Seseorang di segani dan di hormati bukan karena apa yang di perolehnya, Melainkan apa yang telah di berikannya. Tak berhasil bukan karena gagal tapi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mencoba lagi menjadi suatu keberhasilan hanya orang gagal yang merasa dirinya selalu berhasil dan tak mau belajar dari kegagalan

18 Maret 2013

Membuat kuisioner yang baik




Berikut ini merupakan cerita singkat untuk membuat kuisioner yang baik :
Kuisioner merupakan suatu alat untuk mengumpulkan data melalui daftar pertanyaan. Dengan kata lain kuisioner adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian yang biasanya terletak di fase pendahuluan sebuah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Jika yang menuliskan isian ke dalam kuisioner adalah responden, maka daftar pertanyaan tersebut dinamakan kuisioner.
1. Isi dari Kuisioner
    Kuisioner harus memiliki center perhatian, yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuisioner dapat berupa :
a) pertanyaan tentang fakta
b) pertanyaan tentang pendapat,
c) pertanyaan tentang persepsi diri.
2. Cara mengungkapkan Pertanyaan
    Walaupun sukar untuk menentukan suatu aturan yang dapat berlaku umum tentang cara mengungkapkan pertanyaan, beberapa petunjuk penting berkenaan dengan hal diatas perlu diketahui, antara lain :
a) jangan pergunakan perkataan yang sulit,
b) jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum,
c) hindarkan pertanyaan yang mendua arti (ambigus),
d) jangan gunakan kata yang samar-samar,
e) hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti,
f) hindarkan pertanyaan yang berdasarkan presumasi,
g) jangan membuat pertanyaan yang melakukan responden,
i) hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan,
j) gunakan bahasa yang mudah (perkataan dan kalimat harus sederhana)
k) gunakan istilah yang familiar bagi responden,
l) pertanyaan disusun secara sistematis (sederhana hingga kompleks)
* Untuk mendukung pertanyaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :
a) Nyatakan permohonan yang mengutamakan tentang perlunya jawaban      dari responden dan pentingnya responden dalam menjawab masalah           tersebut. Dalam hal ini :
     – nyatakan siapa yang melakukan penelitian (nama & instansi)
     – nyatakan mengapa studi harus dilaksanakan (tujuan)
     – nyatakan bahwa tanpa partisipasi responden, penelitian tersebut tidak         dapat dilaksanakan
b) Berikan cara mengisi kuisioner tersebut sejelas-jelasnya.
3. Jenis Pertanyaan
    Pertanyaan yang dibuat dalam kuisioner dapat memperoleh jawaban yang berjenis-jenis, atau menjurus kepada beberapa alternatif jawaban yang sudah diberikan lebih dahulu. Dalam hubungannya dengan leluasa tidaknya responden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, pertanyaan dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu pertanyaan berstruktur (tertutup) dan pertanyaan terbuka.
     – Pertanyaan Tertutup adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa           sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada beberapa         alternatif saja. Jawaban alternatif yang disarankan berjumlah ganjil.               Biasanya berjumlah 3, 5 dan 7.
     – Pertanyaan Terbuka adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa            dan jawaban serta cara pengungkapannya dapat bermacam-macam              sehingga responden memiliki kebebasan dalam menjawab pertanyaan        ini. Bentuk pertanyaan ini jarang digunakan.
Berikut ini contoh bentuk dari Kuisioner untuk Pertanyaan Tertutup :
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari
Dalam rangka Penelitian Tugas Akhir yang bertema Usulan Perbaikan Design Kemasan Mi Instant tipe A dengan Metode Rasionel, maka saya yang melakukan penelitian :
 Nama  : Bobbi Pratama
 No.Mhs  : 4046
 Program Studi : Teknik Industri
 Fakultas  : Teknologi Industri
 Universitas Atma Jaya Yogyakarta
memohon Bapak/Ibu/Saudara/Saudari berkenan untuk mengisi kuisioner berikut ini, karena tanpa partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian, penelitian ini tidak dapat dilaksanakan.
——————————————————————————————————–
Bagian I
DATA RESPONDEN
Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada kotak didepan informasi yang sesuai menurut Anda.
1. Jenis Kelamin
    ? Pria
    ? Wanita
2. Usia
    ? kurang dari 17 tahun
    ? antara 17 – 25 tahun
    ? antara 26 – 35 tahun
    ? antara 36 – 45 tahun
    ? lebih dari 45 tahun
3. Apakah anda pernah membeli Mi Instant?
    ? Ya
    ? Tidak
4. Dimana tempat anda bisa membeli Mi Instant?
    ? Warung
    ? Toko
    ? Minimarket
    ? Supermarket
    ? Lainnya, ________________
5. Berapa kalikah anda membeli Mi Instant dalam 1 bulan?
    ? kurang dari 1 kali
    ? 1 kali
    ? 2 kali
    ? 3 kali
    ? lebih dari 3 kali
Bagian II
PREFERENSI DAN PERSEPSI RESPONDEN
Bagian II.1  Preferensi Responden
Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada salah satu pilihan jawaban tingkat kepentingan yang sesuai preferensi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant dibawah ini.
Berikut ini merupakan daftar nilai refernsi :
1. Sangat Penting (STP)
2. Tidak Penting (TP)
3. Cukup Penting (CP)
4. Penting (P)
5. Sangat Penting (SP)
Bagian II.2 Persepsi Respoden
Petunjuk : Berikan nilai persepsi (skala 1-5) yang menunjukkan tingkat kepuasan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant di bawah ini.
Berikut ini adalah keterangan nilai persepsi ;
1 = Sangat Tidak Memuaskan
2 = Tidak Memuaskan
3 = Cukup Memuaskan
4 = Memuaskan
5 = Sangat Memuaskan
Contoh :
Bila pengisian seperti contoh diatas, maka Bapak/Ibu/Saudara/Saudari menganggap bahwa Kejelasan penulisan merk merupkan faktor yang sangat pentign bagi sebuah produk Mi Instant, dan berdasarkan persepsi anda untuk faktor kejelasan penulisan merk untuk kemasan A memiliki tingkat sangat memuaskan, kemasan B memiliki tingkat memuaskan, kemasan C memiliki tingkat cukup memuaskan, dan kemasan D memiliki tingkat cukup memuaskan.
Referensi :
Nazir, Moh. 2005. Metodologi Penelitian. Bogor

MERANCANG KUESIONER PENELITIAN

Dr. Suparyanto, M.Kes

MERANCANG KUESIONER PENELITIAN

Kompetensi Mata Kuliah:
  1. Instumen Penelitian
  2. Teknik pengumpulan data
  3. Macam Instrumen Penelitian
  4. Syarat Instrumen penelitian yang baik
  5. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
  6. Macam Kuesioner
  7. Syarat kuesioner yang baik
  8. Cara mengukur data kualitatif

Teknik Pengumpulan Data
  1. Pengukuran
  2. Pengamatan (observasi)
  3. Wawancara (interview)
  4. Angket/Kuesioner

Instrument Penelitian
  • Instrumen penelitian: adalah alat yang dipergunakan untuk mengumpulkan data:
  1. Angket / kuesioner
  2. Check List

Syarat Instrumen Penelitian:
  1. Akurasi (accuracy) → valid
  2. Presisi (precision) → reliabel
  3. Kepekaan (sensitivity) → teliti

  • Akurasi (validitas) → apakah instrumen tersebut benar benar dapat mengukur apa yang hendak diukur.
  • Presisi (reliability) → kemampuan memberikan kesesuaian hasil pada pengulangan pengukuran (ajeg)
  • Kepekaan (teliti) → mampu mengukur perubahan data yang semakin kecil (teliti), misalnya timbangan emas lebih peka dibanding timbangan beras

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
  • Uji Validitas adalah uji untuk membuktikan apakah instrumen penelitian valid
  • Uji Reliabilitas adalah uji untuk membuktikan apakah instrumen penelitian reliabel
  • Validitas adalah tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan.
  • Intrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137).
  • Teknik untuk mengukur validitas kuesioner adalah sebagai berikut dengan menghitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan skor total, memakai rumus korelasi product moment
  • Item Instrumen dianggap jika r hitung > r tabel (kritis)
  • Tingkat signifikansi yang dipakai biasanya 5% atau 10%
  • Untuk melihat tabel, baris yang dilihat adalah N-2, dimana N adalah jumlah responden

Uji Reliabilitas
  • Uji reliabilitas berguna untuk menetapkan apakah instrumen yang dalam hal ini kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan menghasilkan data yang konsisten.
  • Dengan kata lain, reliabilitas instrumen mencirikan tingkat konsistensi. Banyak rumus yang dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas diantaranya adalah rumus Spearman Brown
  • Untuk mengetahui reliabilitas adalah dengan membandingkan nilai r hasil dengan r tabel.
  • Dalam uji reliabilitas sebagai nilai r hasil adalah nilai “Cronbach’s Alpha”.
  • Ketentuannya : bila r Alpha > r tabel, maka pertanyaan tersebut reliabel.
  • Pengukuran validitas dan reliabilitas mutlak dilakukan, karena jika instrument yang digunakan sudah tidak valid dan reliable maka dipastikan hasil penelitiannya pun tidak akan valid dan reliable. Sugiyono (2007: 137)

Pengukuran
  • Harus jelas apa, dimana, kapan dan siapa yang diukur
  • Harus standart alat yang digunakan mengukur
  • Pengukuran harus sesuai SOP
  • Harus terlatih orang yang akan mengukur
  • Hasil pengukuran harus valid dan reliabel

Obsrevasi
  • Harus diketahui apa, dimana, kapan dan apa/siapa yang observasi
  • Observasi harus sesuai dengan SOP
  • Hasil observasi harus valid dan reliabel
  • Harus diketahui cara mencatat hasil observasi

Wawancara
  • Harus jelas apa, dimana, kapan dan siapa yang diwawancarai
  • Usahakan membina hubungan baik antara pewawancara dengan responden
  • Pewawancara hanya mengambil data, tidak boleh mempengaruhi, mengarahkan atau menafsirkan jawaban responden

Apa itu Kuesioner
  • Kuesioner → daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dijawab dibawah pengawasan peneliti
  • Kuesioner ditujukan kepada responden, untuk memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian
  • Teknik ini cocok untuk memperoleh data yang cukup besar, dari kelompok/ masyarakat yg berpopulasi besar dan bertebaran tempatnya

Macam Kuesioner
Menurut sifatnya:
  • Angket umum: untuk memperoleh data yang selengkapnya (umum) tentang kehidupan seseorang
  • Angket khusus: untuk mendapatkan data khusus tentang kehidupan seseorang

Menurut cara penyampaianya:
  • Angket langsung: disampaikan langsung kepada responden tentang dirinya sendiri
  • Angket tak langsung: disampaikan kepada responden tentang diri orang lain

Menurut struktur:
  • Angket berstruktur: angket yang disusun lengkap dengan jawabanya, sehingga responden tinggal memilih
  • Angket tak berstruktur: angket yang pertanyaanya meminta jawaban menurut responden, sehingga tiap responden jawabanya berbeda

Menurut bentuk pertanyaan:
  • Angket terbuka: jika responden diberi kebebasan untuk menjawab, menurut pendapat responden sendiri
  • Angket tertutup: jika pertanyaanya sudah lengkap dengan jawaban, sehingga responden harus menjawab sesuai dengan jawaban yang telah tersedia

Data Yang Perlu Dikumpulkan
Data umum responden:
  • Nama, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, alamat, status perkawinan, agama

Data variabel penelitian (Khusus)
  • Variabel bebas
  • Variabel tergantung

Yang Perlu Diperhatikan Dalam Membuat Kuesioner
  • Pakai bahasa yang sederhana, yang mudah dimengerti oleh responden, hindari menggunakan bahasa yang sulit dimengerti
Contoh:
  • Apakah Ibu mengikuti program ASI Eksklusif?
  • Apakah Ibu memberikan makanan tambahan selain ASI pada bayi ibu? (lebih mudah dimengerti)

  • Pertanyaan jangan terlalu luas
Contoh:
  • Dimana ibu melahirkan?
  • Dimana Ibu melahirkan anak yang terakhir? (lebih fokus)

  • Pertanyaan tidak boleh double
  • Apakan Ibu sudah mengikuti KB, dan siapa yang menyuruh? (double pertanyaan)
  • Apakah Ibu sudah ikut KB?
  • Siapakah yang mempengaruhi Ibu ikut KB?

  • Pertanyaan tidak boleh memimpin atau mengarahkan
Contoh:
  • Ibu sudah ikut KB, bukan? (mengarahkan)
  • Apakan Ibu sudah ikut KB?

  • Pertanyaan diusahakan mudah dijawab responden
Apa alasan Ibu ikut KB?
□ Penyakit
□ Ekonomi
□ Kesejahteraan Ibu
□ Dipaksa Suami
□ Lain-lain

  • Hindari pertanyaan bias
Berapa umur Ibu sekarang?
□ 20 – 25 tahun
□ 25 – 30 tahun
□ 30 – 35 tahun
□ > 35 tahun

Pertanyaan Terbuka
  • Apakah Saudara setuju Puskesmas Peterongan dipindahkan ke lokasi Pondok?
  • Apa alasan Saudara tidak setuju?

Pertanyaan Tertutup

Apakah Saudara setuju Puskesmas Peterongan dipindahkan ke lokasi Pondok?
□ Setuju
□ Tidak Setuju

Apa alasan Saudara tidak setuju?
□ Jauh
□ Lahan sempit
□ Tidak ada transportasi
□ Harus pakai jilbab
□ Lain-lain ……

Dichotomous Choice

Apakah Ibu pernah membicarakan masakah ASI Eksklusif dengan teman/tetangga?
□ Pernah
□ Tidak pernah

Multiple Choice

Siapakah yang mendorong Ibu datang ke Posyandu?
□ Suami
□ Orang tua
□ Tetangga
□ Tokoh masyarakat
□ Tokoh Agama
□ Lain-lain …………

Check List

Sarana pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan:
□ Puskesmas
□ Polindes
□ Posyandu
□ Dukun
□ Dokter Praktek Swasta
□ Lain-lain …………

Ranking Question

Menurut Saudara siapakah Presiden yang paling jujur? (Berikan urutan dengan memberi nomor didepan nama presiden)
□ Sukarno
□ Suharto
□ Habibi
□ Gus Dur
□ Megawati
□ SBY

Data Kualitatif
  • Mengukur data kualitatif sebaiknya menggunakan:
  • Jawaban benar salah (contoh: mengukur pengetahuan)
  • Skala Likert (contoh: mengukur persepsi, sikap, perilaku)

Skala Likert Persepsi

1 = Sangat tidak tepat
2 = Tidak tepat
3 = Cukup tepat
4 = Tepat
5 = Sangat Tepat

Skala Likert Sikap

1 = Sangat tidak setuju
2 = Tidak setuju
3 = Cukup setuju
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju

Skala Likert Perilaku

1 = Tidak pernah
2 = Jarang
3 = Kadang-kadang
4 = Sering
5 = Selalu

Tugas Individu
  1. Apa yang dimaksud Instrumen Penelitian
  2. Sebutkan teknik pengumpulan data
  3. Sebutkan dan jelaskan macam instrumen penelitian
  4. Sebutkan syarat instrumen penelitian yang baik
  5. Jelaskan apa yang dimaksud Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
  6. Sebutkan dan jelaskan macam kuesioner
  7. Sebutkan syarat membuat kuesioner yang baik
  8. Bagaimana cara mengukur data kualitatif
  9. Buat contoh kuesioner kuantitatif
  10. Buat contoh kuesioner kualitatif

REFERENSI:
  1. Budiarto, 2004, Metodologi Penelitian Kedokteran, Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC
  2. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 1 (statistik Deskriptif), Jakarta, Bumi Aksara
  3. Hasan, 2005, Pokok Pokok Materi Statistik 2 (statistik Infereansif), Jakarta, Bumi Aksara
  4. Nasution, 2004, Metode research (penelitian Ilmiah), Jakarta, Bumi Aksara
  5. Silalahi, 2003, Metodologi Penelitian dan Studi Kasus, Sidoarjo, Citramedia
  6. Tjokronegoro, 2004, Metologi Penelitian Bidang kedokteran, Jakarta, Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

1 komentar:

  1. Nice Info Bagus Sekali Jangan Lupa Kunjungi Blog Saya
    http://contohbimbinganskripsi.blogspot.com/

    BalasHapus

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

My Blog List

  • Update new blog in Tetum version - dear friends, i just remove my old blog in tetum language and create new one. Hope this new blog in tetum version can reach Timor Leste communities not onl...
    5 bulan yang lalu
  • Orang yang berbahagia - Maz 1:1-3 Dlm ktb maz daud menulis pengalamn hidupnya dng Tuhan. 2 keadaan msnusi: benar dan fasik Org berbahagia harus melewati ayat 1-2. Ayat 3 hasil da...
    1 tahun yang lalu
  • Manfaat Buah Naga Merah Bagi Kesehatan - Buah yang memiliki rasa manis dan sedikit asam ini memang mempunyai manfaat dan penggemar yang sangat banyak. Buah naga aslinya berasal dari Negara amerika...
    2 tahun yang lalu
  • LAPORAN HASIL PENELITIAN - *LAPORAN HASIL PENELITIAN* A. Latar Belakang Penelitian ini dilakukan guna memenuhi salah satu tugas kuliah Teologi Biblika. Dalam penelitian ini ditug...
    2 tahun yang lalu
  • - Jika teman-teman mengalami kesulitan untuk Donwload file, silahkan tulis di kotak komentar.... untuk memutar video terlebih dahulu donwload software K-Lite ...
    4 tahun yang lalu

Komentar