entrepreneur harus berhati-hati dengan
kesuksesan yang dicapai, karena terdapat bahaya yang bisa mengancam.
Bahaya itu adala Stabilitas(bersantai-santai karena visi telah
terwujud). Buku ini menganjurkan untuk tidak terlalu lama dalam
suasana itu. Karena seorang entrepreneur adalah seorang yang selalu
dinamis dalam hidupnya.
Sebagai entrepreneur kristen buku ini mengemukakan suatu aktivitas
yang sangat penting untuk dilaksanakan karena, aktivitas tersebut
melandasi aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan oleh seorang
entrepreneur. Aktivitas yang dimaksud oleh penulis buku ini adalah : "
D o a." Mendoakan visi dan mimpi-mimpi hal itu membantu mengakui bahwa
hasil akhir adalah tanggung jawab Tuhan. Saat mendoakan visi dan
mimpi-mimpi, itu artinya seorang entrepreneur sedang mengizinkan Tuhan
untuk melakukan aoa yang terbaik bagi rencana yang telah ditetapkan.
Akhirnya buku ini ditutup dengan pembahasan tetang Entrepreneur dengan
beberapa cirinya sebagai berikut: - Antusiasme, - menyambut ide-ide
baru, - belajar dari kegagalan, bersikap rendah hati, - mengharapkan
yang terbaik, -senantiasa berdoa, - bersedia menanggung resiko, -
belajar dari kritik, - menyambut perubahan, - mengevaluasi segala
sesuatunya, - memiliki hati seorang hamba, - mengingat janji-janji dan
perlindungan Tuhan,- melakukan inovasi dengan penuh semangat dan
ketekunan, - terarah pada sasaran,- maju terus pantang mundur.
Demikianlah laporan baca buku ini disusun oleh mahasiswa STTC SC
Bandung nama:
STENLY JANTJE POMANTOW

25 September 2013

Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan Anda | SYAMSER SIMANJUNTAK | Purwakarta

Ada satu buku yang di karang oleh Dale Carnegie dengan judul :
Petunjuk Menikmati Hidup dan Pekerjaan Anda. Banyak pokok - pokok
pikiran penulis yang dapat di bagikan kepada para pembaca. Beberapa
pokok pikiran yang menjadi perhatian saya dan dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari - hari. Dale Carnegie mengatakan bahwa : kita harus
memberi perhatian yang tulus kepada orang lain, karena orang yang
mengalami kesulitan terbesar dalam hidupnya dan paling menyulitkan
orang-orang lain adalah orang yang tidak mempunyai perhatian pada
orang lain, kegagalan manusia muncul dari orang-orang semacam ini.
Dunia ini memang penuh dengan orang, yang hanya memikirkan
kepentingannya sendiri, maka orang yang mencoba melayani orang lain
dengan melupakan dirinya sendiri dan dapat menempatkan posisinya
seperti orang lain adalah mempunyai kelebihan yang luar biasa. Dale
Carnegie mengatakan jangan mengaduk-aduk sarang lebah, kalau kita
tidak ingin mengambil madu. Sikap suka mengkritik itu berbahaya,
karena melukai kebanggaan orang yang amat berharga, melukai
perasaannya sebagai orang penting, dan menimbulkan sikap sentimen.
Perasaan sentimen yang di timbulkan kritik dapat melumpuhkan semangat
orang lain dan sangat sulit untuk mememperbaiki kembali keadaan yang
dikritik itu. Dale Carnegie menyampaikan kepada para anak muda, bahwa
secara psikologi kita perlu mendorong diri kita setiap hari. Kita
perlu berolah raga setiap pagi, tetapi yang lebih penting dan lebih
kita perlukan adalah olah jiwa setiap pagi agar kita giat bertindak.
Inilah hakekat dari psikologi yang sehat, bahwa hidup kita ditentukan
oleh apa yang kita pikirkan dan profil kehidupan kita persis sama
dengan apa yang kita pikirkan. Dengan berbicara pada diri kita sendiri
tentang hal-hal yang patut kita syukuri, maka kita mengisi benak
dengan pikiran- pikiran yang unggul dan ceria, sehingga kita
berbahagia atas pekerjaan kita, kemudian kita tertarik pada pekerjaan
kita, apapun tantangan yang menghalangi akan dilenyapkan dan dapat
teratasi, dalam jangka waktu yang tidak ditentukan akan mempromosikan
dan meningkatkan penghasilan kita.
Dale Carnegie menyampaikan bagaimana memperoleh kerja sama, memang
betul bahwa setiap orang yakin pada gagasan yang ditemukan sendiri
daripada gagasan orang lain. Kalau demikian, tidak bijaksana
memaksakan pendapat kita kepada orang lain, kemudian tidak bijaksana
pula, kalau kita yang mengajukan usulan, lalu orang lain yang
mengambil kesimpulan dan keputusan. Tidak ada seorang pun yang merasa
senang kalau diberi tahu untuk melakukan sesuatu atau disuruh membeli
sesuatu menurut kemauan orang lain. Kita jauh lebih suka melakukan
sesuatu atau membeli sesuatu atas kemauan sendiri atau bertindak atas
dasar pikiran kita sendiri. Kita suka ditanya apa keinginan, pendapat,
komentar dan harapan kita. Dalam kerja sama kita perlu membiarkan
orang lain menyampaikan apa gagasan mereka dan apa pendapat mereka
atas gagasan itu.
Tanggapan saya terhadap pokok-pokok pikiran Dale Carnegie :
Sangat bermanfaat dalam kehidupan sosiologi, apa yang disampaikan
melalui tulisannya karena menyentuh bagi kehidupan masyarakat dan
masuk untuk semua kalangan. Pertama, saya ambil pokok pikirannya
adalah bahwa kita ada dalam dunia yang majemuk, terdiri dari berbagai
macam agama, bangsa, suku, status ekonomi, pendidikan, kultur yang
berbeda-beda dan banyak lagi kalau disebut satu persatu, dan kita
tidak dapat menghindar dari kemajemukan ini, oleh sebab itu sosiologi
dapat memberikan pemahaman, agar dapat mengerti dan menerima antara
satu dengan yang lain dan saling membutuhkan. Dengan memberi perhatian
kepada orang lain dan tidak memandang status, maka terciptalah
kerukunan dan perdamaian. Orang yang hanya mementingkan dirinya
sendiri atau kelompoknya sendiri, akan menimbulkan perselisihan karena
keegoisan masing-masing dan tidak menerima masyarakat yang lain.
Kedua, saya ambil pokok pikirannya yang mengatakan, bahwa sikap
mengkritik dengan tujuan untuk menjatuhkan orang lain adalah hal yang
sangat berbahaya. Ada banyak orang tidak menyadari, dengan mengkritik
orang lain, sebenarnya sedang mendorong dan mengangkat yang dikritik
itu keatas, sehingga yang mengkritik itu tetap dibawah, karena
seyogianya bahwa orang yang posisinya sedang diatas tidak mungkin
mengkritik bawahannya, yang ada adalah menegur bawahan. Pemikiran Dale
Carnegie sangat bagus bagi saya, dan dapat diterapkan dalam kehidupan
berorganisasi. Ketiga, saya ambil pokok pikirannya yang mengatakan,
bahwa profil kehidupan kita ditentukan dari apa yang kita pikirkan,
agar dapat menumbuhkan semangat dan memotivasi kita, dalam melakukan
pekerjaan kita, karena tanpa kita memiliki semangat dan motivasi maka
bisa kehilangan arah atau tidak menemukan tujuan dari hidup kita.
Kalau kita memikirkan apa yang kita kerjakan, maka itu menunjukkan
kita tertarik dan serius pada pekerjaan kita. Saya sangat setuju bahwa
dalam bertindak harus dipikirkan terlebih dahulu dengan matang, agar
mendapatkan hasil yang maksimal. Keempat, saya mengambil pokok
pikirannya yang mengatakan, bagaimana memperoleh kerja sama. Kerja
sama adalah situasi yang sangat diinginkan semua orang, apalagi dalam
satu kelompok yang terdiri dari berbagai macam orang, karakter yang
berbeda-beda dan pemikiran yang berbeda-beda, perlu kerja sama agar
dapat mencapai tujuan, memang tidak mudah untuk menyatukan hati dan
pikiran, tetapi kalau sudah masuk dalam satu kumpulan, mau atau tidak
mau, suka atau tidak suka, harus bekerja sama dengan orang lain. Saya
menyimak pokok pikiran Dale Carnegie, bahwa jangan memaksa orang lain
agar menyetujui apa yang menjadi, usul dan gagasan kita, dan jangan
hanya dapat mengusulkan tetapi tidak bertanggungjawab atas gagasannya.
Pendapat saya dalam kumpulan atau kelompok, bahwa kerja sama adalah
harga mati dan yang harus dipahami oleh setiap anggota.

Penerapan dalam pelayanan :
Saya sebagai hamba Tuhan dan melayani sidang jemaat Tuhan, bahwa
apa yang dikatakan oleh Dale Carnegie, tentang memberi perhatian
kepada orang lain adalah sebuah kunci yang saya pegang, untuk melayani
jemaat. Tanpa saya memperhatikan jemaat yang Tuhan sudah percayakan,
maka mereka akan kabur, tatapi Puji Tuhan dengan perhatian yang tulus
saya lakukan, baik memberi makan Fiman Tuhan setiap minggu dan
mengajarkan pelajaran Alkitab setiap hari kamis, kemudian mengunjungi
jemaat ke rumah mereka, maka kami terjalin hubungan dan komunikasi
yang baik. Jemaat tetap setia beribadah dan semakin bertambah
jiwa-jiwa, semua oleh karena Anugerah Tuhan dan Kuasa Tuhan yang
berkarya. Perhatian dengan hati yang tulus melayani jemaat adalah
kunci keberhasilan dalam pekerjaan Tuhan. Saya mengalami dalam
merintis pelayanan, pada waktu memulai pelayanan yang hanya dimulai
dengan 2 keluarga dan pelayanan anak-anak belum ada waktu 11 tahun
yang lalu, Puji Tuhan sekarang sudah ada 12 keluarga dan 60 an
anak-anak.
Saya mengalami penerapan dalam pelayanan, jamaat Tuhan saya ajar
dengan Firman Tuhan, agar jangan mau mengkritik orang lain, kecuali
kritik yang membangun, dan Puji Tuhan sampai hari ini jemaat menurut
dan tidak ada pengkritik. Pernah saya sampaikan kepada jemaat bahwa
mengkritik orang adalah sama halnya dengan menghakimi orang lain.
Kalau saya mendengar jemaat lagi ngobrol, dan obrolan yang terlalu
memdalam ngomongin orang lain maka saya nasehati, agar jangan
mengurusi dan ngomongin orang.
Saya melakukan penerapan dalam pelayanan, tentang profil
kehidupan kita ditentukan dari apa yang kita pikirkan. Saya katakan
kepada jemaat : Hati-hatilah dengan pikiranmu, karena hal itu akan
menjadi perkataan. Hati-hatilah dengan perkataanmu, karena hal itu
akan menjadi tindakan. Hati-hatilah dengan tindakanmu, karena hal itu
akan menjadi kebiasaan. Hati-hatilah dengan kebiasaanmu, karena hal
itu akan menjadi karakter. Hati-hatilah dengan karaktermu, karena hal
itu akan menjadi masa depanmu. Ungkapan ini di katakan oleh Joice
Mayer. Sesuai dengan Firman Tuhan dalam filipi 4:8 dan kolose 3:1-4,
maka kita akan mengalami pembaharuan pikiran kalau kita mengisi
pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan.
Saya melakukan penerapan dalam pelayanan, bagaimana memperoleh
kerja sama. Pengalaman bersama dengan jemaat, bahwa ada yang sudah
kami kerjakan bersama dengan kerja sama, misalnya : pada waktu
merayakan natal, merayakan paskah, merenovasi tempat ibadah, pada saat
ada jemaat yang berduka, dan banyak hal lainnya. Kerja sama sangat
penting dalam kehidupan berjemaat, karena saling membutuhkan satu
dengan yang lain. Oleh karena orang lain membutuhkan kita maka kitapun
membutuhkan orang lain, kebutuhan kita terpenuhi melalui orang lain.
Dalam kehidupan sosiologi, bahwa kita tidak tidak bisa hidup sendiri
tanpa orang lain, kita perlu membangun hubungan dengan banyak orang,
dalam segala segi kehidupan dan lapisan masyarakat. Tuhan Yesus datang
ke dunia ini untuk menyelamatkan semua orang, tidak memandang apa
bangsanya, sukunya, agamanya, negaranya dan apa benuanya, yang jelas
bahwa manusia memerlukan keselamatan dan memerlukan Juru Selamat yaitu
YESUS.
TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI

25 April 2013

PERTOLONGAN DI SETIAP PERSIMPANGAN JALAN

Tugas Kelopok : Artikel
Nama : Martinus, Marni, Railon
Sumber : majalah Bahana hlm. 12-13

PERTOLONGAN DI SETIAP PERSIMPANGAN JALAN

Kesulitan hidup mengajar Berliana Renta Simangunsong tak bosan
berjuang. Berjalan berkilo-kilo meter mendatangi rumah-rumah, mencari
dan membeli pakaian bekas. Menjualnya kembali ke pasar tanah Abang.
Setelah 11 tahun, tiga tahun lalu, Renta memiliki 2 kios yang saban
hari didatangi orang-orang yang bekerja seperti dirinya beberapa tahun
lalu.

Sering peristiwa buruk datang tak terduga. Keadaan yang nyaman,
tiba-tiba berubah menjadi sebaliknya. Setelah menika tiga tahun, suami
Renta Samuel Lewerissa yang bekerja dibagian perusahaan minyak di
Dumai tersandung PHK tanpa sebab yang jelas. Yang melakukan
ketidakjujuran temannya, tetapi suaminya yang kena imbas. Oleh
beberapa orang suaminya disuruh klarifikasi dan minta maaf tapi dia
tidak mau. Dia tidak mau minta maaf untuk kesalahan yang tak
dilakukannya. Keuangan keluarga ini terguncang karena selama ini
penghasilan Samuel lumayan besar. Sedangkan istrinya tidak bekerja
Karena dia hanya sebagai ibu rumah tangga.

Kemudian keluarga ibu Renta pindah ke Jakarta dengan maksud mencari
kehidupan yang lebih baik. Mereka tinggal bersama-sama kakak laki-laki
Samuel, suaminya. Keadaan ekonomi saudara Samuel lumayan baik. Samuel
dicarikan saudaranya pekerjaan tetapi selalu tidak betah dan akhirnya
dia selalu bertengkar dengan istrinya. Karena Renta berputus asa,
Renta nekat bunuh diri dengan cara minum racun.Tetapi syukur jiwa
Renta tertolong oleh seorang yang mengenalinya pada saat melihat renta
sedang pingsan. Kemudian Renta dilarikan kerumah sakit Cipto
Mangunkusumo selama 3 minggu. Kulit dan bibirnya mengelupas serta
pipinya terasa panas kemudian renta meminta ampun kepada Tuhan karena
ia menyadari apa dia lakukan adalah tindakan yang bodoh.

Ketika keadaan sudah mulai membaik, ibu Renta mengambil komitmen
untuk berjualan dengan modal seadanya. Setelah itu suami dan
anak-anaknya datang lagi karena sakit komplikasi diusus, ginjal, dan
liver, pada akhirnya suaminya meninggal. Renta berpikir akan pulang
kampung, tetapi kakak dari suaminya menawarkan untuk tetap tinggal di
Jakarta dan mereka bersedia untuk membiayai kehidupan seharai-hari dan
biaya sekolah anak-anaknya. Tetapi, kenyataan yang dihadapi oleh Renta
dan anak-anaknya tidak seperti yang dijanjikan. Kemudian Renta dan
anak-anaknya pamit dari keluarga Samuel, dengan berjalan kaki melewati
jembatan kalisari air matanya terus jatuh, anak-anaknya mengeluh
lapar. Kemudian dia mengajak kelima anaknya untuk berhenti dan
berpikir untuk menyuburkan diri bersama kelima anaknya. Namun
terdengar suara yang mencegah tidakan nekat itu dan ia ingat pada
Tuhan. Kemudian mereka naik bus karena tempat duduk penuh mereka
berdiri serta anak-anaknya terus meminta makan. Renta terus menangis
sesenggukan.

Penumpang mulai turun, seorang ibu Parubaya menawari duduk
disebelahnya dan bertanya kenapa kamu menangis? Renta bercerita.
Kemudian ibu itu berkata jangan kamu menangis, disinilah kita
dipertemukan Tuhan. Percaya saja kamu pada Tuhan, Dia pasti menolong.
Kemudian mereka turun ibu Renta dan anak-anaknya, diajak makan oleh
seorang ibu tadi dan mereka diberi uang taksi Rp 300.000.
Dengan uang yang mereka dapatkan dari ibu itu, mereka pakai untuk
membeli baju-baju bekas,kemudian berkembang sampai ibu Renta bisa
membeli 2 kios seharga Rp. 60 juta. Dia beryukus atas pertolongan
Tuhan. Anak-naknya semua sekolah bahkan sudah ada yang bekerja.

Penderitaan apapun yang kita alami kita harus tahu bahwa Tuhan tidak
pernah meninggalkan kita sedetik pun, dan satu hal yang harus kita
tahu bahwa Tuhan mengijinkan masalah terjadi dalam kehidupan kita.
Namun Ia tidak pernah memberikan masalah diluar kemampuan kita. Dan
Tuhan dapat memakai siapa saja untuk dapat menolong kita.


KAWAN YANG SEJATI

Dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan semakin canggi dari
anak-anak sampai orang tua menikmati alat atau sarana hidup yang
semakin praktis, akses apa saja mudah dapat untuk mendapatkannya
itulah dunia maya. Ada seorang yang mengatakan bahwa dia mempunyai
banyak sekali teman didalam pergaulannya, dalam pekerjaannya, terlebih
di dalam face book, menurut FACE BOOK temannya sudah mencapai 448
orang.
Tetapi jumlah itu masih kalah dengan seberapa orang yang dia kenalnya,
mereka memiliki teman dari dunia maya lebih dari seribuh, dua ribuh
bahkan lima ribuh orang. Sehingga ada yang harus membuat akun kedua.
Hebat zaman sekarang betapa gampangnya memilki seorang teman tingal
add friend (teman), jalin komunikasi lewat comen, lewat chetting,
lantas hanya berlalu begitu saja, setelah dikatakan telah sebelumnya
bahwa teknologi hanya memudahkan segalanya. Yang penting hanya
melontarkan syafaan pembukaan berupa Hei, lagi ngapain?, apa kabar?,
dan syafaan lainnya.

Jika teman yang disapa sedang sibuk, biasanya ia tidak membalas,
tetapi itukan wajar saja, karena masih banyak teman yang bisa diajak
ngobrol sebagian besar orang hanya sebatas kita kenal, kita hanya
ingin menghabiskan waktu tukar pikiran, siapa tahu dapat pencerahan
baru dari interaksi tersebut.

Kehidupan ini seperti perjalanan panjang penuh dengan liku-liku,
tebing disisi dalam jurang disisi luar kadangkala jantung dipacu
sangat cepat ketika melewati belokan tajam,. Atau ketika menanjak
bukit terjal, menuruni lembah kelam. Tidak disangkali bahwa kita
membutuhkan teman yang baik, yang mau diajak ngobrol demi melenyapkan
ketakutan, Namun menyenangkan hati yang risau dan galau. Teman yang
mengajak kita menertawakan kegagalan-kegagagalan masa lalu, stabil
terus memandang optimis ke depan, namun, banyak jenis teman didunia
ini beberapa silih berganti datang dan pergi tanpa dibatasi waktu.

Beberapa menghilang disaat susah atau pergi disaat kita sibuk, ada
juga beberapa orang yang menghapus kita dari hidupnya seperti
segampang menghapus seseorang dari akun facebooknya. Penyebabnya
sangat sederhana hanya karena tidak sehati atau tidak saat
pandangan/pikiran, tapi ada satu Teman yang tetap setia dalam segala
situasi, baik diwaktu senang, susah, sibuk, dan segala aktifitas hidup
kita, waktunya tidak terbatas untuk selalu setia untuk menemani kita
Ia adalah Tuhan Yesus. Dialah yang setia penuh kasih, lemah lembut,
dan memberikan keselamatan hidup kita.

Sudahkah Anda menjadi teman-Nya? Cara sangat sederahana berdiam diri,
berdoa, dan menerimah Dia untuk menjadi pemimpin hidup kita.
















SETIA MELAYANI WALAU DALAM KETERBATASAN


Kitab suci mengatakan,"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk
dilayani, melainkan untuk melayani untuk memberikan nyawanya menjadi
tebusan bagi banyak orang". (Mat. 20:28), dengan Firman Tuhan ini
sangat jelas bahwa kita orang percaya memiliki tugas untuk mewartakan
kabar baik.
Melayani di daerah terpencil memang butuh kesiapan dan keberanian.
Selain itu, kepercayaan dan penyerahan total kepada Sang khalik, jadi
modal utama. Sejarah mencatat, meski terdengar banyak Martir yang
gugur, namun selalu ada beni-beni yang bertumbuh subur. Orang-orang
baru yang mengenal Tuhan bermunculan dimana-mana, lewat korban nyawa
yang telah dibayar mahal, banyak jiwa yang mengenal Dia yaitu Yesus
Kristus yang adalah tokoh sentral pembertaan Injil.
Sebuah kesaksian yang menarik dari seorang penulis artikel ini ketika
tahun 2001 setelah ia menyelesaikan kulia regular, dia diutus Yayan
Pelayanan di Desa Terpadu (PESAT), untuk pelayanan tahunan, yang
merupakan salah satu prasyarat untuk lulus program diploma 2. Tuhan
berkenan membuka tempat baginya di sebuah suku yang terletak di
perbatasan di Sulaweli tengah dan Provensi Gorontalo. Dia bersama
dengan tiga rekannya, masuk ke suku itu.
Mereka masuk suatu Desa yang sangat sepi jauh dari kota dan keramaian
transportasi sangat sulit MCK tidak tersedia, di tambah pemadaman
lampu yang terjadi setiap malam, setelah surya tenggelam semua
aktifitas harus berhenti, pada suatu malam, seperti hari-hari
sebelumnya dengan hawa dingin gelap gulita tanpa menyala lampu dia dan
seorang rekan perempuan memilih istirahat lebih awal.
Tiba-tiba, ketukan keras dan kasar dari luar di pintu depan , sangat
keras membuat mereka terbangun, muncul beberapa orang pemuda yang
belum pernah kenal sebelumnya. Dengan hitung menit saja, tiba-tiba
jumlah banyak orang yang berada di luar rumah bertambah banyak, entah
dari mana mereka berasal, situasi dan panik dan takut memenuhi
perasaan mereka seorang aparat desa mengatakan bahwa kami akan
melakukan pemeriksaan di rumah ini.saat kegaduhan terjadi dalam
kegelapan, terdengar suara dari luar bakar, bakar, bakar……..,
bakar..... terbersit diangannya, apakah ini akhir dari pelayananku
kepada Tuhan dalam langkah, dengan langkah, konta gontai,
tertatih-tatih, hati saat berteriak dalam kegelapan mengapa ini
terjadi? Lari………. Ada kata yang muncul dari dibenaknya. dia dan
seorang temannya keluar dari pintu belakang rumah. Tanpa menggunakan
sandalpun sudah tak terasa lagi. Melewati hutan kecil, semak beluk dan
pagar kawat menjadi pilihan kami.
Namun kekuatan dari Tuhan melingkupinya , sehingga timbul keberanian
dan kesanggupan yang luar biasa. Kemudian mereka kembali memutuskan
kembali ke rumah kontrakan itu, banyak orang disana, menanggu kedangan
mereka. Mereka diintrogasi didalam ruang tertutup, supaya massa jangan
masuk. Dalam situasi pelik seperti ini, Tuhan memakai salah seorang
perangkap Desa yang berpengaruh di desa itu sehingga dia menjadi
penengah diantara mereka.
Situasi panas dan mencekam dapat diredahkan atas pertolongan Tuhan
melalui bapak itu. Dengan situasi mereka mulai mencari solusi keluar
untuk mencari tempat lain di desa-desa sekitar.
kesimpulannya
Degan adanya cobaan yang kita alami banyak sekali pengalaman dan
pelajaran yang dapat kita petik. Bila melihat pelajaran dan peristiwa
yang dialami oleh penulis artikel ini kita dapat belajar bahwa Tuhan
hendak memperluas pelayanan kita dalam menjangkau jiwa-jiwa, untuk itu
jangan pernah mundur hanya karena tantangan.
Dalam situasi yang terjadi kesempatan untuk memberitakan injil tidak
pernah putus. Dengan demikian Tuhan pemberitaan injil dapat
disampaikan melalui apa yang menjadi keputusan kita.


Sumber : Majala Bahana
Halaman : 27.

Pasang Lambek “Kotoran bisa menjadi emas”

Nama kelompok : Marni & Theresia Tutik

Amati suatu daerah pelayanan, kembangkan daya pikir holistic saudara
kemudian rancangkan suatu model pelayanan holistik untuk menjawab
kebutuhan daerah pelayanan yang saudara amati.

Pasang Lambek "Kotoran bisa menjadi emas"
Daerah yang kami amati adalah daerah kami sendiri yaitu Kampung Pasang
Lambek. Arti dari nama Pasang Lambek Yaitu "Pasang" artinya lahan
kosong yang luas, sedangkan "Lambek" artinya panjang. Jadi dari arti
nama kampung tersebut sudah sangat jelas mempunyai potensi yang baik
untuk dikembangkan.

Kampung Pasang Lambek ini berada di lembah yang dikelilingi dengan
hutan dan gunung yang sangat subur. Hutan yang ada disekitar kampung
ini sangat kaya dengan sumber daya alam dan itu sudah dimanfaatkan
dengan baik. Dengan bercocoktanam misalnya, kopi, coklat, durian,
kemiri, langsat, jagung, padi ladang.
Namun di dalam kampung itu sendiri seperti dari arti namanya kurang
dimanfaatkan dengan baik karena masih banyak lahan yang sebenarnya
bisa dimanfaatkan namun tidak diolah dengan baik.

Salah satu faktor yang membuat mereka tidak mengolah lahan yang ada
disekitarnya adalah dengan alasan bahwa tanah tersebut kurang subur,
memang dulunya tanah yang ada sangat subur namun karena seringnya
menggunakan pupuk kimia akhirnya lama kelamaan tanah tersebut mulai
bergantung pada pupuk.

Masyarakat yang ada di kampung ini juga sepertinya sangat gengsi untuk
memanfaatkan kotoran-kotoran yang ada seperti kotoran babi dan kerbau.
Sebenarnya kotoran-kotoran ini bisa digunakan sebagai pupuk organic
namun karena gengsi mereka dan juga pemahaman mereka yang sangat
kurang akhirnya mereka tidak bisa melihat potensi yang ada pada
kotoran tersebut.

Dari permasalahan di atas kami merencanakan dengan apa yang sudah kami
dapatkan di SAPPI. Kami akan memulai pelayanan kami dengan
memanfaatkan hal-hal yang tidak dianggap oleh masyarakat, khususnya
dalam pemanfaatan kotoran-kotoran hewan (babi, kerbau) untuk bisa
digunakan sebagai pupuk organik dan juga biogas. Selain itu banyak hal
yang dapat dikembangkan dari hasil pertanian, misalnya pemanfaatan
jahe karena selama ini jahe hanya digunakan sebagai rempah-rempah dan
minuman sara'ba.

10 April 2013

MENGATASI STRES

CARA APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENGATASI STRES PADA ANAK-ANAK.

Mungkinkah anak anak yang masih sangat mudah stress?

Perlu dipahami bahwa, stress bukanlah penyakit, namun potensial
menimbulkan gangguan kesehatan badan maupun jiwa. Dan apa itu stress,
stress adalah suatu kondisi yang kita alami yang menuntut kita
menyesuaikan diri secara cepat terhadap kondisi itu. Stress bisa
terjadi kapan dan dimana saja,bila kita tidak mampu mengatasi atau
menyesuaikan diri terhadap keadaan ini karena beban yang kita rasakan
terlalu berat, maka mungkin saja kita akan menderita beberapa
gangguan, baik perilaku atau fisik.

Kondisi stress diluar kemampuannya untuk menahan, terjadi perubahan
tingkah laku yang mengarah kepada kemunduran.

Penyebab stress pada anak

Cukup banyak kondisi yang di tanggapi biasa-biasa saja oleh orang
dewasa ternyata membawa dampak buruk bagi anak- anak. Meskipun
demikian, beberapa kondisi yang dialami sebagai stress bagi orang
dewasa dapat juga dialami sebagai stress bagi anak-anak.

Stress pada tingkat sedang dapat dialami oleh anak yang harus pindah
rumah atau pindah sekolah. Anak yang terpaksa menerima kenyataan akan
kelahiran adiknya juga akan mengalami stres.sedangkan kondisi stres
tingkat berat dapat dialami anak yang harus dioperasi dan menginap di
rumah sakit.

Berbagai kondisi didalam keluarga secara potensial menciptakan stres
bagi anak. Kondisi stres yang berat dialami anak yang orang tuanya
bercerai, karena anak seakan tercabik dan kehilangan rasa percaya
terhadap dunia tempat ia berlindung.

Membantu anak mengatasi stress.

Hidup anak-anak sangat bergantung pada orang dewasa disekitarnya, maka
perang orang tua sangat penting artinya dalam membantu anak menghadapi
stress.

Saran bagi orang tua penulis

Pertumbuhan anak sangat bergantung pada orang tua sehingga orang tua
harus mendidik anak merawat anak dengan penuh kasih.

Saran bagi kita sebagai calon hamba Tuhan

Belajar dan memahami apa itu misi kita dan apa yang harus kita
rangcangkan dan apa yang akan di prioritaskan dalam lading pelayanan
kita masing-masing marilah kita renungkan itu bersama-sama dan lakukan
itu dengan penuh tanggung jawab yang didasari dengan kasih.

Kesimpulan

Dilihat dari apa yang penulis paparkan diatas maka penulis memberikan
kesimpulan bahwa pelayanan anak bukanlah tugas yang biasa-biasa saja
tetapi itu adalah tugas yang mendasar dalam pelayanan kita mengapa
penulis mengatakan demikian karena anak-anak ini yang akan menjadi
penerus gereja.

8 April 2013

Diskusi Kelompok MK Teologi Kontekstual

Diskusikan:

Amati suatu daerah pelayanan (budaya, agama, pola hidup, sosial, politik, dll), kemudian rancangkan suatu model pelayanan kontekstual untuk menjembatani atau mempertemukan akan kebutuhan Injil (teks) di daerah pelayanan yang saudara amati (konteks).

Catatan:
* diskusikan di perpustakaan.
* setelah selesai diskusi presentasikan dikelas.
* waktu diskusi 45 menit.
* hasil diskusi kirim ke: adrianuspasasa@gmail.com

Hasil Diskusi

Kelompok: Papua (Maekel dan Efraim)


Pelayanan Kontekstualisasi SUKU PAPUA; Suku Dani

Latar Beakang Suku Dani
Budaya: masih sangat mistis, misalnya budaya Potong Jari yang  maknanya  sebagai wujud dari tanda kasih sayang kepada keluarga yang dicintai yang telah meninggal dunia.
Agama: mayoritas animism; Kristen belum seberapa
Pola hidup: berladang berpindah-pindah
Sosial: masih mempertahankan kesukuan satu dengan yang lain; atau bagi yang belum percaya hubugan social sangat tertutup
Politik: ingin memisahakan diri dari negara RI; Balas dendam antar suku masih kuat.
Dengan latar belakang Suku Dani di atas kami aka mencoba merancang model pelayanan secara kontekstual dengan metode dalam bentuk  “Pendekatan Step by Step”
Dengan berupaya mendalami dan mempelajari semua unsur dalam masarakat di atas secara step by step, besar harapan kami pelan tapi pasti akan memungkinkan kami dapat memahami baik dari segi bahasa, pergaulan social, poal hidup, keyakian, adat istiadat  maupun  dalam unsur politik. kemudian, setelah itu kami mulai terlibat dalam pola hidup mereka tanpa harus mengikuti pola hidup yang bertentangan dengan Injil.
Contoh pendekatan dalam unsur budaya Potong jari yang dimaknai sebagai tanda kasih sayang kepada keluarga yang dicintai yang telah meninggal. Akan hal ini Kami akan mencoba memberikan pemahaman bahwa kasih sayang tidak perlu dinyatakan melalui  dengan cara mengorbankan anggota tubuh seperti potong  jari. Dan kasih sayang kepada orang yang dicintai tidak ada faedanya jika dilakukan kepada orang yang sudah maninggal. Dan kasih sayang yang sejati hanya bisa didapatkan dalam Kristus . hanya melalui pengorbanan Kirstuslah  Kasih yang sejati itu dapat diwujudkan. Seperti apa pun wujud pengorbanan kasih kita kepada orang lain tanpa didasari kasih kristus tetapi  dengan motif hanya sebagai balas jasa kita kepada orang yang kita kasihi dan telah meninggal, maka  pengorbanan yang kita lakukan itu sia-sia saja.  sehingga katika kita  mewujudkan kasih kita kepada orang yang dikasihi, tidak harus dengan potong jari dan tidak perlu menunggu sampai mereka meninggal. Tetapi harusnya kasih kita dapat diwujudkan kepada orang-orang hidup yang ada di sekitar kita melalui perhatian atau kepedulian atau pertolongan disaat mereka membutuhkannya.

7 April 2013

Diskusi Kelompok MK Misi Holistik

Diskusikan:


Amati suatu daerah pelayanan (berdasarkan kelompok yang sudah di bagi), kembangkan daya pikir holistik saudara kemudian Rancangkan suatu model pelayanan holistik untuk menjawab kebutuhan daerah pelayanan yang saudara amati.

catatan:
* diskusikan di perpustakaan.
* setelah selesai diskusi presentasikan di kelas.
* waktu diskusi: 10.35-11.10
* hasil diskusi kirim ke: adrianuspasasa@gmail.com

5 Maret 2013

Pandangan Humanisme


 BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang masalah.

Kekristenan sepanjang abad perkembangannya mendapatkan tantangan dari berbagai ajaran dan pandangan hidup, baik tantangan yang diterima dari luar berupa agama-agama dan ajaran lain, maupun tantangan yang diterima dari kalangan Kristen sendiri. Tantangan itu adakalanya begitu kuat sehingga banyak orang Kristen yang mengorbankan iman serta kasihnya yang mula-mula kepada Kristus.
Namun banyak Kristen yang mengalami tantangan yang sangat besar dengan iman yang teguh ia rela mati sebagai martir. Dalam keadaan teknologi yang sangat pesat, banyak orang yang mengalami kekosongan di dalam hati, sehingga banyak orang yang mencari-cari akan kedamaian itu, bahkan mencari akan kebahagiaan di dalam hati dan pikiran.
Sehingga banyak gerakan-gerakan yang seakan-akan benar tetapi salah. Ajaran-ajaran yang dikutip dari kekristenan hanya saja salah menanggap, dan akhirnya ajaran tersebut menyebar dan semakin lama, semakin berkembang akan ajaran yang salah. Akhirnya ajaran tersebut menyatakan diri sebagai agama.
Pandangan universalisme juga memasuki kekeristenan melalui buku-buku dan khotbah beberapa pendeta. Pandangan itu beranggapan bahwa semua agama pada dasarnya sama dan keselamatan Allah diberikan kepada semua manusia melalui semua agama. Pandangan itu memang menarik dan salah satu bentuknya dapat dilihat melalui pengaruh paham masa kini yang terkenal dengan istilah popular Zaman Baru (New Age). Zaman Baru bukan saja menyatakan diri pula dalam berbagai payung ilmu pengetahuan, baik sosiologi, teologi, fisika, kedokteran, antropologi, sejarah, gerakan pengembangan pribadi, olahraga, maupun fiksi sains.




B.   Rumusan masalah
·         Apa yang mendorong berkembangnya Humanisme dan Gerakan Zaman Baru?
·         Bagaimana Alkitab memberikan jawaban atas Humanisme dan Gerakan Zaman Baru?

C.   Tujuan penulisan

a.       Tujuan umum:
1.      Mempelajari sajarah dan perkembangan Humanisme dan Gerekan Jaman Baru.
2.      Menjadi bahan pertimbangan bagi orang Kristen terhadap Humanisme dan Gerakan Jaman Baru.

b.      Tujuan khusus.
1.      Untuk masukan bagi penulis tentang Humanisme dan Gerakan Zaman Baru.
2.      Untuk bahan diskusi civitas akademis STTC.
3.      Untuk masukan bagi yang membaca tulisan ini.


 
BAB II.
Pandangan Umum Terhadap Humanisme Dan Zaman Gerakan Baru
A.   Munculnya Humanisme
Latar belakang timbulnya Humanisme sebenarnya disebabkan oleh tekanan-tekanan atas kebebasan manusia yang dilakukan oleh para penguasa dan pemuka agama pada abad-abad pertengahan di Eropa. Humanisme sudah dikenal dan meluas sejak zaman perkembangan falsafah Yunani, yaitu dalam pemikiran Socrates dan para Sophis.
Namun memang Humanisme memang baru secara umum dikenal melalui perkembangan di Eropa sekitar abad-abad ke-15 dan 16 sejalan dengan gerakan sejarah yang lebih dikenal dengan renaisans. Sejalan dengan perkembangan Rasionalisme pada abad-abad ke-17 dan 18, maka Humanisme lama itu berkembang menjadi beberapa bentuk Humanisme. Sampai pada abad ke-20, Humanisme dalam bentuknya yang lebih modern berkembang dengan nama Humanisme sekuler 

B.     Inti ajaran
Humanisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa manusia dapat memahami dunia serta keseluruhan realita dengan menggunakan pengalaman dan nilai-nilai kemanusiaan bersama. Kita bisa hidup baik tanpa agama sekalipun. Para Humanis berusaha menciptakan yang terbaik bagi kehidupan dengan menciptakan makna dan tujuan bagi diri sendiri. 
Tokoh besar dari Humanisme adalah Erasmus dari Rotterdam, yang pernah bersahabat dengan Martin Luther.
Humanisme berpusatkan manusia dan tidak menerima hakikat Tuhan adikodrati di atas manusia, gerakan ini pada prinsipnya merupakan kecenderungan untuk "menggali potensi manusia dan alam secara mandiri " sejalan dengan nafas "kembali ke sumber" yang berarti pula sebagai "kelahiran kembali kebudayaan dan kesenian kuno" beberapa bentuk humanisme yang menekankan aspek antara lain Humanisme Rasional, Humanisme Evolusi, atau Humanisme Naturalis. Kemudian berkembang Humanisme Sekuler dan bercampur baur dan bergeser menjadi Humanisme Baru ( New Humanism), yang timbul sebagai bagian dari Gerakan Zaman  Baru dalam arti kata yang luas.
1.      Humanisme Lama
Tokoh yang terkenal menganut paham ini bernama Desiderus Eramus (1469-1536), yang sering disebut dengan bapak Humanisme. Erasmus adalah seseorang yang sebetulnya terbuka dan menerima kebajikan manusia seperti yang diceritakan dalam injil, dan menjadikan Yesus sebagai tokoh manusia yang ideal hingga kemudian menolak hal-hal ilahi dalam injil, pandangan takhayul adat gereja, yang umumnya bersifat terlalu dogmatis dan otoriter pada masa itu.
Erasmus sedih melihat kehidupan aliran-aliran agama Kristen yang saling memusuhi, itulah sebabnya, dapat dimaklumi kalau akhirnya ia lebih memilih Humanisme sebagai suatu pilihan pandangan hidup yang dianggap lebih manusiawi disbanding aliran-aliran Kristen yang ada pada masa itu.
Francis Bacon, filsuf dan ilmuan yang merintis jalan pada penyelidikan alam yang akurat meskipun begitu Bacon tidak mau secara radikan melepaskan diri dari ajaran-ajaran agam tertentu. Thomas Hobbeslah yang secara tuntas menerobos  batas itu dan mengembangkan filsafat ilmu pengetahuan yang materialistis, yang melepaskan diri dari agama yang kemudian diteruskan oleh pemikir lainnya seperti Rene Descrates, yang manusia dengan akal budinya sebagai pusat ilmu pengetahuan semesta.
Paham itu berkembang terus meresapi dunia pemikiran manusia, dan kemudian muncul dalam aliran-aliran pemikiran pada abad-abad berikutnya dalam bentuk Humanisme Rasional, sperti Positivisme dan Pencerahan, dan yang mempunyai konotasi mirip dalam bentuk paham “Humanisme Evolusi” atau “Humanisme Naturalis”, seperti yang dipelopori oleh Julian Huxley.
Descrates yang dianggap sebagai bapak Rasionalisme, memang menonjolkan akal budi sebagai pusat kemampuan manusia, sedang Frederich Nietsche dan Aguste Comte, tokoh Neo-Positivisme, mempopulerkan “Agama Humanisme”, yaitu Tuhan diturunkan dari tahkta-Nya dan manusia ditempatkan sebagai pusat.
Dari Humanisme itulah mulai tumbuh suatu sikap bahwa manusia harus mencari jalan hidupnya sendiri, dan banyak orang Humanis akhirnya menyangkal adanya Allah (ateisme).
2.      Humanisme sekuler
Bangkitnya humanisme di Amerika sesudah Perang Dunia I, Humanisme sekuler meruoakan gerakan budaya dan intelektual, yang pada prinsipnya ingin menjelaskan keberadaan manusia tanpa ada sangkut pautnya dengan Tuhan.Menurut Yohanes Verkuyl, ahli teologi terkenal itu, disebut sebagai “suatu sifat yang hanya berorientasi pada dunia ini (saeculum, dan menolak serta mengabaikan dunia kekekalan (aeternum)”. Pada prinsipnya Humanisme Sekuler merupakan paham budaya dan pemikiran mengenai hidup yang didasarkan sikap “menolak Tuhan dan hal-hal yang bersifat adikodrati”, dan menggantikannya dengan “diri sendiri (self), ilmu pengetahuan (science), dan kemajuan (progress)”. Pandangan-pandangannya antara lain:
“Tidak ada allah yang bisa menyelamatkan manusia. Manusia harus menyelamatkan dirinya sendiri! Akal budi dan kepandaian adalah alat yang paling ampuh yang dimiliki oleh umat manusia.”
Contoh pandangan Humanisme Sekuler dapat dilihat dari ucapan-ucapan para tokohnya yang dimuat dalam majalah Humanist di Amerika serikat, seperti yang diucapkan oleh Kurt Vonnegut. Berdasarkan pandangan Humanis itu, soal seperti aborsi, kumpul kebo, membunuh, ketidakadilan, kejahatan dan penyimpangan-penyimpangan etis lainnya dianggap sebagai urusan kemutlakan di luar dirinya, baik itu berupa ajaran agama maupun peraturan-peraturan social. Bagaimanapun sikap kita mengahadapi paham itu, ternyata paham itu telah menguasai pemikiran manusia modern, baik melalui media massa, buku-buku dan pendidikan di universitas, maupun melalui pergaulan antarmanusia, baik itu diakui secara nyata maupun diterima tanpa sadar.
3.      Humanisme Kosmis
Humanism sekuler yang makin menonjol, berkembang juga gerakan baru yang disebut sebagai “ Gerakan Zaman Baru” dalam banyak bentuknya, yang seakan-akan mengiringi pandangan Rasionalisme dan Humanisme Sekuler yang banyak di anut oleh manusia pada masa kini. Oleh karena itu, gerakan itu juga disebut orang sebagai Humanisme Kosmis atau Humanisme Baru. Pada prinsipnya, Humanisme Kosmis itu berlawanan dengan praktik-praktik yang rasional dan materialistis sebab di sana di tekankan pengalaman-pengalaman kemanusiaan yang bersifat mistis dan kosmis. Hal itu sangat menarik manusia karena menawarkan hal-hal yang tidak dapat dipenuhi oleh Rasionalisme dan Materialisme yang mendominasi dunia teknologi masa kini. Pandangan yang dianut di sana mengikuti paham mistis dari Stoa, yaitu adanya anggapan bahwa manusia mempunyai roh semesta yang sama, yang disebutkan sebagai Tuhan dan agama-agama dunia hanya merupakan bentuk-bentuk manifestasi dari " Yang Satu  " itu. Itilah Tuhan yang dipakai sering diganti dengan istilah "Tuhan" yang dipakai sering diganti dengan istilah "Yang Satu", istilah yang jelas artinya berbeda dengan istilah Tuhan dalam Alkitab. Dalam Humanisme Lama sampai Humanisme Baru, dijumpai napas pemberontakan manusia terhadap Tuhan manusia ingin membebaskan dirinya dari kuasa di atas dirinya. Humanisme Kosmis, khususnya, mempunyai kesamaan erat dengan Humanisme Sekuler karena keduanya mengakui bahwa hanya ada satu realitas dalam alam semesta ini (monisme).


Gerakan Zaman Baru

Gerakan Zaman Baru atau New Age Movement dalam bahasa Inggris, merupakan suatu gerakan spontan yang menyebar ke seluruh dunia dalam waktu tiga dasawarsa terakhir, yaitu sejak dasawarsa 1960-an.
Gerakan Zaman Baru adalah kebangkitan kembali secara modern agama-agama dan tradisi-tradisi kuno, terutama yang berasal dari Timur ( oriental), yang mempengaruhi kebudayaan umum dalam bentuk kebatinan Timuru, filsfat modern psikologi, sains, termasuk fiksi sains (science fiction), dan kontra kultur sekitar tahun 1960-an. Yang mendasari pengaruh-pengaruh itu adalah pengertian Gerakan Zaman Baru mengenai pikiran / jiwa manusia.

Sejarah Perkembangan

Sepanjang sejarah, dalam bermacam-macam bentuk, paham kebatinan/mistik selalu timbul, baik secara mandiri, bercampur dengan agam-agama, maupun menjadi bagian dari agama-agama, maupun menjadi bagian dari agama-agama tertentu. Di awal abad ke-18 dikenal The Transcendental Movement yang dipengaruhi oleh hikmat dari Timur dan di populerkan oleh filsuf-filsuf, seperti Henry David Thoreau dan Ralph Waldo Emerson. Sebutan New Age mulai populer berkat pengaruh lagu yang berlirik mistis berjudul  "Age of Aquarius " pada th 1960-an. Istilah New Age mulai secara terbuka menjadi istilah umum. Sejak tahun 1970-an setelah terbitnya buku karangan Mark Satin yang berjudul New Age Politics dan beredarnya jurnal "New Age journal" di Amerika Serikat, kemudian di susul buku dari Marilyn Ferguson yang berjudul Aquarian Conspiracy.

Hakikat ajaran Gerakan Zaman Baru ada beberapa pokok ajarannya
1.      Wahyu
Gerakan Zaman Baru mempercayai adanya wahyu yang khusus dan terus menerus dari kekuatan/misteri semesta (makrokosmos), kepada manusia ( mikrokosmos) melalui perantara-perantara ( mediator), sperti nabi-nabi agama medium, channeler, dukun yang dalam kepercayaan Hindu disebut Avatar (ingat ajaran Sai Baba).
2.      Tuhan
Pandangan mengenai Tuhan adalah bersifat panteis, yang mempercayai bahwa semua adalah Tuhan dan Tuhan adalah semua. Yang disebut Tuhan tidak lain adalah suatu kekuatan (power/force), kesadaran, atau energy kosmis yang tidak berpribadi (makrokosmos), dan manusia adalah bagian kecil dari kekuatan/energy kosmis itu (mikrokosmos). Manusia memiliki medan energy itu, yang disebut aura. Aura itu harus memancarkan energy kosmis. Bila seseorang meninggal, aura itu kembali berkumpul ke sumbernya. Yang mereka sebut sebagai Tuhan ( kekuatan semesta ) pada dasarnya baik dan menjadi sumber kebaikan (monism), tetapi sekaligus mempunyai sisi terang maupun gelap dirinya ( ingat konsep Yin dan Yang dalam Taoisme).
3.      Mesias
Pandangan mengenai mesias mirip dengan pandangan tentang Kristus. Namun, gerakan zaman baru percaya akan hadirnya seorang manusia tokoh dunia yang bersifat mistik, dan okultis, yang akan menjadi tokoh pemersatu dunia dan penggerak dunia ke arah pembangunan suatu tata dunia baru. Tokoh mesianis itu merupakan akhir dari kehadiran para Avatar atau tokoh agama, yang akan muncul pada zaman keemasan di akhir zaman Aquarius.
4.      Setan
Tidak percaya adanya setan. Yang disebut setan adalah aspek negative dari keahlian, aspek negatif dari kekuatan semesta itu. Pengertiannya ialah bahwa timbulnya apa yang disebut setan bila terjadi ketidakseimbangan atau ketidakharmonisan kosmis itu. Jadi, tidaak diakaui adanya setan yang berpribadi.
5.      Manusia adalah bagian kecil ( mikrokosmos ) dari energy kosmis ( makrokosmos) dan mempunyai sifat ilahi dalam dirinya. Dapat dikatakan bahwa manusia adalah ilah juga ilah karena itu, manusia pada dasarnya baik (All is one. We are all one. All is God. We are God). Hubungan manusia dengan Tuhan dilakukan dengan meditasi, yang berarti menyatukan diri dengan sumber asalnya.
6.      Iman
Iman dalam pengertian agama yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya, menurut dalam Gerakan Zaman Baru adalah sebagai potensi manusia yang berupa energy dalam dirinya. Jadi, sifatnya subjektif karena merupakan aspek kehendak manusia atau motivasi manusia itu sendiri.
7.      Bila dalam agama di kenal doa yang merupakan usaha menjalin hubungan/berdialog dengan Tuhan, dalam gerakan zaman baru hanya dikenal meditasi atau perenungan/konsentrasi. Maksudnya adalah untuk menyatukan diri dengan hakikat roh semesta.
8.      Dosa dan keselamatan
Tidak ada pengertian dosa dalam Gerakan Zaman Baru. Manusia pada dasarnya baik. Adapun yang disebut kejahatan, itu hanyalah ketidakseimbangan roh dalam dirinya.
9.      Agama
Sebenarnya yang disebut agama itu adalah jalan menuju Yang Satu itu, yaitu jalan menuju roh semesta.
10.  Hal-hal akhir
Pada umumnya, pandangan Gerakan Zaman Baru berusahalah kearah tata dunia baru dan persatuan dari pelbagai budaya, agama dan Negara.


C.   Dampak
Gerakan Zaman Baru dan Humanisme , disadari atau tidak, pada masa kini dengan mudah dapat dijumpai dalam bentuk, adanya kebangkita kembali paham panteisme seperti Hinduisme, Buddhisme, Taoisme, kebatinan, dan perdukunan. Dipopulerkan melalui penyebaran buku-buku seperti Yoga, Transcendental Meditation, Zen Buddhisme, Tai Chi, Wai Tan Kung, Chi Kung, dan juga buku-buku primbon, astrologi, Feng Shui dan lain-lain. Buku ini mudah untuk ditemukan di toko-toko buku. Belakangan ini malah mengelu-elukan ajaran Timur. Masa kini psikologi modern sudah banyak memasukan ajaran-ajaran Zen dan kebatinan Timur dalam psikoterapi dan pandangannya, seperti dalam Transpersonal Psychology. Paham gerakan zaman baru  menyebar melalui media massa. Banyak film masa kini yang berfalsafahkan panteisme, yang seperti "star wars", cerita-cerita silat, bahkan, film serial “Kung Fu” dan kartun "ninja turtles".
Lagu pop dan rock bernafaskan pemujaan alam panteisme, yang di populerkan The Beatles dan musik pop lainnya. Kelompok Green Peace.
Senam-senam kesehatan dan meditasi yang dilakukan secara masal. Di Amerika serikat Transcendental Meditation, sedangkan di Indonesia, baik Tai Chi dan Wai Tan Kung, dan silat-silat tenaga dalam banyak dipopulerkan media massa. Pengobatan kebatinan seperti akupuntur, pijat refleksi, penyembuhan dengan prana, dan lain-lain.
Humanisme Lama secara positif ada hikmahnya,
Humanisme telah mengangkat kembali manusia dari kebodohan zamannya dan membuka jalan bagi manusia sehingga manusia dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya dalam amati gejala alam. Dengan makin bertambahnya penyelidikan akan alam, pengertian manusia akan alam bertambah banyak rahasia alam kemudian dapat kita ketahui melalui hasil karya pemikiran para ahli ilmu pengetahuan, seperti melalui hasil penemuan dan teori ilmu dari Nikolaus Copernicus, Galileo Galilee, Johan Kepler, dan Isaac Newton.
Disana kita dapat melihat bahwa humanism itu mengembalikan manusia pada rasa peri kemanusiaan.
 

BAB III

A.   Dasar-dasar Teologis
Bila dalam gerakan zaman baru usaha itu dilakukan dengan kekuatan manusia atau dengan cara mengaktualisasikan diri, di dalam Injil disebutkan bahwa hal itu merupakan anugrah Allah yang kita terima. Namun, lebih daripada itu, bila gerakan zaman baru berusaha menggali sifat keilahian itu dari dalam dirinya untuk dirinya sendiri, kuasa pembebasan Roh Kudus yang di karuniakan kepada manusia sifatnya adalah untuk dinyatakan kepada sesame manusia. Yesus berfirman, “ Barangsiapa haus, bikalah ia dating kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.’ Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya” (Yoh. 7:37-39).
Bila kita dengan tegas kembali kepada Allah, Yesus Kristus, dan firman-Nya, fakta sudah menunjukan bahwa kekristenan akan dikikis oleh gerakan itu. Oleh karena itu, tumbuh-nya gerakan zaman baru perlu memacu umat Kristen untuk lepas dari ketertinggalannya dan kembali kepada Allah.
Memang dalam Alkitab disebutkan bahwa bagi umat beriman dianugrahkan Roh Kudus dan kita tahu bahwa Roh Kudus mempunyai kuasa yang dapat kita minta. Perbedaannya dengan gerakan zaman baru adalah bahwa manusia itu sendirilah allah mikro yang berkuasa yang dimanifestasikan dalam istilah Atman Kudalini Chi, Ki, Kami, percikan ilahi, cahaya ilahi maupun dalam bentuk filosofis sebagai Human Power, Mind Power, Human Potential, dan lainnya, sedang Alkitab menyebutkan Roh Kudus adalah Allah yang hadir mendampingi kita sebagai Penolong dan Penghibur (Yoh. 14, 16). Kita memperoleh kuasa bukan karena kita mempunyai kuasa itu, atau kita dapat menimbulkan kuasa/kekuatan itu melalui latihan atau meditasi, melainkan kuasa itu diberikan oleh Roh Kudus kepada manusia yang percaya.
Apakah roh manusia itu sama dengan Roh Kudus di dalam kita? Jawabanya sudah jelas tidak! Roh Kudus adalah Roh Allah yang dikaruniakan kepada mereka yang percaya, dan bukan kita yang mengolah, tetapi Roh Kudus yang mengatur kita! (Kej. 2:7; Ayub. 33:4; 1 Korintus 6:19)
Mengenai meditasi atau konsentrasi, memang dalam Alkitab ada beberapa pengertian yang sama ( seperti dalam Maz. 77:12; 119:25, 27, 99, 48, 148) yang selalu berarti merenungkan perbuatan firman, janji, dan perintah Tuhan, sedangkan meditasi kebatinan adalah pengosongan dari untuk menyaukkan diri dengan roh semesta itu. Demikian juga dalam konsep roh dalam Alkitab, pengosongan diri dapat berarti mempersilahkan Roh Kudus untuk keluar, tetapi mengundang kuasa kegelapan untuk masuk (Mat. 12:43-45), dan itu berarti kematian rohani bagi kita (Roma 8:1-17).


B.   Analisa
Perbandingan gerakan zaman baru dan injil, Tuhan dalam ajaran Kristen Alkitabiah, Allah Bapa, Allah Roh berpribadi, baik suci dan pencipta. Sedangkan panteisme, kekuatan semesta, tidak berpribadi, baik dan jahat segala sesuatu. Mesias, Yesus Kristus juruselamat, penebus manusia sedangkan panteisme tokoh kebatinan, pemersatu, penggerak dunia. Setan, dalam Alkitab bapa pembohong, berpribadi, sumber kejahatan dan perusak sedangkan panteisme tidak mengakui adanya setan, melainkan adanya ketidakseimbangan roh, aspek jahat semesta, sifat negative. Manusia, sebagai ciptaan dan gambar Allah, yang jatuh kedalam dosa, Roh dan tubuh akan dibangkitkan sedangkan panteisme gerakan zaman baru, manusia adalah allah, dasarnya baik, Roh mikrokosmos, Reinkarnasi. Iman, dalam kuasa Allah, objektif, mencari kehendak Allah sedangkan panteisme potensi manusia, subjektif, dan kehendak manusia. Doa, dalam alkitab adalah hubungan dengan Allah, percakapan sedangkan panteisme gerakan zaman baru penyatuan diri, dan meditasi perenungan. Keselamatan dalam Alkitab, dari dosa karena augrah kemenangan atas dosa, sedangkan panteisme gerakan zaman baru  itu adalah ketidakharmonisan usaha manusia dan penguasaan diri.


 
BAB IV
Apologetika Terhadap Iman Kristen[2]
A.   Tinjauan dari Sudut Pandang Iman Kristen
Pengaruh Gerakan Zaman Baru memang sudah lama dikenal di kalangan Kristen. Meskipun hal itu tidak disadari sebagai bagian dari ajaran Zaman Baru, khususnya dalam aliran-aliran yang tumbuh di sekitar kekristenan, seperti teosofi dan Christian Science yang berkembang di Amerika pada aba yang lalu, kita sudah dapat mencium ajaran-ajaran Zaman Baru itu. Pada masa kini, bentuk Inner Healing dan praktik-praktik ibadah yang mirip dengan praktik perdukunan, yaitu dengan mencampuradukan ajaran-ajaran dan praktik-praktik “ Zaman Baru” tertentu dengan kekristenan (sinkretisme).
Dikalangan Kristen Tapanuli maupun Indonesia Timur, sering kepercayaan nenek moyang dan perdukunan dipraktikan berdampingan dengan ajaran Alkitab. Banyak orang Kristen menjadi anggota gereja, tetapi masih menyimpan jimat-jimat dan memelihara meja sembahyang. Demikian juga akhir-akhir ini di kalangan Kristen tertentu, praktik-praktik klenik juga dipraktikan, yang mempunyai kesamaan dengan praktik-praktik perdukunan kafir, seperti ramalan-ramalan dan sebagainya.
Karena kemiripan-kemiripan yang ada dan tanpa sadar seakan-akan merupakan ajaran Kristen yang benar itulah, umat Kristen perlu benar-benar menguji setiap ajaran itu berdasarkan “Firman Tuhan sendiri, yaitu Alkitab”, yang ditafsirkan secara kontekstual.
Seorang penginjil Inner Healing di Indonesia juga mengajarkan ajaran magis. Ia mengatakan bahwa luka batin dapat disembuhkan dengan pembacaan alkitab dan karunia lidah. Bahkan, roti perjamuan yang kita makan akan berubah menjadi daging Yesus ketika masuk di mulut dan akan menyembuhkan luka batin kita. Disana penginjil Inner Healing, dengan kekuatan doa dan karismanya, menjadi mediator penebusan Allah.
Kita menyadari bahwa pada peristiwa perjamuan malam, ketika Yesus mengatakan, “Inilah tubuh-Ku”, itu hanya dimaksudkan sebagai lambang sebab Yesus sendiri hadiir di situ, dan dengan “daging tangannya” sendiri ia memegang “roti” sebagai “lambang tubuhnya yang akan terpecah-pecah demi manusia”. Peristiwa pemecahan tubuh itu belum terjadi dan baru digenapi besoknya ketika Ia disalib. Lukas mengemukakan bahwa perjamuan malam itu ditujukan sebagai peringatan.


B.   Ditinjau dari Konsep Alkitab
Dalam alkitab soal-soal perdukunan denagan jelas dilarang (Kel 22 :18-20, Im. 19:31-20:6, 27, Ul. 18:9-13, Yes. 8:19-20) dan harus disingkirkan ( 1 Sam. 28:3,9). Bahkan, Yesaya mengingatkan bahwa dosa perdukunan adalah dosa besar yang mendatangkan murka Allah (Yes. 19:3-4). Oleh sebab itu, perlu disadari bahwa perdukunan tidak berada jauh dari kepercayaan kepada Tuhan, karena Saul tergoda pergi ke dukun di Endor setelah ia gagal berhubungan dengan Allah ( 1 Sam.28), yang merupakan kesalahan Saul yang terbesar (1 Taw. 10:13-14).
Sejarah perdukunan berjalan terus. Bahkan, dalam Perjanjian Baru, praktik-praktik itu masih sering terjadi sejalan dengan pemberitaan injil. Di Samaria Filipus berhadapan dengan Simon si penyihir (kis. 8:4-25). Paulus di Siprus menghadapi Baryesus, tukang sihir dan nabi palsu (Kis. 13-4-12), di Filipi mengahadapi perempuan petenung (Kis.16 :16-18), dan di Efesus mengahadapi tukang jampi Yahudi (Kis. 19 :13-20)
Bagaimana dengan gerakan senam kesehatan ? sering disebut bahwa gerakan itu tidak lain merupakan meditasi gerak, yaitu gerakan itu ditujukan untuk membangkitkan tenaga dalam. Gerakan-gerakan dalam Yoga merupakan tarian penyembahan kepada dewa matahari (surya namsakar), dan dalam taoisme merupakan tarian agung penyembahan dewa alam. Tuhan melarang kita menyembah Baal, dewa matahari/alam (Hak. 2 :11-13).
Dalam pengolahan kekuatan pikiran/mental kita pun harus berhati-hati agar "roh aku" tidak mendukakan Roh Kudus sebab Tuhan menghendaki agar kita dapat berseru seperti Paulus, Galatia 2 :19-20.
Pengolahan kekuatan pribadi/potensi manusia dapat membuat kita tidak peka terhadap kehadiran Roh Kudus yang karuniakan kepada kita. Lebih daripada itu, seseorang yang menganggap dirinya sendiri Tuhan, dengan sendirinya menolak dan mengusir Tuhan yang dikaruniakan kepadanya.
Ada pendapat bahwa mengikuti latihan Gerakan Zaman Baru, seperti Tai Chidan lainnya, tidak apa-apa selama kita tidak mengikuti aspek agamanya. Dalam hal itu, kita perlu waspada sebab meskipun tidak otomatis seseorang yang berlatih langsung jatuh, tetapi kenyataan menunjukan bahwa dengan berlatih, kita sudah "membuka diri" pada suatu dunia misteri yang membuka jalan masuk kepada dunia kuasa roh kegelapan.
Orang-orang yang mulai melatih Wai Tan Kung tanpa curiga banyak yang berangsur-angsur terseret, dimulai dengan kurang aktif dalam doa pagi atau kebaktian Minggu karena latihan bertepatan dengan waktu kebaktian. Bahkan, banyak yang kemudian terseret lebih jauh dengan ikut pergi ber-guru ke pusatnya di Taichung/Taiwan. Tai Chi dimulai dengan olahraga biasa yang menyegarkan, tetapi penulis buku Tai Chi Chuan sendiri, jusuf susanto, seorang katolik, akhirnya berguru ke kuil Zen di Jepang. Para pengikut Transcendental Meditation di Amerika banyak yang diseret upacara Hinduisme, dan kemudian pergi ke India untuk berguru. Gerakan zaman baru tidak memaksa perpaling Yesus secara langsung, bahkan mengatakan dapat diikuti oleh semua agama. Namun, perlahan-lahan, dan tanpa disadari, seseorang akan terseret semakin jauh.
Pengaruh gerakan zaman baru dapat juga memasuki kekristenan melalui sinkretisme yang menggunakan cara-cara kekristenan, tetapi sering juga menggunakan cara-cara yang mirip dengan gerakan zaman baru semacam perdukunan. Kita mengetahui bahwa sebagai saksi Tuhan, Tuhan mendampingi kita dengan Roh-Nya yang dikaruniakan kepada kita.
Dalam hubungan kita dengan Roh Kudus dengan kuasa-Nya, sering kita melupakan si Pemberi (Roh Allah) dan menonjolkan pemberian (karunia dan kuasa roh).

Catata :
1.      Mana daftar pustakanya ?
2.      Setelah membaca paper anda, saya melihat penulisannya tidak terstruktur, sehingga pembahasannya ke sana kemari, tidak fokus pada masalah humanisme.
3.      Kalau bisa sumbernya dicantumkan, kalau dapat dari internet cantumkan alamat link-nya, kalau dapat sumber dari buku, apa judulnya.
4.      Kalau sumbernya dari internet, jangan langsung dii copy paste, tapi dikalimatkan lagi walaupun intinya sama. Tetapi saya tetap menghargai usaha keras anda untuk membuat paper ini. Saya memberi nilai 78 (B)
 

BAB V. KESIMPULAN
Kesimpulan
Humanism disorot mulai dari perkembangannya pada abad-abad Renaisans dalam bentuk Humanisme lama, dan perkembanganya sampai abad ke-20 dalam bentuk humanisme sekuler dan humanisme kosmis, pokok-pokok ajarannya serta popularitasnya yang tinggi melalui penyebaran kesehatan holistic.
Kebatinan timur (orientalisme) merupakan dasar gerakan zaman baru. Oleh karena itu, sejarah mistik india perlu disimak termasuk yoga, transcendental meditation, dan sai baba belakang taoismenya dan pengaruhnya melalui latihan Tai Chi.
Kebatinan Indonesia kita lihat perkembanganya dimulai dari kepercayaan asli dan kebaytinan Jawa yang berkembang menjadi aliran kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang beragama besar di Indonesia, dan sedikit uraian mengenai silat-silat kebatinan di Indonesia.
Salah satu perpaduan humanism dan gerakan zaman baru dapat kita lihat dalam gerakan pengembagan pribadi sebagai manifestasi psikologi baru dengan ajaran kuncinya mengenai actualization. Perdukunan, yang mempunyai kemiripan, dilihat dari inti ajaran mengenai magi, spiritisme, serta peran dukun dan klenik yang merupakan praktik-praktik yang sudah merakyat di Indonesia.
Pengaruh humanism dan gerakan zaman baru juga dilihat dampaknya dalan apa yang disebut sebagai Kristen zaman baru. Suatu sinkretisme ajaran Kristen dengan kedua paham tersebut. Hal itu dapat dilihat dalam perkembangan teosofi dan Christian Science, yang kita lihat jejak-jejaknya dalam ajaran Inner Healing dan visualisasi dan pengaruh perdukunan dalam kekristenan.






[1] Ir.Herlianto, M.Th. Humanisme Dan Gerakan Zaman Baru, Bandung : Kalam Hidup.

KUMPULAN KOTBAH DAN PUJIAN PENYEMBAHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA

  LINK KUMPULAN KOTBAH / RENUNGAN FIRMAN TUHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA (PAS)   1.        HIDUP YANG SUDAH DIBAHARUI https://www.youtu...