Seseorang di segani dan di hormati bukan karena apa yang di perolehnya, Melainkan apa yang telah di berikannya. Tak berhasil bukan karena gagal tapi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mencoba lagi menjadi suatu keberhasilan hanya orang gagal yang merasa dirinya selalu berhasil dan tak mau belajar dari kegagalan

12 Juni 2014

ENTREPRENEURIAL FAITH

Setelah membaca serta menyimak isi buku ini, maka pembaca mendapat
kesan yaitu : bahwa buku ini adalah sangat inspiratif dan sangat
memotivasi pembacanya. Buku ini sangat baik untuk dibaca oleh
siapapun, apakah ia seorang awam, pendeta, eksekutif, pekerja, ibu,
ayah, pemuda-i, remaja, apalagi bagi orang-orang yang ingin melihat
terjadinya terobosan-terobosan yang membawa kearah perobahan yang
lebih maju dan lebih baik didalam berbagai aspek kehidupan. Buku ini
sangat bermanfaat untuk membuka wawasan seseorang tentang bagaimana
menyikapi kehidupan yang terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Didalamnya terdapat pelajaran agar dalam menghadapi kehidupan,
seseorang jangan sampai menjadi seperti ungkapan sebuah peribahasa
"seperti katak dalam tempurung" atau menganggap dunia ini "hanya
selebar daun kelor." Akibat memiliki anggapan seperti peribahasa
tersebut, maka cara menyikapi berbagai persoalan kehidupan yang
terjadi selalu atau tidak mau beranjak dari pola yang lama yang sudah
seharusnya ditinggalkan karena tidak lagi sesuai (up to date) dengan
perkembangan yang sedang berlangsung. Pertumbuhan dan perubahan terus
terjadi dalam segala segi kehidupan, maka seseorang agar tidak
ketinggalan apalagi tergilas oleh rodah pertumbuhan dan perubahan,
maka seseorang sangat penting memiliki semangat entrepreneur. Semangat
ini tidak hanya khusus dimiliki oleh para pengusaha dibidang bisnis
saja, tetapi siapapun dapat memiliki semangat ini untuk mencapai
kesuksesan atau keberhasilan.
Penulis buku ini telah menerapkan semangat entrepreneur ini, atau
telah dipraktekkannya dalam kegiatannya sebagai seorang pendeta dan
ternyata hasilnya gereja yang tadinya sudah (istilah dalam dunia
bisnis"kolebs"), tetapi kemudian gereja tersebut perlahan-lahan
kembali mengalami pertumbuhan dan perubahan yang luar biasa dan
kemudian menjadi berkat dikota dimana gereja itu berada. Hal itu
dimulai dari pribadi pendetanya yang memiliki semangat entrepreneur.
Dengan semangat entrepreneur, menyebabkan sifat status guo
ditinggalkan serta memandang dunia adalah ladang yang luas untuk
digarap bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Yang dimaksud dengan pelayanan
status guo yaitu hanya terfokus memberitakan injil didalam jemaat
gereja lokal dengan dikelilingi atau dibatasi oleh tembok gereja. Jadi
tidak menjangkau mereka-mereka yang masih berada diluar tembok gereja.
Dengan kata lain tidak berjiwa misioner.
Dalam buku ini terdapat suatu hal yang sangat menarik bahwa ada sosok
pribadi dimana, Dia adalah satu-satunya Entrepreneur yang sejati dan
terbesar serta terhebat. Dia entrepreneur yang tidak ada tandingannya.
Memang hanya Dia satu-satunya tidak ada yang lain. Entrepreneur
tersebut telah menyebabkan terjadinya hal-hal yang sangat luar bisa
bahkan spektakuler sejak kemunculannya sampai pada detik ini, belum
ada, bahkan memang tidak akan perna ada yang menyamainya. Hasil-hasil
karya dari entrepreneur itu sangat up to date, tidak perna menjadi
kadaluwarsa. Benar-benar sangat teruji baik oleh waktu serta situasi
dan kondisi yang telah terjadi. Penolakan terhadap ide-ide
entrepreneurnya terus belangsung hingga saat ini, namun waktu dan
kondisi yang telah membuktikan bahwa ide-ideNya tersebut tetap
bertahan, bahkan tidak sedikit yang menjadi penasaran, sehingga mereka
banyak yang berusaha untuk mengetahuinya karena memang ide-idenya itu
sangat sesuai dengan pertumbuhan serta perubahan yang terus terjadi
sampai diera yang dibangga-banggakan oleh manusia sebagai era kemajuan
tehnologi yang super canggih ini. Ia sangat menentang pola pikir lama
yang telah berlangsung turun temurun. Pola pikir lama itu tidak
membawa orang yang mengikutinya semakin benar, tapi jutru semua
ekspektasi itu hanya menimbulkan perasaan bersalah dan frustasi yang
tak ada habis-habisnya. Entrepreneur yang dimaksud yang dikemukakan
penulis buku ini, ia menunjuk kepada satu pribadi yang sangat luar
biasa yang namanya sangat tersohor, termasyur sejak dari kekekalan
sampai kepada kekekalan. kemunculanNya, Ia menjadikan pola pikir lama
ditunggang balikanNya dengan pola pikir yang baru, yang Dia sendiri
bawah langsung dari asal-usulNya. Karena itu, membuat khalayak yang
ada pada saat Ia memperkenalkan pola pikirNya terkejut bahkan mereka
menolak, bersama dengan pribadiNya sebagai entrepreneur sejati mereka
tolak, Sebagai entrepreneur sejati, Ia menumbangkan status guo, Ia
tidak merasa taku melakukan perubahan yang radikal, menentang
otoritas, dengan menyatakan diriNya sebagai kebenaran. Akan tetapi
disamping adanya penolakan yang terjadi, banyak yang menerima
ide-idenya. Mereka-mereka itu dijadikanNya memiliki kapasitas juga
sebagai entrepreneur-entrepreneur. Dan Ia memberikan kepada mereka
nilai tambah dalam hidup mereka yaitu nilai kekekalan. Dialah
entrepreneur yang patut diteladani dan kepadaNya setiap entrepreneur
belajar. Sebagai entrepreneur, siapapun Ia ingin bergabung denganNya.
Entrepreneur yang dimaksud sebagai entrepreneur yang sejati menunjuk
kepada pribadi yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.
Selain itu buku ini pula mengemukakan profil sang intrepreneur, ia
memiliki kepekaan membaca situasi yang terjadi disekitarnya, tentang
apa yang menjadi kebutuhannya atau apa yang diperlukan. Karena dengan
adanya kepekaan terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar,
sebagai entrepreneur kemudian mencetuskan ide-ide baru yang terkadang
mengundang banyak tanggapan negatif, pesimis dari pada positif,
optimis. Makanya entrepreneur terkadang dipandang seperti orang gila.
Para entrepreneur memiliki kesamaan umum dalam hal karakter, buku ini
menjelaskan terdapat lima kesamaan karakter: Pertama, memfokuskan pada
kemungkinan-kemungkinan, bukan pada apa yang sudah ada. Kedua,
disiplin dalam hal memanfaatkan waktu dan tenaga. Ketiga, Mereka tahu
kapan mereka harus berhenti terus- menerus menanggung resiko. Keempat,
mereka cenderung seperti artis dari pada insinyur, atau merupakan
pemimpin, bukanya meneger. Kelima, mereka bersikap selalu antusias
mengejar peluang-peluang baru dengan sepenuh hati dan penuh semangat.
Entrepreneur ada melalui dua macam cara yaitu : Pertama, melalui
kelahiran. Kedua melalui proses belajar.
Dalam buku ini pula pembaca diperlihatkan mengenai beberapa alasan
kehidupan seorang entrepreneu spiritual sebagai berikut: -dapat menata
masa depan, - dapat menentukan jadwalnya sendiri, - bebas
mengungkapkan kreativitas,- bebas berinovasi, mencipta tanpa ada yang
membatasi,- bebas menikmati hal-hal baru. Karena itu dikatakan bahwa
dunia baru adalah miliki seorang entrepreneur. Sebab para entrepreneur
bekerja, bagi mereka masalah bukan sesuatu hambatan , mereka selalu
siap menghadapi tantangan baru, mereka selalu bertindak cepat ketika
telah melihat suatu peluang, mereka tidak mentolerir kegagalan arinya
mereka tidak terpangaruh oleh kegagalan, mereka memiliki visi dan visi
itu mereka suka begikan kepada orang lain karena mereka menyadari
bahwa mereka tidak bisa bekerja sendirian tetapi perlu keterlibatan
orang lain. Dalam dunia entrepreneur pengalaman menunjukan telah
terjadi revolusi didalamnya, sehingga telah memunculkan orang-orang
yang telah melakukan perubahan besar dalam banyak aspek kehidupan
manusia. Sebut saja Bill Gates dengan microsofnya, Mc Caw dengan TV
Kabel dan jaringan telepon selulernya.
Pada bagian lain buku ini, pembaca disuguhkan bahwa dengan semangat
entrepreneur yang ada dalam hidup jemaat gereja mula-mula, dan para
pemimpinnya, dengan dorongan roh kudus, gereja bertumbuh sangat luar
biasa. Jadi untuk terjadinya pertumbuhan dan perubahan kearah
kemajuan, gereja perlu mengembangkan semangat entrepreneur. Dalam
gereja yang memiliki semangat entrepreneur adalah gereja yang mencabut
semua diding yang ada disekeliling dan dengan berani melakukan break
trough dengan menjalankan empat prinsip walaupun mereka harus
menghadapi resiko: Pertama, Kreativitas, mulai dari nol, mereka
berusaha mewujudkan sesuatu dari apa yang tidak ada menjadi kenyataan.
Mereka berani melakukan apa yang mereka yakini. Kedua, Kompetensi ,
artinya mereka dalam melakukan sesuatu secara setengah hati tetapi
mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh dan yang terbaik. Ketiga,
Kasih, sebagai entrepreneur tidak hanya tahu memiliki kemampuan
kreativitas serta kompensi tetapi memperhatikan hal terpenting yaitu
kasih. Keempat, Keberanian, Untuk dapat melepaskan diri dari pelayanan
status guo, atau pola lama yang tidak mendatangkan kemajuan harus
miliki keberanian untuk bertindak sebab jika tidak, maka tidak akan
perna terjadi pertumbuhan atau perubahan.
Hal lain yang harus dimiliki seorang entrepreneur adalah visi. Visi
adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang bermanfaat dimana hal itu
kemudian menjadi sasaran atau tujuan yang hendak dicapai untuk
diwujudkan bagi kegunaan banyak orang. Kegunaan visi dalam hubungannya
dengan kebutuhan pertumbuhan kearah perubahan dalam segi rohani
terdapat beberapa hal seperti berikut ini: - menuntun untuk menolong
orang lain, - memuliakan Tuhan, -berorientasi kemasa depan, -
mengalahkan pekerjaan iblis, - membutuhkan kuasa roh kudus, -
memajukan kerajaan Allah. Untuk mengaplikasikan suatu visi, hal itu
tidak semudah yang dipikirkan, tetapi pasti akan menghadapi
perlawanan apalagi mereka yang tidak mau terjadinya perubahan atau
yang mempertahankan status guo. Tetapi walau ada perlawanan seorang
entrepreneur tetap memiliki cara untuk memenangkannya: - membujuk,
bukan memaksa, - mengharapkan yang terbaik, - menetraliser perlawanan.
Untuk mempertahan visi, maka seorang entrepreneur agar jangan mengalah
dan menyerah. Karena dengan adanya perlawanan, hal itu berarti bahwa
seorang entrepreneur telah memiliki harapan bahwa visinya: -sudah
mencapai sukses, -sudah bisa menjelaskannya, - dan hanya mendengar apa
yang ingin didengar. Selain itu bahwa tantangan lainya yang menjadi
penghambat pengaplikasian visi yaitu: Tradisi-tradisi. Sehubungan
dengan hal itu seorang entrepreneur dituntut agar memiliki pandangan
yang jauh melalmpaui batasan-batasan dari suatu sistem yang berlaku.
Ada lima komponen yang dapat menunjang pelaksanaan visi dari seorang
entrepreneur: - Misi yang dibarengi antusiasme, - strategi dan taktik,
- struktur, sitem komunikasi dan personel, - faktor budaya setempat.
Untuk menerapkan sebuah visi seorang entrepreneur harus menenpatkan
personil sesuai spesialisasinya. Dan sebagai entrepreneur yang akan
diikuti oleh rekan team harus miliki otentitas, untuk mempertahankanya
diperlukan seorang pelati, konselor, koreografer. Sealin itu kesadaran
diri, dan yang terakhir, yaitu kerendahan hati.
Seorang entrepreneur kristen buku ini mengingatkan bahwa, sekalipun
visi sudah ada dan segala vasilitas pendukung telah tersedia namun
keterlibatan Tuhan adalah hal utama yang tidak bisa diabaikan atau
disepelehkan dalam melaksanakan pencapaian visi. Sebab itu seorang
entrepreneur sangat penting memiliki iman didalam hidupnya. Seorang
intrepreneur kristen, ia sangat berhati-hati dalam mengucapkan
kata-katanya, dan perlu mencari rekanan kerja, serta nasehat dari
orang yang telah berpengalaman sangat penting. Mengetahui kehendak
Tuhan adalah hal yang sangat penting bagi seorang entrepreneur. Sorang
entrepreneur kristen harus menyadari: - Tuhan sedang bekerja disekitar
entrepreneur, - Berusaha memahami hal-hal baru yang Tuhan sedang
lakukan, - Hal-hal baru yang sedang Tuhan lakukan adalah ajaib. Untuk
seorang entrepreneur dapat mendengar sehingga mengetahui apa yang
Tuhan inngin ia lakukan yaitu: - Meniadakan semua gangguan, - hening
dan berdiam diri, - meluangkan waktu yang dibutuhkan, - luangkan waktu
secara konsisiten. Keberhasilan seorang entrepreneur kristen itidak
bisa diukur dengan cara kalkulatif tertapi sejauh mana iman dan
ketaataanya kepada Tuhan.
Seorang entrepreneur bukan hanya membuat rencana dan tidak
melakukannya. Tapi seorang entrepreneur adalah orang yang setelah
membuat rencana, kemudiaan mengadakan follow up bagi perwujudan
rencananya itu. Untuk membentuk team yang mau menopang seorang
entrepreneur, sebaiknya semua anggota dalam satu komunitas harus
terlibat. Karena dalam suatu komunitas yang dilansai semangat
entrepreneur tidak menganut manajemen top down tapi team dimana semua
anggota sama pentingnya.
Hal lain yang menjadi sorotan buku ini, mengenai suatu hal yang harus
dimiliki oleh seorang entrepreneur adalah hal disiplin. Harus
menetapkan batasan-batasan bukan hanya mimpi-mimpi visi anda tetapi
juga bagi seluruh anggota team. Sebab melayani dengan kreativitas
dipadu dengan disiplin dan fokus kemungkinan untuk sukses akan
meningkat dengan pesat. Seorang entrepreneur harus berhati-hati dengan
kesuksesan yang dicapai, karena terdapat bahaya yang bisa mengancam.
Bahaya itu adala Stabilitas(bersantai-santai karena visi telah
terwujud). Buku ini menganjurkan untuk tidak terlalu lama dalam
suasana itu. Karena seorang entrepreneur adalah seorang yang selalu
dinamis dalam hidupnya.
Sebagai entrepreneur kristen buku ini mengemukakan suatu aktivitas
yang sangat penting untuk dilaksanakan karena, aktivitas tersebut
melandasi aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan oleh seorang
entrepreneur. Aktivitas yang dimaksud oleh penulis buku ini adalah : "
D o a." Mendoakan visi dan mimpi-mimpi hal itu membantu mengakui bahwa
hasil akhir adalah tanggung jawab Tuhan. Saat mendoakan visi dan
mimpi-mimpi, itu artinya seorang entrepreneur sedang mengizinkan Tuhan
untuk melakukan aoa yang terbaik bagi rencana yang telah ditetapkan.
Akhirnya buku ini ditutup dengan pembahasan tetang Entrepreneur dengan
beberapa cirinya sebagai berikut: - Antusiasme, - menyambut ide-ide
baru, - belajar dari kegagalan, bersikap rendah hati, - mengharapkan
yang terbaik, -senantiasa berdoa, - bersedia menanggung resiko, -
belajar dari kritik, - menyambut perubahan, - mengevaluasi segala
sesuatunya, - memiliki hati seorang hamba, - mengingat janji-janji dan
perlindungan Tuhan,- melakukan inovasi dengan penuh semangat dan
ketekunan, - terarah pada sasaran,- maju terus pantang mundur.
Demikianlah laporan baca buku ini disusun oleh mahasiswa STTC SC
Bandung nama:
STENLY JANTJE POMANTOW
readmore »»  

HASIL PENGAMATAN TERHADAP SOSOK ENTREPRENEUR

P E N D A H U L U A N.
Bicara mengenai entrepreneur, hal itu sangat erat, kaitannya dengan
pengusaha. Seorang yang berjiwa entrepreneur adalah orang yang tidak
perna berharap untuk pensiun. Karena orang seperti itu, selalu
mempunyai keinginan yang sangat besar dan kuat dalam hidupnya, bahwa
selama hidup ia harus mengisinya dengan karya-karya. Dengan kata lain
bahwa seorang entrepreneur sangat menghargai waktu dan menggunakannya
dengan efektif. Seorang entrepreneur adalah seorang yang selalu
mencari peluang-peluang baru untuk mencapai kemajuan. Karena itu
seorang entrepreneur, selalu berusaha memaksimalkan seluruh potensi
yang ada dalam dirinya untuk meraih keberhasilan atau kesuksesan. Bagi
seorang entrepreneur kesuksesan bukanlah alasan untuk merasa bahwa
tugas sudah selesai. Seorang entrepreneur, memandang keberhasilan itu
sebagai motivasi tambahan untuk memikirkan kembali metode-metode,
mempersiakan hidupnya kembali menghadapi resiko-resiko, karena jika
tidak, hal itu merupakan kerugian yang besar baginya.
PROFIl SEORANG ENTREPRENEUR.
Didalam komunitas bisnis, seorang entrepreneur seringkali
didefinisikan sebagai seorang "perantara perubahan," "seseorang yang
memberi nilai tambah," "Seseorang yang memiliki kreativitas dan
antusiasme," dan "seorang yang senang mengambil resiko." Entrepreneur
sering juga disebut sebagai seorang pemimpi. Dimana orang itu memiliki
semangat memanfaatkan imajinasi, komitmen, antusiasme, ketekunan,
integritas, kerja tim, dan visi untuk mewujudkan mimpi. Seorang
entrepreneur adalah seorang yang merasa tidak puas dengan kondisi yang
ada dan menolak untuk berdiam diri. Seorang entrepreneur sejati tidak
selalu hanya memikirkan uang, namun memanfaatkan ketrampilan dan
keahlian dan pengetahuan seta antusiasmenya untuk membuat kehidupan
ini menjadi lebih baik bagi orang lain. Seorang entrepreneur adalah
orang yang menemukan posisinya, memanfaatkan peluang, serta memberikan
nilai tambah kepada komunitas.
HASIL PENGAMATAN TERHADAP SEORANG ENTREPRENEUR.
Adapun yang menjadi objek pengamatan adalah seorang jemaat yang telah
menjadi entrepreneur sekalipun sebagai entrepreneur belum terlalu
lama, namun dari hasil pengamatan yang selama ini sejak orang itu
memulai kegiatan usahanya dapat dikatakan bahwa dia telah mengalami
keberhasilan atau kesuksesan. Karena itu, orang tersebut dijadikan
sebagai objek pengamatan dalam rangka penulisan tugas mata kuliah
entrepreneur ini. Entrepreneneur itu bernama : WILLY Orang itu, ia
hanya seorang tamatan SMA, kemudian ia bekerja pada suatu perusahan
sebagai seorang marketing, akan tetapi setelah sekian lama berkerja
maka muncul niatnya untuk berusaha sendiri. Dan untuk memulai usahanya
tersebut, hal itu menjadi pergumulan baginya. Akan tetapi ia menyadari
bahwa segala sesuatu harus diawali dengan bertanyakan Tuhan, sehingga
ia menemui hamba Tuhan dan menyampaikan maksudnya, dan oleh hamba
Tuhan memberikan berbagai pertimbangan dan nasehat, maka orang itu
memutuskan untuk memulai usahanya. Dari pengamatan yang dilakukan oleh
penulis bahwa usahanya yang dimulai kecil-kecilan, berkat pertolongan
Tuhan hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama sampai pada saati ini
omset penjualannya semakin mengalami peningkatan. Penulis adalah
gembalanya, jadi peningkatan usahanya itu terpantau melalui milik
Tuhan yang dikembalikannya setiap bulan.
Melalui pengamatan yang penulis lakukan kepada entrepreneur tersebut,
beberapa karakter yang terlihat pada pribadinya. Sebagaimana dapat
penulis sebutkan dibawah ini:
1. Berani mengambil resiko. Dengan gajinya yang sudah lumayan besar,
untuk mencukupi kebutuhan keluarganya yang masih kecil sudah sangat
cukup, akan tetapi ia berani tinggalkan dan memulai usaha
kecil-kecilan yang belum tentu berhasil.
2. Ia seorang yang tekun. Dengan ketekunan yang dia miliki usahanya
sedikit demi sedikit mengalami peningkatan sehingga omsetnya sekarang
telah bergerak diatas ratusan juta rupiah.
3. Ia seorang yang jujur. Dalam menjual produk-produk , ia berterus
terang kepada pelanggannya bahwa keuntungan yang diambilnya dalam
setiap produk prosentasi yang diambilnya tidak terlalu membebani
pelanggan. Bahkan kejujuranya telihat pada saat meberikan milik Tuhan.
4. Ia seorang yang toleran. Maksudnya ia tidak cepat marah bilah
melihat ada kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan oleh karyawannya,
tetapi ia justru menasehati dengan menunjukkan solusi kepada
karyawannya itu.
5. Ia suka mendengar nasehat dari para entrepreneur yang sudah lebih
banyak pengalaman dalam hal bisnis, dan ia menerapkannya dalam
kegiatan usahanya.
Sebagai kelebihan dari entrepreneur tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Ia seorang yang rendah hati.
2. Ia seorang setia dalam beribadah kepada Tuhan.
3. Ia seorang yang berjiwa sosial.
4. Ia seorang yang mau melayani Tuhan tanpa memilih-milih jenis pelayan
Karakter dari entrepreneur tersebut diatas, tidak semuanya terdapat
pada seseorang yang bukan entrepreneur.
Akhirnya sesuai pengalaman yang penulis terapkan dalam pelayanan,
karakter dari entrepreneur tersebut dimliki oleh juga oleh penulis.
Apalagi penulis menyadari sebagai gembala sidang semangat entrepreneur
sangat perlu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Karena Tuhan Yesus
Kristus, Dia adalah entrepreneur yang sejati. Jadi Tuhan Yesus Kristus
adalah teladan entrepreneur yang sejati.
readmore »»  

Dasar-Dasar Kewirausahaan

Seorang wirausaha adalah seorang yang menciptakan bisnis baru
dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan
dan pertumbuhan yang signifikan dengan cara mengindentifikasi peluang
dan menggabungkan sumber-sumber daya yang diperlukan sehingga
sumber-sumber daya tersebut dapat dikapitalisasikan. Proses
entrepreneurial sebagai proses dalam mengupayakan sebuah usaha baru,
baik itu berupa produk baru yang akan diluncurkan ke dalam pasar,
memasuki pasar baru bagi produk yang telah ada saat ini, dan atau
penciptaan organisasi baru
Kewirausahaan adalah sebuah proses disiplin dan sistematis dalam
menerapkan kreativitas dan inovasi terhadap kebutuhan, problem, dan
peluang pasar Bagaimana seorang wirausahawan mengatasi permasalahan
pelanggan dan memanfaatkan peluang dengan cara melahirkan dan atau
memodifikasi bentuk produk maupun jasa.
Fungsi paling kritis yang dilakukan oleh para pemimpin perusahaan
untuk bisnisnya adalah menentukan dan mengelola strategi dan
perencanaan strategis. Oleh karena itu pemimpin perusahaan harus dapat
menciptakan stretegi yang efektif, dalam arti bahwa strategi tersebut
dapat mendorong terjadinya keselarasan antara perusahaan dengan
lingkungannya dan juga dengan pencapaian tujuan strategisnya
Dalam ilmu manajemen, penyusunan rencana bisnis (business plain)
merupakan bagian dari perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis merupakan
pekerjaan yang harus segera dilaksanakan dan menjadi komitmen bersama.
Sebelum rencana bisnis disusun, wirausaha terlebih dahulu melaksanakan
analisis kelayakan bisnis, untuk memastikan apakah bisnis yang akan
dijalankan dapat berkembang dan sukses. Analisis kelayakan bisnis dan
penyusunan rencana bisnis merupakan dua hal yang berkaitan dan menjadi
salah satu factor krusial yang menentukan keberhasilan usaha.
Bagi wirausaha penting untuk menentukan bentuk kepemilikan bisnis
sebelum memulai usaha. Hal ini tidak cuma menyangkut permodalan dan
banyaknya pihak yang terlibat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan
usaha dalam jangka panjang. Di samping bentuk kepemilikan bisnis,
seorang wirausaha juga patut memahami berbagai perijinan yang harus
dipenuhi agar usaha yang dijalankan memenuhi ketentuan yang berlaku
sehingga wirausaha dapat menjalankan usahanya dengan tenang.
Pemasarn merupakan proses penciptaan dan penyampaian barang dan
jasa yang diinginkan kepada pelanggan. Pemasaran entrepreneurial
adalah sebuah fungsi organisasi dan sekelompok proses untuk
menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada
pelanggan dan untuk mengelola hubungan dengan pelanggan dalam cara
yang menguntungkan organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan
serta berkarakter inivatif, pengambilan resiko, proaktif, dan
berkinerja tanpa sumber daya yang kini dikendalikan.
Sumber: Dasar-Dasar Kerirausahaan Teori dan Praktik. Franky Slamet,
Hetty Karunia, Mei Le. Penerbit PT Indeks Jakarta, 2014
readmore »»  

Sosok Entrepreneur yang Sukses

Di pelayanan kami, di Banjaran, ada seorang anak Tuhan yang sukses
dalam berbisnis elektronik. Bapak ini namanya Ashen, merantau ke
Bandung, dia asal Bangka. Waktu datang ke Bandung umur 17 tahun, ikut
kokonya, yang berjualan biskuit dan di ederkan ke kampung-kampung.
Pada awal tahun 1990 ia mandiri, dengan berjualan kelontongan, sembako
dan biskuit di Banjaran, diedarkan juga ke kampung-kampung. Selama 4
tahun usaha ini tidak ada kemajuan, dia melihat temannya yang dagang
elektronik di Soreang maju. Dia mengikuti jejak temannya, usahanya di
Banjaran, dengna modal yang ada padanya Pada waktu itu ,jualan
elektronik bisa untung 50%, usaha ini terus berkembang.
Waktu awal bisnis elektornik, kontraknya sempit, dan pindah yang
agak besar dekat pasar. Karena keuletan bapak ini, akhirnya bisa
membeli tempat. Selain elektronik, buka usaha toko mebel dan maju. Di
Bandung juga buka toko elektronik, ada 2 tokonya, satu tempat sudah
dibeli dan yang satunya masih kontrak. Di Banjaran bapak ini memiliki
1 rumah, 5 toko, 1 gudang, 2 toko elektronik masih kontrak dan di
Bandung mempunyai rumah sendiri, Soreang 1 toko serta Ciwiday 1.
Dengan kemajuan bisnisnya bisa pinjam di Bank untuk kelancaran
usahanya.
Bapak ini bisa melihat perubahan trend yang terjadi, dari jualan
kelontongan, sembako dan biscuit pindah ke elektronik, yang pada waktu
itu belum ada yang jualan elektronik di Banjaran. Karakteristik
entrepreneur pada bapak ini ada, sehingga bisa menguasai kota
Banjaran,.mempunyai karyawan 38 orang. Dorongan yang kuat untuk
berperestasi, inisiatif dan tanggungjawab,pengambilan keputusan,
komitmen total dan keuletan hati, pengambilan resiko yang
terkalkulasi.
Di dalam jemaat ada beberapa orang yang memiliki karakter
tersebut, yang bukan entrepreneur. Bagi saya sendiri tidak memiliki
karakter entrepreneur, karena karakteristik itu tidak ada pada saya.

Primi Sri Anjani Assa
Stady Club Bandung.
readmore »»  

BUSINESS FOR THE GLORY OF GOD(WAYNE GRUDEM) | DESSY LIANTANU

Buku ini berisi mengenai hubungan bisnis dan melayani Allah.Penulis
mengungkapkan bahwa banyak aspek kegiatan bisnis memang bersifat baik
secara moral dalam dirinya sendiri.Argumen dari penulis dalam dirinya
sendiri semua itu memuliakan Allah-meskipun berpotensi besar juga
kepada penyalahgunaan dan pelangaran.
Ungkapan "memuliakan Allah " adalah seperti ungkapan gerejawi,bukan
ungkapan gereja di dunia bisnis.Ketika orang mendengar "memuliakan
Allah," mungkin perkataan itu mula-mula mengandung arti ibadah-
menyanyikan pujian dan bersyukur kepada Allah,kemudian penginjilan-
memuliakan Allah dengan bercerita tentang Allah kepada orang
lain.Bahkan perkataan itu mungkin mengandung arti memberi- memuliakan
Allah dengan menyumbangkan uang untuk penginjilan,pembangunan
gereja,dan memenuhi kebutuhan orang miskin.Atau perkataan itu mungkin
berarti hidup bermoral- melakukan tindakan-tindakan yang menghormati
Allah,atau juga hidup beriman- bergantung kepada Allah dalam doa dan
sikap hati kita sehari-hari.Tapi itu semua bukan yang menjadi fokus
dari penulis.Melainkan penulis ingin meninjau bisnis dalam dirinya
sendiri- bukan sekedar bagaimana bisnis dapat memberi sumbangan kepada
pekerjaan gereja.Dalam aspek bisnis ada banyak lapisan kesempatan
untuk memuliakan Allah,dan juga banyak godaan untuk berdosa.
Aspek-aspek bisnis:
1.Kepemilikan
Memiliki barang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan untuk
memuliakan Allah,tetapi juga banyak godaan untuk berdosa.Terkadang
orang memandang semua kepemilikan barang suatu jenis" ketamakan" yang
kotor secara moral.Kepemilikan dapat disalah gunakan ,tetapi
penyimpangan hal yang baik tidak boleh membuat kita berpikir hal itu
sendiri bersifat jahat.Yang harus kita lakukan dengan barang-barang
yang kita miliki adalah dengan menggunakan secara bijak,seperti
memberi sumbangan untuk membantu kegiatan penginjilan dan pengajaran
gereja,atau kita dapat membantu memenuhi kebutuhan orang
lain,khususnya orang miskin( Ibr. 13:16).Kepemilikan memberi kita
banyak kesempatan untuk memuliakan Allah ,dan kita harus bersyukur
karenanya.
2.Produktivitas
Memproduksi barang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan
untuk memuliakan Allah, tetapi juga banyak godaan untuk
berdosa.Keinginan manusia untuk meningkatkan pruduksi barang dan jasa
tidaklah tamak ,materialistis, atau jahat dalam dirinya
sendiri.Sebaliknya keinginan untuk menjadi lebih produktif merupakan
keinginan yang dikaruniakan Allah untuk menuntaskan sesuatu,mencapai
sesuatu,dan memecahkan masalah dan menyenangkan Allah.
3.Pekerjaan
"Seorang pekerja patut mendapat upahnya"( Luk.10:7).Yesus menyetujui
ide membayar gaji kepada pekerja.

4.Transaksi Dagang
Alkitab menuliskan bahwa orang diharapkan untuk membeli dan menjual
tanpa saling merugikan( Im.25:15).Dalam membeli dan menjual ,kita
meniru artibut Allah dengan menerapkan sikap jujur,setia kepada
komitmen,adil dan bebas memilih.Mentaati ajaran Yesus( Mat. 7:12)
5.Laba
Mendapat laba artinya menjual produk dengan harga melebihi biaya
produksi.Mendapat laba dengan menggandakan sumber daya kita sambil
menolong orang lain,inilah kemampuan hebat yang diberikan Allah kepada
kita,tidak bersifat jahat atau netral secara moral tetapi pada
dasarnya baik.
6.Uang
Uang pada dasarnya baik dan memberi banyak kesempatan untuk memuliakan
Allah,tetapi banyak godaan untuk berdosa.Kita dapat terjerat dalam
cinta uang (I Tim. 6:10 ) dan uang dapat memalingkan hati kita dari
Allah.Uang hanyalah suatu alat untuk kita gunakan,dengan selayaknya
kita dapat bersyukur kepada Allah yang dalam hikmat-Nya telah
menentukan agar kita menciptakan dan menggunakan uang.Uang
adalah"perantara pertukaran,"uang adalah sebuah komoditas yang
ditetapkan secara sah sebagai persamaan dari segala komoditas lain
yang dapat ditukar.Semuanya itu milik-Nya,dan Ia mempercayakannya
kepada kita supaya kita dapat memuliakan Dia dengannya.
7.Kemerataan Barang Milik
Alkitab mengajarkan bahwa di surga saja ,meskipun tidak ada dosa atau
kejahatan lagi,ada pahala yang beragam derajatnya ada berbagai macam
kepengurusan yang dipercayakan Allah kepada orang yang berbeda.Ketika
kita kita berdiri di hadapan Yesus untuk bertanggung jawab atas hidup
kita,"terimalah kekuasaan atas sepuluh kota,dan kepada yang
lain,kuasailah lima kota(Luk.19:17,19).Dengan demikian, ide
kepengurusan yang tak sama rata merupakan pemberian Allah dan mestinya
baik.Dan Allah telah memberi sebagian orang kemampuan yang lebih besar
daripada orang lain,Dalam PB ,Paulus memberi petunjuk khusus kepada
orang kaya,ia menyuruh untuk bermurah hati dan mengarahkan hati kepada
Allah,bukan kepada kekayaan mereka(1 Tim.6:17-19).Kemerataan barang
tidaklah jahat melainkan memberi kesempatan untuk memuliakan
Allah.Jika Allah memberi kita kepengurusan kecil atas
barang,kemampuan,atau kesempatan,maka kita dapat memuliakan-Nya dengan
merasa cukup di dalam Dia,dengan mempercayai-Nya untuk memenuhi
kebutuhan kita,dan setia kepada komitmen kita.
8.Persaingan
Sistem persaingan menolong kita menguji kemampuan kita dan mencari
tahu apakah kita dapat melakukan sesuatu lebih baik daripada orang
lain,dan dibayar untuk itu.Sistem ini bekerja baik ketika kita
mengganjar pekerjaan yang lebih baik serta hasil kerja yang lebih
banyak dengan upah yang lebih besar.Persaingan untuk mencoba bebrbuat
sebaik atau lebih baik daripada orang lain agaknya ada di pikiran
Salomo ketika ia menulis,"Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan
segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap
yang lain( Pkh.4:4)"Sebetulnys ada sejenis "persaingan"lunak yang
tersirat dalam ujian calon diaken(1 Tim.3:10).Persaingan memunculkan
godaan untuk sombong,dan untuk bekerja berlebihan sehingga tak sempat
beristirahat atau tak punya waktu untuk keluarga atau Allah.Godaan
untuk berdosa tak boleh mengaburkan fakta,dalam dirinya sendiri dan
dalam batasan tepat adalah baik,menyenangkan Allah,dan memberi banyak
kesempatan untuk memuliakan Allah.
9.Meminjam dan Memberi Pinjaman
Beberapa ayat yang mengatur tata cara peminjaman(Ul. 24:10 ,Mzm,
112:5).Arti meminjam dan memberi pinjaman artinya mengalihkan kendali
atas barang,bukan kepemilikan atas barang,untuk sementara
waktu.Orang-orang Kristen yang memandang Alkitab sebagai Firman Allah
harus sadar bahwa Allah menyuruh kita membayar tagihan kita pada
waktunya.(Rom. 13:8)."Orang fasik meminjam dan tidak membayar
kembali"(Mzm.37:21)
10.Sikap Hati
Sikap hati terdapat dalam (Kel. 20:17>"Jangan mengingini...apa pun
yang dipunyai sesamamu."Allah mengenal hati kita dalam setiap aspek
kegiatan bisnis.Kita juga patut mengingat bahwa kita harus memuliakan
Dia dan memiliki sikap hati yang disukai-Nya.Jika kita mengasihi Allah
melebihi segalanya,maka hati kita akan merasa sedih dan gundah kita
melihat perintah Allah tidak ditaati dan maksudnya dilanggar Allah.
Penulis mengungkapkan,mungkinkah kegiatan bisnis bersifat baik secara
moral dan menyenangkan Allah?Terkadang bisnis tampak begitu
mencurigakan – memanipulasi keterangan laba-rugi,menipu pelanggan,atau
karena siapa yang kita kenal.
Penulis menyadarkan pembaca untuk mengubah sikap terhadap komponen
kegiatan bisnis,tidak ingin kita merasa bersalah secara halus tentang
bisnis.Juga penulis tidak ingin kita merasa bahwa bisnis bersifat
netral secara moral tetapi berguna karena setidaknya dapat menjadi
sarana untuk membantu pekabaran Injil,pemecahan masalah kemiskinan
dunia adalah bisnis.
Penulis memperkenalkan konsep baru: bisnis memuliakan Allah ketika
dijalankan dengan cara yang meniru karakter dan karya Allah.Semua
aspek bisnis memuliakan Allah karena mencerminkan tabiat Allah.Penulis
tidak berifat naif terhadap cara- cara yang dapat menyimpangkan
kegiatan bisnis dan yang memanfaatkannya sebagai sarana untuk
berdosa.Orang Kristen dapat terlibat dalam segala bisnis.
Saya sangat setuju dengan apa yang dipaparkan penulis melalui buku
ini.Jangan ada perasaan bersalah tentang kegiatan bisnis tetapi
bersukacita karena kebaikan bisnis dalam dirinya sendiri,yakni apabila
bisnis itu dijalankan dengan ketaatan kepada Allah.Kebaikan bisnis itu
sendiri merupakan karunia Allah.Bisnis juga merupakan pemecahan
jangka panjang bagi masalah kemiskinan dunia dengan memulai dan
mempertahankan bisnis yang priduktif dan menguntungkan,walaupun
menghadapi banyak rintangan.Ketika kita memandang bisnis suatu yang
jahat maka akan banyak keraguan untuk memulai bisnis dan tidak ada
kemerdekaan yang sejati untuk menikmati kerja dalam bisnis,sebab
kemerdekaan itu ternodai oleh rasa bersalah yang palsu dan
halus.Sebagai orang Kristen kita dapat mengubah sikap kita terhadap
bisnis juga dapat mengubah sikap dunia terhadap bisnis.Sehingga dapat
menjadi penakluk bumi yang menyenangkan Allah,yang menggunakan
bahan-bahan baik ciptaan Allah dan bekerja dengan uang yang diberikan
Allah untuk mendapat laba yang baik secara moral.Juga kita dapat
menunjukkan kasih kepada sesama dengan memberi mereka pekerjaan dan
memproduksi barang yang mengatasi kemiskinan dunia,yakni barang yang
memampukan orang memuliakan Allah karena kebaikan- Nya,menunjang
ketakmerataan barang milik yang benar dan adil,dan mendorong
persaingan yang baik dan berfaedah secara moral.Itulah cara hebat
untuk memuliakan Allah.
readmore »»  

29 April 2014

Pelayanan Kesehatan Masyarakat | Hendra Runtu

Kesehatan adalah dambaan semua orang,ketika seorang menderita
suatu penyakit pasti akan berusaha sedemikian rupa untuk menjadi
sehat,yaitu berobat kedokter atau berkunjung ke rumah sakit,tetapi ada
begitu banyak orang yang ketika menderita suatu penyakit hanya
membiarkan saja penyakit itu,tidak mau berobat kedokter atau
berkunjung ke rumah sakit, dengan kata lain tidak ada usaha untuk
mencari solusi bagaimana menyembuhkan penyakitnya itu.
Ada banyak alasan orang tidak mau mencari solusi untuk menyembuhkan
penyakitnya antara lain bermasa bodoh mungkin menganggap penyakitnya
pasti akan sembuh tanpa diobati,karena kesibukan tidak ada waktu untuk
berobat,dan alas an alas an yang lain.
Dari sekian alasan diatas ada alasan kenapa seorang tidak mau
mengobati penyakitnya yaitu karena tidak mempunyai biaya untuk berobat
ke dokter apalagi mereka yang hidupnya pas-pasan dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari-hari,berobat kedokter adalah suatu hal yang
sangat mahal.Terjadinya masalah ekonomi yang berlarut-larut di
Indonesia sehingga berdampak sekali bagi masyarakat kelas menengah ke
bawah dan mengakibatkan makin banyak orang tidak mempunyai penghasilan
lebih dari sekedar hanya untuk makan dan minum saja,sehingga apa yang
dikatakan di atas yaitu orang ketika menderita suatu penyakit hanya
membiarkan saja dan itu bisa mngakibatkan kematian bagi orang
tersebut.
Bagi daerah – daerah tertentu,pemerintah berupaya untuk bisa
mengadakan pengobatan bagi warganya yang miskin untuk mendapatkan
pengobatan secara gratis dengan berbagai macam cara,tetapi bagaimana
dengan daerah yang pemerintahnya acuh tak acuh dengan masyarakat
miskinnya ketika menderita sakit.?Disinilah kita sebagai gereja yang
peduli dengan dipenuhi rasa mengasihi sesama sesuai dengan ajaran
Alkitab untuk membuka mata,melihat dan berbuat sesuatu untuk membantu
masyarakat yang kurang mampu untuk mengatasi masalah kesehatan mereka
yaitu melalui Pelayanan Kesehatan bagi masyarakat yang kurang
mampu,bukan saja anggota jemaat yang ada tetapi bagi masyarakat umum
yang ada didaerah sekitar lingkungan Geraja yang bisa dijangkau.

Pelayanan kesehatan secara Cuma-Cuma yang dilakukan Gereja ini
kepada masyarakat ternyata bukan saja membantu meringankan penderitan
mereka,tetapi lebih dari itu juga bisa mendatangkan sisi positif bagi
keberadaan Gereja di tengah lingkungan bermasyarakat yaitu membuat
Gereja lebih berwibawa dikarenakan ada nilai-nilai social yang
diberikan Gereja bagi masyarakat sekitar,serta juga Gereja bisa
dikatakan membawa misi kepedulian sesama manusia bukan saja hanya
anggota jemaatnya,tetapi masyarakat luar yang ada,sehingga membuat
banyak orang (khususnya masyarakat sekitar gereja)tertarik dan
penasaran ingin melihat "ada apa" sebenarnya didalam Gereja itu,dan
tidak sedikit yang ikut bergabung menjadi anggota Gereja,bertobat
menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Adapun beberapa cara Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh Gereja:
1.Gereja Memberi Bantuan Langsung
Ketika mengetahui ada masyarakat yang kurang mampu menderita sakit dan
tidak ada biaya untuk berobat,Gereja dalam hal ini yang sudah
dikategorikan mandiri (Ada persembahan khusus dana social) langsung
meberikan bantuan langsung dengan mengutus staf atau anggota Gereja
kepada orang tersebut,apakah langsung diberikan bantuan tunai,atau
membawa ke dokter terdekat untuk mendapat perawatan.Utusan Gereja yang
datang bukan hanya saja memberi bantuan bersifat materi saja, tetapi
juga lebih dari itu menunjukan juga rasa simpati lewat dorongan moral
berupa kata-kata yang bisa menguatkan bagi sipenderita sakit
tersebut,sehingga juga bukan saja kepeduliannya hanya dilihat dari
materi yang diberikan tetapi juga rasa turut merasakan beban apa yang
diderita oleh orang tersebut.
Ini merupakan salah-satu cara yang efektif yang bisa dilakukan Gereja
untuk bisa menarik hati orang datang kepada Yesus,sebagaimana ajaran
Yesus yang peduli kepada banyak orang dengan mengadakan pendekatan
pribadi langsung membuat orang banyak yang waktu selesai Yesus memberi
mereka makan akhirnya terus mengikuti Dia.Ini juga yang kalau
diterapkan terus menerus oleh Geraja akan mendatangkan banyak
Jiwa-jiwa kepada Yesus.
2.Gereja Mengadakan Pengobatan Masal
Salah satu Pelayanan Kesehatan yang dilakukan Gereja bagi masyarakat
umum yang kurang mampu adalah pengobatan masal.
Ini dilakukan bagi Gereja yang sudah mandiri juga yaitu Gereja yang
sudah mempunyai persembahan khusus buat dana social.

Pelayanan kesehatan seperti ini dilakukan dengan jangka waktu
tertentu,dan tidak setiap saat dilakukan,karena pelayanan kesehatan
ini harus dipersiapkan dengan baik dan matang,baik dari segi
keuangan,karena membutuhkan dana yang tidak sedikit,mempersiapkan juga
waktu pelaksanaan yang tepat,yaitu kapan momen yang pas untuk
mengadakan kegiatan ini,sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan
yang ada.Tempat pelaksanaan juga harus dipersiapkan dengan
baik,mencari tempat yang memenuhi kapasitas jumlah masyarakat yang
ikut Pelayanan kesehatan ini.Mempersiapkan juga tim dokter yang baik
bukan hanya satu dokter,karena pasti tidak semua masyarakat sama
penyakit yang dideritanya.Pelayanan kesehatan seperti ini dikerjakan
bukan hanya satu dua orang dalam Gereja,tetapi melibatkan banyak orang
atau dengan kata lain membentuk panitia khusus dari gereja,tetapi juga
bisa melibatkan anggota masyarakat umum,bahkan melibatkan juga
pemerintah lingkungan setempat,karena ini dilaksanakan untuk
masyarakat umum.
Ketika Gereja sudah bisa melakukan pelayanan kesehatan seperti
ini,Gereja sudah melakukan suatu terobosan yang sangat efekteif dalam
hal menjangkau seluruh lapisan masyarakat,karena tidak menutup
kemungkinan akan banyak masyarakat dengan berbagai latar-belakang
tertarik untuk menikmati pelayanan "gratis' yang dilakukan Gereja,
sekaligus secara tidak langsung mengakui "keberadaan" Gereja dalam hal
kepedulian kepada sesama manusia.
Pelayanan untuk masyarakat sangat luas dan bermacam-macam bidang yang
berbeda-beda sesuai dengan situasi kondisi tempat lingkungan kita
berada. Mulai dari lingkungan tempat kita berada sampai sejauh
perjalanan kemana kaki kita melangkah, pelayanan masyarakat tetap
ada.Pelayanan masyarakat yang saya uraikan diatas sangat membantu
sekali bagi masyarakat yang kurang mampu,dan itu adalah tugas Gereja
ditengah dunia yang majemuk ini dengan segala perbedaan yang ada
Gereja harus bisa menjadi garam dan terang dunia sesuai dengan apa
yang Yesus inginkan dalam Matius 5:13-16.Walaupun mungkin banyak
halangan dan tantangan yang harus Gereja hadapi,tetapi itu tidak akan
membuat kita berhenti dan menyerah begitu saja,ada banyak cara dan
strategi untuk melewati semua tantangan itu yang tentunya sesuai
dengan kebenaran Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus untuk menuai
banyak banyak Jiwa bagi kemuliaan nama Tuhan
Tuhan Yesus yang adalah Immanuel pasti menyertai usaha Sosiologi kita
untuk menolong sesama manusia disekitar kita terlebih membawa mereka
kepadaNya.
readmore »»  

UNTURNYA NILAI POSITIF PADA ANAK-ANAK | Susiani Ester

Menanggapi kasus kecelakaan yang melibatkan anak dari musisi Ahmad
Dhani yang merenggut 7 nyawa di jalan tol Jagorawi, yang saya ambil
dari artikel koran Kompas tgl 8 September 2013 "Tabrakan Jagorawi,
Anak Ahmad Dhani Operasi 2 Kali" Maka kita akan melihat persoalan
secara umum yang melibatkan anak-anak. Kasus yang menimpa AQJ adalah
contoh kecil yang sebenarnya sudah membudaya di masyarakat. Selama ini
masyarakat tidak peka karena yang terlibat dengan masalah-masalah
anak-anak dibawah umur adalah anak-anak "kelas biasa", sehingga ketika
muncul kasus AQJ maka masyarakat baru mengoreksi diri. Sebenarnya ini
sudah agak terlambat, kita cenderung bertindak setelah peristiwa
terjadi, bukan mencegah dan mengantisipasinya. Ini bukan kasus
psikologi semata tapi sudah menjadi kasus social yang perlu dipecahkan
karena akan mempengaruhi perkembangan budaya bangsa di kemudian hari.
Ragam kasus yang melibatkan anak-anak semakin banyak dan jangkauannya
bukan saja di kota-kota besar tetapi juga di daerah. Sikap ugal-ugalan
di jalan, tawuran, bahkan tindakan-tindakan kriminal seperti pencurian
motor, pembunuhan, perkosaan sering dilakukan oleh anak-anak dibawah
umur. Kita harus melihat latar belakang dari tindakan anak-anak
sekarang yang banyak diwarnai dengan hal-hal negative.



Sebab-sebab anak berperilaku buruk diantaranya:

Kurangnya perhatian orang tua.

Suasana keluarga sangat mempengaruhi perilaku anak-anak. Kasih sayang
yang cukup dan perhatian utama orang tua kepada anak adalah kunci
utama perilaku anak-anak. Orang tua yang mengalami kasus "broken
home" lebih memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bertindak
sesuka hati dan menentukan pilihannya sendiri. Atau juga orang tua
yang kurang mampu cenderung menekankan anak-anak untuk mencari uang
sehingga kurang memberikan ruang belajar dan bermain yang cukup pada
anak-anak.

Pengaruh Hedonisme.

Bagi orang tua yang berpenghasilan cukup, serasa tak mau kalah dengan
kemajuan teknologi berlomba-lomba untuk memberikan barang-barang
elektronika, kendaraan mewah, yang sebenarnya bukan menjadi kebutuhan
utama seorang anak. Pada kenyataannya banyak anak-anak TK yang sudah
biasa bermain dengan computer dan smartphone. Mereka asyik dengan
dunia baru mereka, padahal diusia tersebut seharusnya anak diajarkan
untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Menjadi kebanggan orang tua
jika anak-anaknya dapat mempergunakan barang-barang elektronika dan
juga mengendarai kendaraan baik itu motor maupun mobil.

Pengaruh Media Massa (dunia maya)

Tayangan-tayangan di media massa yang dipengaruhi gaya hidup glamour
memberikan rekomendasi tentang dunia baru yang ada disekeliling
anak-anak. Dari perkataan, tingkah laku dan cara berpikir anak, banyak
dipengaruhi oleh media massa terutama televisi. Contohnya: beberapa
tahun lalu anak-anak banyak meniru tayangan "Smacdown" sehingga mereka
cenderung bertingkah laku yang diwarnai kekerasan seperti menendang,
memukul dsb. Internet, game, membuat anak-anak melewatkan waktu mereka
di dunia nyata dan lebih menyukai hidup di dunia maya. Anak tidak lagi
diajarkan menghadapi kenyataan sehingga tidak heran banyak anak-anak
yang cepat putus asa. Tekanan hidup membuat anak-anak mengambil jalan
pintas, setiap tahun data anak yang mati bunuh diri semakin bertambah.
Sebagian dari mereka melarikan diri dari rumah dan memilih tinggal di
jalanan.

Kurangnya pendidikan moral dan agama.

Perilaku anak-anak saat ini dibandingkan dengan anak-anak 20 tahun
lalu sangat jauh berbeda terutama sikap sopan santunnya. Pendidikan
moral banyak dianggap kuno dan bahkan agama hanya menjadi salah satu
mata pelajaran sekolah bukan sebagai pedoman hidup. Kerohanian mereka
tidak terpelihara dengan baik. Tindak kekerasan disekolahpun
meningkat. Tawuran antar pelajar yang menelan banyak korban spertinya
sudah biasa terjadi. Berita televisi yang menyatakan anak membunuh
temannya sendiri juga beberapa kali terjadi.

Kurangnya pendisiplinan dari pihak terkait dan orang tua

Sebagai contoh kecelakaan di tol Jagorawi yang melibatkan AQJ adalah
bukti lemahnya pengawasan dari orang tua yang cenderung sibuk dan juga
dari aparat kepolisian yang sering tidak tegas kepada pengendara yang
masih dibawah umur. Rata-rata pelajar SMA mereka belum memiliki SIM,
namun seolah sudah biasa dan sudah umum ada di masyarakat jika
berkendara sendiri di jalan raya.

Rendahnya kesadaran disiplin dari anak-anak sendiri.

Bukan saja di jalan raya, tetapi di segala bidang anak-anak lebih
mencari cara yag simple, praktis dan cepat. Disiplin waktu, disiplin
berkendara dan tanggung jawab semakin luntur bila tidak dibiasakan
sejak dini. Cara hidup yang serba instan tidak mendidik anak-anak
untuk berdisiplin pada diri sendiri dan kepada orang lain atau
lingkungannya.



Selain kita melihat sebab-sebab yang melatarbelakangi perilaku
anak-anak yang diluar porsinya kita juga perlu memberikan jalan tengah
yang kira-kira bisa mengurangi tingginya kebrutalan yang terjadi
dikalangan anak-anak dan remaja. Kita bisa memberikan hal-hal berikut
kepada anak-anak, yaitu:

Kita (orang tua) perlu mengetahui bakat atau talenta yang dimiliki
anak. Dengan mengetahui potensi yang ada pada anak-anak sejak dini
kita bisa memberikan arah yang tepat sehingga anak lebih mengenal
dirinya sendiri. Anak diikutkan dalam kegiatan-kegiatan seni, olah
raga dan kursus-kursus akan jauh lebih baik hasilnya. Anak juga akan
bersosialisasi dengan orang lain dan memiliki dunia baru yang lebih
luas.
Perhatian yang cukup bagi anak-anak sangat diperlukan. Rumah
tangga yang "broken home" ataupun tidak harmonis bisa menjadi alasan
anak untuk memberontak. Bukan saja dirumah, tetapi orang tua juga
harus dapat mengkomunikasikan masalah anaknya dengan pihak-pihat
terkait, misalnya sekolah, guru-guru atau teman-teman si anak.
Anak diberikan sesuai dengan kebutuhannya bukan keinginannya,
walaupun orang tua mampu untuk memberikan sesuai dengan kemauan anak.
Anak yang terbiasa dimanja akan lebih mudah jatuh dan putus asa ketika
dia menghadapi masalah karena ia tidak dibiasakan untuk berjuang.
Orang tua perlu membatasi dan mengawasi apa yang dipergunakan
anak-anak. Barang-barang mewah yang seharusnya dipergunakan oleh orang
dewasapun perlu diperhatikan penggunaannya. Mobil, motor, itu jelas
bukan untuk anak-anak.
Pendidikan disiplin harus dimulai dari keluarga di usia sedini
mungkin, bukan malah orang tua yang mengajarkan anak untuk melanggar
aturan. Kebiasaan yang baik akan menanamkan disiplin dalam diri anak
dan pendidikan agama yang kuat akan meningkatkan moral anak.
Kepedulian, perhatian dan kasih sayang antar sesama bisa terjalin kuat
bila anak dibekali dengan pendidikan moral dan agama yang kuat.
Pendidikan sekuler yang tinggi membuat sumber daya masyarakat
meningkat sehingga mengurangi angka premanisme. Peningkatan taraf
hidup harus dilakukan pemerintah. Anak-anak yang hidup dibawah garis
kemiskinan cenderung lebih agresif untuk melakukan tindakan-tindakan
yang melawan hukum. Pemerintah perlu membuka lapangan pekerjaan yang
lebih menjanjikan dan berorientasi pada pengembangan atau peningkatan
sumber daya manusia.
Perlu adanya kerjasama antar lembaga yang menangani masalah
social, pihak sekolah dan aparat terkait untuk secara
berkesinambungan memberikan pengarahan kepada anak-anak. Anak-anak
bukan hanya diberikan perlindungan hukum, tetapi juga perlu adanya
sangsi atau konsekuensi yang harus mereka terima dari akibat perbuatan
mereka.
Mengajarkan anak kebiasaan menabung sejak dini. Kebiasaan menabung
pada anak-anak yang dimulai sejak dini akan mengurangi sikap
konsumerisme bila mereka dewasa. Anak juga akan terbiasa untuk
berhemat dan mengatur keuangan dengan baik.



PENUTUP :



Masyarakat diharapkan untuk tidak menutup mata dengan persoalan
anak-anak yang saat ini sering menimbulkan kecemasan. Kepedulian dan
pengawasan masyarakat terhadap anak-anak perlu ditingakatkan. Orang
tua tidak hanya memberikan dan mencukupi kebutuhan anak tetapi lebih
memperhatikan dan mendengar apa yang menjadi keluhan anak-anak
sehingga persoalan tidak membesar dan membahayakan. Anak-anak adalah
aset bangsa dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mendidik mereka
demi kelangsungan generasi mendatang. Sangat memprihatinkan jika
diusia belasan mereka sudah terlibat dengan hal-hal criminal.

Secara khusus gereja memiliki tugas yang cukup berat untuk mendidik
dan mengajar anak-anak bertanggung jawab dan berdisiplin lebih baik
lagi. Gereja bukan sekedar symbol dan hanya diperlukan ketika
persoalan sudah datang. Gereja memiliki modal yang sangat diperlukan
oleh dunia ini, yaitu Firman dan Roh Kudus. Lebih dalam lagi, gereja
bisa mengadakan pendekatan kepada anak-anak Sekolah Minggu dengan
melibatkan guru-guru yang bisa menjadi tempat bagi anak-anak dalam
berbagi kesusahan mereka. TUHAN YESUS MEMBERKATI.





PELAYANAN PEMUDA Kristen

DITENGAH MASYARAKAT



PENDAHULUAN

Pemuda adalah harapan bangsa, mungkin inilah slogan yang sering
didengungkan untuk mengajarkan pemuda bertanggung jawab dan menyadari
tugasnya untuk menata kehidupan bangsa di masa yang akan datang.
Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda tidak lepas dari tujuan dan
cita-cita bangsa. Bila kita melihat perjalanan bangsa kita, para
pemudalah yang "memaksa" dan bertindak sehingga bisa mencapai
kemerdekaan. Berikutnya ketika bangsa Indonesia porak-poranda akibat
peristiwa G.30 S/PKI, para mahasiswa juga banyak terlibat di dalamnya.
Di era Reformasi, pemuda tampil untuk menggulingkan Orde Baru sehingga
tercapailah reformasi kepemimpinan di Indonesia.



PEMUDA SECARA UMUM

Sosoknya yang masih berproduktif, berfikir maju, berjiwa optimis dan
berintelektual adalah modal yang luar biasa besar. Namun banyak
pendapat yang menyatakan bahwa generasi muda Indonesia saat ini,
berada dalam keadaan acuh tak acuh akan masa depannya, hidup santai,
miskin dalam cita-cita, erosi idealisme dan patriotisme. Hal tersebut
diakibatkan oleh:

Jumlah pemuda yang putus sekolah sangat besar jumlahnya. Jumlah
penduduk Indonesia yang sangat besar, 60 % adalah usia produktif dan
20 % diantaranya adalah pemuda. Setiap tahun Indonesia menghasilkan
lulusan baik dari SMA sederajat atau Universitas, namun tidak
diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai.
Kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan. Focus lapangan pekerjaan
hanya di kota-kota besar, sedangkan di daerah sangat kurang, sehingga
menimbulkan berbagai masalah-masalah social diantaranya: urbanisasi,
pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas.
Pengaruh kebudayaan yang berasal dari luar yang diakibatkan oleh
majunya teknologi dan ipktek yang demikian pesat. Dampak kemajuan
iptek sudah mulai dirasakan, komunikasi tatap muka yang dahulu bisa
terjalin dengan orang tua kini sering hanya melalui ponsel. Semangat
kekeluargaan kini lebih dihargai dengan "uang". Gaya hidup yang
menuntut serba modern akan meningkatkan citra diri.
Pendidikan dalam keluarga yang kurang memadai atau tidak mengenai
sasaran yang tepat. Bagi sebagian masyarakat yang kurang mampu,
pendidikan sering diabaikan demi uang. Lebih baik anak mencari uang
atau bekerja, dari pada sekolah yang menghabiskan banyak biaya.

Selain itu hubungan kaum muda dengan kaum yang lebih tua tidak seindah
yang dibayangkan. Pengalaman-pengalaman berharga di usia muda adalah
penentu langkah bagi cita-cita dan harapan mereka. Kegagalan sebagian
pemuda untuk mengisi hari-hari mereka dengan hal positif akan membawa
kehancuran bagi masa depan mereka. Pemuda harus menyadari tugas dan
tanggung jawabnya.

Pada garis besarnya tugas pemuda adalah:

Agent of Change.

Pemuda bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan ke arah yang
lebih baik, yaitu perubahan yang bersifat kemanusiaan.

Agent of development.

Pemuda bertugas melancarkan pembangunan atau melakukan pembangunan di
segala bidang baik bersifat fisik maupun non fisik.

Agent of modernization.

Pemuda bertindak sebagai pelopor dalam pembaharuan. Maksudnya pemuda
dapat memilih mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus
dibuang.



Jurang pemisah antara golongan muda dan golongan tua akan terkikis
apabila kita memandang semua golongan itu memiliki totalitas. Tidak
ada generasi yang menganggap dirinya sebagai pelindung dari generasi
yang lain sehingga semuanya bertanggung jawab atas keselamatan,
kesejahteraan, kelangsungan generasi yang sekarang dan yang akan
datang. Kalaupun ada perbedaan itu terletak hanya pada kematangan
berfikir dan menghayati makna hidup.

Contoh peran pemuda dalam masyarakat adalah Karang Taruna. Karang
Taruna adalah sebuah wadah masyarakat atau lembaga pemberdayaan dan
pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar
kesadaran dan tanggung jawab social dari, oleh dan untuk masyarakat.
Karang Taruna adalah organisasi yang memiliki tugas pokok bersama-sama
pemerintah dan komponen masyarakat lainnya menanggulangi
masalah-masalah social khususnya yang berkaitan dengan generasi muda.
Keanggotaanya bersifat stelsel pasif artinya semua yang berusia 11-45
tahun otomatis adalah anggotanya, mereka memiliki hak dan kewajiban
yang sama tanpa membedakan asal keturunan, jenis kelamin, status
social ekonomi, suku dan budaya, agama, golongan dan pendirian
politik. Peran penting lain Karang Taruna adalah mengadvokasi
masyarakat yang kurang beruntung.

Di sekolah wadah yang menanpung inspirasi siswa adalah OSIS
(Organisasi Siswa Intra Sekolah). Pada kenyataannya belum semua
sekolah berhasil menunjukkan peran yang signifikan melalui kegiatan
OSIS ini. Tawuran pelajar masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan
masyarakat. OSIS seperti tidak mampu mengemban amanat dan tanggung
jawabnya. OSIS hanya menjadi organisasi yang sudah menjadi tradisi
turun-temurun di setiap sekolah. Bahkan dibeberapa sekolah OSIS
seperti menjadi asisten guru atau tangan kanan guru yang bisa
mengadakan razia dan memberikan hukuman pada para siswa yang melanggar
peraturan sekolah. OSIS seolah menjadi "PolisiSekolah". Padahal
melalui OSIS banyak peran yang bisa disukseskan, misalnya mengadakan
bakti social, mengadakan malam kreasi dan seni untuk menampilkan
bakat-bakat dari para siswa, membuat majalah sekolah yang menampilkan
kegiatan-kegiatan siswa di dalam dan diluar sekolah.

Pemuda memiliki semangat pergerakan yang membara dalam jiwa. Ketika
semangat pergerakan ini dilaksanakan dalam rute positif dan koridor
yang benar maka akan menciptakan perubahan-perubahan sekaligus
mempengaruhi masyarakat sehingga tercipta tatanan yang baik. Peran
pemuda itu sendiri dapat sebagai subjek penggerak perubahan, pencipta
ide kreatif, sekaligus objek yang akan menjadi contoh nyata dalam
perubahan tersebut. Maksud dari penggerak perubahan adalah bahwa
pemuda menjadi penyemangat,pengaruh, dan penyusun scenario dari
perubahan yang harus dilakukan. Misalnya mengkritisi isu negative
dalam masyarakat. Pencipta ide kreatif maksudnya adalah pemuda sebagai
penggagas yang akan dilakukan dalam perubahan. Sedangkan menjadi objek
adalah berarti bahwa pemuda juga harus melaksanakan apa yang ia
ucapkan pada masyarakat atau orang lain tentang hal yang harus mereka
lakukan. Dengan kata lain, mengajak orang lain membiasakan hal-hal
baik melalui contoh nyata secara langsung.



PERAN PEMUDA KRISTEN



PELAYANAN KELUAR (MASYARAKAT UMUM)

Peranan pemuda gereja saat ini belum nampak dimata masyarakat.
Tanggung jawab gereja juga dituntut untuk dapat menjadi garam dan
terang dunia. Beberapa hal yang dapat dilakukan pemuda gereja di
tengah masyarakat:

Mengadakan pendekatan kepada lingkungan terutama generasi mudanya
melalui kegiatan-kegiatan olah raga seperti futsal, basket, sepak bola
dll.
Mengajak pengurus lingkungan untuk bersama-sama menanggulangi
narkoba dengan memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap generasi
muda agar terhindar dari pengaruh narkoba.
Memberikan usulan kepada pengurus lingkungan untuk memberikan
tempat atau rumah singgah bagi pengembangan bakat dan seni sehingga
bakat-bakat dan hobi yang tidak pernah muncul dari para pemuda bisa
diberdayakan.
Mengajak instansi terkait untuk bisa membantu agar para pemuda
bisa diadakan pelatihan kerja, misalnya melalui Balai Latihan Kerja
yang sebenarnya sudah ada namun belum bisa optimal, sehingga mereka
bisa membuka lapangan kerja baru dan mengurangi tingginya angka
pengangguran.
Memberikan penyuluhan tentang pendidikan seks bagi para remaja dan
pemuda untuk menanggulangi tingkat aborsi, prostitusi dan seks bebas,
dengan mendatangkan dokter ahli dan psikologi yang sangat diperlukan
para remaja.
Tidak cukup dengan nasehat, tetapi orang tua juga perlu diberikan
pengertian untuk dapat lebih mendalami karakter dan kemauan anak-anak
mereka. Sehingga pada akhirnya anak-anak bisa menemukan jati diri
mereka di tengah keluarga.
Pemuda Kristen harus mampu menjadi penggerak semangat gotong
royong yang sudah mulai luntur akibat dari materialisme yang melanda
orang-orang muda. Segala sesuatu yang diukur dengan uang tidak lagi
dapat mengikat kasih persaudaraan dan gotong royong. Dari semangat
gotong royong ini timbul sikap kerja keras yang membuat pemuda
memiliki mental yang tangguh.
Sikap kritis positif dan kreatif akan membuka wawasan baru untuk
menghasilkan yang terbaik dan dengan itu akan siap untuk menghadapi
tantangan jaman.

Pemuda Kristen diharapkan tidak hanya memikirkan agama yang hanya
berhubungan dengan ritual dan tata cara ibadah saja tetapi
perpandangan maju untuk mengubah dunia dengan tindakan yang
berlandaskan Firman Tuhan. Sebab pada kenyataannya saat ini
organisasi pemuda gereja hanya memusatkan perhatian pada urusan-urusan
ke dalam gereja, bahkan tidak memiliki visi untuk menjangkau jiwa-jiwa
yang belum mengenal kasih Tuhan. Pelayanan pemuda hanya terbatas untuk
membangun rohani saja dan yang lebih parah hanya mencari teman-teman
dari gereja lain untuk bergabung.



PELAYANAN KEDALAM (LINGKUNGAN GEREJA)

Pemuda Kristen harus bisa menjadi diri sendiri bukan pencerminan orang
lain. Contoh sederhana bahwa kita tidak menjadi diri sendiri adalah
ketika kita membeli sebuah produk setelah kita melihat tayangan iklan
di televisi. Tanpa disadari kita sudah dipengaruhi oleh iklan
tersebut. Ditengah masyarakat remaja sering tidak menjadi diri mereka
sendiri, misalnya ketika mereka "dengan terpaksa" menuruti ajakan
teman untuk merokok. Dengan kata lain, mereka terpengaruh karena tidak
memiliki karakter yang kuat.

Menjadi diri sendiri bukan berarti sikap individualis atau
mementingkan diri sendiri yang diutamakan, tetapi justru ketika kita
menyadari diri kita tak mampu hidup tanpa orang lain, maka sikap
sebagai makhluk sociallah yang muncul. Allah menginginkan kita untuk
dapat menjadi berkat bagi orang lain. Ketika Allah menciptakan
manusia, Ia berkata: "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja…"
oleh sebab itu sebagai makhluk social kita tidak dapat mengurung diri,
tanpa ada tindakan yang bisa kita lakukan.

Sebagai pribadi manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan
Allah, pemuda harus merefleksikan dirinya dalam penyatuan dengan Allah
untuk menemukan jati diri yang sesungguhnya. Pemuda memiliki
sifat-sifat keilahian. Sifat-sifat rohani yang baik inilah yang akan
memberikan semangat baru dalam hubungan social dengan masyarakat.
Pemuda yang memiliki sifat rohani yang kuat akan sanggup bertahan
ketika diperhadapkan pada tantangan jaman misalnya: globalisasi,
materialisme. Pada dasarnya ada beberapa tipe manusia dalam
menyelesaikan masalahnya.

Tipe-tipe manusia tersebut adalah:

Tipe Quitter atau orang-orang yang berhenti/menyerah.

Manusia tipe ini adalah manusia yang cepat menyerah dalam menghadapi
tantangan atau masalah. Belum berusaha sudah mengatakan "tidak
sanggup" atau "tidak". Ia selalu menganggap dirinya lemah, biasanya
mereka selalu memiliki berbagai ketakutan, rendah diri atau merasa
diabaikan. Sehingga berbagai kesempatan emas dilewatkan begitu saja.

Tipe Camper atau manusia yang berkemah.

Dalam menghadapi persoalan, manusia tipe ini hanya mau berjuang
setengah-setengah dan tidak mau menyelesaikan sampai selesai. Ia
smengatakan "cukup" dengan hasil yang sudah diperolehnya, padahal itu
baru sedikit saja. Dia tidak akan mempedulikan apakah itu akan
berhasil atau tidak, yang penting sudah dikerjakan. Ibarat orang yang
mendaki, ia hanya sampai di pertengahan. Alasan mereka sering kali
adalah kemampuan mereka hanya sampai disitu.

Tipe Climber atau manusia pendaki.

Ini adalah tipe manusia yang terbaik. Tipe manusia climber dia akan
berjuang dari nol sampai kepada kesuksesan yang sesungguhnya. Dia
tidak akan menyerah dalam berjuang mencapai sukses demi sukses. Setiap
tantangan yang ada dihadapinya dengan semangat dan sikap yang optimis.
Dia juga akan berpikir tentang segala kemungkinan yang akan terjadi.
Dia juga bukan orang yang gila kerja atau ambisius, tetapi ia mencapai
sukses lewat perjuangan, kerja keras di jalan yang benar, dan memegang
teguh moralitas.

Tugas orang tua dan gerejalah yang membentuk pemuda memiliki karakter
yang baik dan menunjukkan sifat-sifat dan teladan Kristus di tengah
dunia.



Hal-hal yang bisa dilakukan sebagai pemuda Kristen bagi gereja:

Pemuda bisa mengembangkan bakat mereka melalui pengembangan
budaya. Kegiatan tari, alat music tradisional bisa menjadi sarana
untuk menarik banyak anak-anak muda datang pada Yesus. Melalui
kesenian tradisional bisa ditampilkan pada acara-acara seperti natal,
paskah dsb.
Pemuda bisa menjadi pelopor untuk mempersempit jurang pemisah
antar gereja dengan mengadakan kegiatan-kegiatan atau tournament olah
raga atau kesenian antar gereja disekitarnya. Karena kenyataannya
gereja hanya bersaing mencari jemaat gereja lain bukan mencari domba
yang hilang atau yang tersesat.
Pemuda harus dapat menunjukkan ide kreatif mereka melalui
karya-karya mereka. Mengadakan kegiatan kelompok belajar bersama bisa
mengurangi intensitas pergaulan diluar yang kurang baik. Dengan
kegiatan ini orang tua bisa percaya bahwa anak-anak mereka memiliki
pergaulan yang baik.
Dalam ibadah Pemuda, dapat dibentuk beberapa kelompok untuk
belajar melayani dan jika ada jiwa yang baru pertama kali datang
mereka bisa menyambutnya dengan antusias melalui kelompok mereka,
sehingga jiwa-jiwa yang baru datang tidak merasa terasing.
Pemuda bisa memberikan sumbangsihnya melalui pelayanan sekolah
minggu, dengan membuat alat-alat peraga sesuai dengan kreatifitasnya
masing-masing, ikut membatu mengajar sehingga ada regenerasi
pelayanan. Dengan demikian pelayanan sekolah minggu ikut sukses.



PENUTUP :

Gereja tanpa pemuda ibarat rumah yang siap roboh, oleh karenanya
gereja wajib memberikan perhatian khusus pada pelayanan Pemuda. Pemuda
yang memiliki loyalitas dan karakter iman yang kuat akan menghidupkan
gereja dimasa yang akan datang. Kesiapan pemuda menghadapi tantangan
jaman harus didukung dengan kesiapan gereja membina dan membentuk
mereka menjadi pribadi luhur dan beriman kokoh. Gereja perlu
memberikan pendekatan khusus dan pembekalan kepada pemuda, misalnya
dengan melibatkan mereka dalam pelayanan ibadah umum, mengadakan
bezoek, menyelenggarakan acara-acara khusus remaja seperti retreat,
youth camp dll, memberikan mereka seminar-seminar tentang pergaulan,
pendidikan seks, narkoba dsb.



Bila remaja memiliki wawasan yang luas, maka mereka dapat
berargumentasi dengan teman-teman mereka yang hidup dalam pergaulan
yang salah, dan membawa teman-teman mereka kembali ke jalan yang
benar. Istilah "domba melahirkan domba" akan terwujud. Pemuda yang
memiliki wawasan yang luas juga akan merasa bangga, bahwa diri mereka
berbeda dengan teman-teman mereka yang lain. Pengetahuan dan hikmat
tidak diajarkan melalui Alkitab saja, tetapi bisa berupa pembekalan
pengetahuan umum.



Orang tua sebaiknya juga ikut terlibat aktif dengan memberikan
kebebasan bagi para pemuda untuk menyampaikan ide-ide dan pendapat
mereka, serta mengarahkan pada satu tujuan mullia yaitu melayani Tuhan
dan sesama. Kenyataannya banyak pemuda yang enggan berbicara banyak
tentang hal-hal rahasia yang mereka alami kepada orang tuanya sendiri,
mereka lebih cenderung menyampaikan masalahnya kepada orang lain.



Akhirnya, kita berharap pemuda Kristen dapat mengemban Amanat Agung
Kristus di tengah masyarakat. Menjadi tolok ukur bagi pemuda-pemudi
lain yang belum mengenal Injil Kristus. Peranan Pemuda Kristen harus
semakin nyata, bukan saja kedalam gereja tapi kepada lingkungan
disekitar mereka baik dirumah, di sekolah, di tempat kerja dsb. Bukan
saja dalam perbuatan dan perkataan tapi melalui pemuda Kristen yang
tangguh dalam iman, tanggap dalam setiap keadaan dapat mengubah
masyarakat, bangsa dan Negara. TUHAN MEMBERKATI
readmore »»  

PELAYANAN SEKOLAH MINGGU YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAH SOSIOLOGI | Maryati

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan salah satu bidang garapan
administrasi pendidikan. Istilah "sekolah" merupakan konsep yang luas,
yang mencakup baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga
pendididkan non formal. Sedangkan istilah "masyarakat" merupakan
konsep yang mengacu kepada semua individu, kelompok, lembaga, atau
organisasi yang berada di luar sekolah sebagai lembaga pendidik.
Masyarakat yang bersifat kompleks, terdiri dari berbagai macam
tingkatan masyarakat yang saling melengkapi (over lapping), dan
bersifat unik, sebagai akibat latar belakang dimensi budaya yang
bereneka ragam hasil penelitian menunjukkan, betapa penting dan
perlunya program sekolah selalu menghayati adanya hubungan kerja sama
antara sekolah dengan masyarakat.


Hubungan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat, yaitu dengan
melibatkan orang tua, dan masyarakat serta isu-isu yang timbul dan
bagaimana menyelesaikan isu-isu tersebut. Dalam hal ini kepemimpinan
gembala mempunyai peranan menentukan sebagai satu kekuatan atau
kewibawaan (power) di dalam menghimpun dan menggerakkan segala sumber
daya di dalam kerja sama dengan masyarakat pendidikan yang lebih luas,
serta untuk memperoleh berbagai dukungan sumber daya manusia, dana,
serta dukungan informasi berbagai lembaga dan dukungan politis dari
segenap jajaran aparat pendidikan (Setiawan, siaksoft.net)
Semakin majunya pengertian masyarakat akan pentingnya pendidikan
anak-anaknya, maka merupakan kebutuhan vital bagi sekolah dan
masyarakat untuk menjalin kerja sama. Kerjasama tersebut maksudnya
demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya dan untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya. Jadi hubungan
sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara
sekolah dengan masyarakat dengan maksud meningkatkan pengertian warga
masyarakat tentang kebutuhan dan praktek pendidikan serta mendorong
minat dan kerja sama warganya dalam usaha memperbaiki sekolah.
Setiap program yang ada di sekolah perlu dikembangkan, lebih-lebih
program hubungan sekolah dengan masyarakat yang masih dini dalam
masyarakat perlu mendapat perhatian terus untuk dikembangkan. Mungkin
kesadaran masyarakat akan keikutsertaannya dalam bertanggung jawab
terhadap pendidikan di sekolah belum tinggi, walaupun kesadaran akan
pentingnya pendidikan sudah tinggi, membuat mereka tidak banyak
berpartisipasi di sekolah. Atau mungkin juga karena kondisi sosial
ekonomi mereka membuat perhatian mereka hanya terpaku kepada
usaha-usaha meningkatkan kehidupan dam memandang pendidikan di sekolah
cukup ditangani oleh personalia-personalia sekolah saja. Apapun
alasannya yang membuat partisipasi masyarakat dalam pendidikan di
sekolah belum banyak, perlu diteliti dan dikaji oleh sekolah dijadikan
bahan untuk mengembangkan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Kita sebagai calon pendidik diharapkan mampu menjalin kerja sama
dengan masyarakat. Jadi kita harus mengetahui cara bekerja sama dengan
masyarakat yang baik demi kelancaran pendidikan sekolah melalui adanya
makalah ini.



B. Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud hubungan sekolah dengan masyarakat?
2. Apakah manfaat diadakannya hubungan sekolah dengan masyarakat?
3. Apakah tujuan diadakannya hubungan sekolah dengan masyarakat?
4. Apakah peranan pihak-pihak yang terkait hubungan antara sekolah dan
masyarakat?
5. Bagaimana prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat?
6. Bagaimana teknik dalam menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat?
7. Apa saja jenis hubungan sekolah dengan masyarakat?
8. Apa saja bentuk-bentuk hubungan sekolah dengan masyarakat?

C. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah hal-hal berikut:
1. Mendeskripsikan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat.
2. Menjelaskan manfaat diadakannya hubungan sekolah dengan masyarakat.
3. Menjelaskan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat.
4. Menjelaskan peranan pihak-pihak yang terkait hubungan antara
sekolah dan masyarakat.
5. Menjelaskan prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat.
6. Menjelaskan teknik dalam menjalin hubungan sekolah dengan masyarakat.
7. Menyebutkan dan menjelaskan hubungan sekolah dengan masyarakat.
8. Mejelaskan dan mengetahui tentang bentuk-bentuk hubungan sekolah
dengan masyarakat.

BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengertian Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Suatu sekolah tidak dibenarkan mengisolasi diri dari masyarakat.
Sekolah tidak boleh menutup


diri terhadap masyarakat sekitarnya, ia tidak boleh melaksanakan
idenya sendiri dengan tidak mau tahu akan aspirasi-aspirasi
masyarakat. Sekolah tidak boleh bersikap dan berlaku demikian, sebab
pada hakekatnya ia adalah milik masyarakat. Masyarakat menginginkan
sekolah itu berdiri di daerahnya untuk meningkatkan perkembangan
putra-putra mereka. Masyarakat juga menginginkan agar sekolah bisa
memberi pengaruh positif terhadap perkembangan masyarakat baik
langsung maupun tidak langsung. Untuk maksud ini masyarakat siap
mendukung usaha-usaha sekolah di daerahnya.
Sekolah adalah merupakan sistem terbuka terhadap lingkungannya
termasuk masyarakat pendukungnya. Sebagai sistem terbuka sudah jelas
ia tidak dapat mengisolasi diri, sebab bila hal ini ia lakukan berarti
ia menuju ke ambang kematian, akibat menentang kewajaran hukum alam.
Sebagai sistem terbuka, sekolah selalu membukakan pintu terhadap
kehadiran warga masyarakat, terhadap ide-ide mereka, terhadap
kebutuhan-kebutuhan mereka, dan terhadap nilai-nilai yang ada di
masyarakat. Sebaliknya masyarakat juga membuka diri untuk dimasuki
oleh aktivitas-aktivitas sekolah. Sekolah juga dapat belajar dari
masyarakat, guru-guru dan para siswa dapat mencari pengalaman, belajar
dan praktek di masyarakat. Antara sekolah dan masyarakat terjadi
komunikasi dua arah untuk bisa saling memberi dan saling menerima.
Masyarakat dalam arti sempit di sini adalah masyarakat di lingkungan
sekolah itu sendiri, sedangkan dalam arti luas yaitu masyarakat dalam
negara dan bahkan bila diperlukan dapat dihubungkan dengan masyarakat
Internasional. Sekolah-sekolah pada umumnya lebih banyak menghubungkan
diri dengan masyarakat dalam arti sempit ialah masyarakat setempat,
sebab fungsi sekolah yang pertama adalah melayani kebutuhan masyarakat
setempat.
Hubungan dengan masyarakat berarti komunikasi sekolah dengan
masyarakat, ialah mengkomunikasikan masalah-masalah pendidikan baik
yang bersumber dari sekolah maupun yang bersumber dari masyarakat.
Komunikasi inilah merupakan pintu-pintu keterbukaan sekolah terhadap
masyarakat, pintu-pintu yang menghubungkan sekolah sebagai sistem
dengan masyarakat sebagai suprasistemnya.
Komunikasi itu merupakan lintasan dua arah yaitu dari arah sekolah ke
masyarakat dan dari arah masyarakat ke sekolah. Kedua kelompok
kehidupan itu saling memberi informasi, berpartisipasi



membina pendidikan. Jones (1969:388) menyambut hubungan dengan
masyarakat itu sebagai hubungan dua arah tempat memadu ide antara
sekolah dengan masyarakat untuk melahirkan saling pengertian. Ide-ide
tentang pendidikan tidak selalu datang dari sekolah. Lagi pula tidak
semua ide sekolah itu dapat diterima oleh masyarakat sebagai pemilik
sekolah. Masyarakat yang mempunyai kepentingan terhadap pendidikan
putra-putranya seringkali punya ide tertentu yang dapat dimanfaatkan
oleh sekolah.
Dari uraian-uraian di atas dapat dipahami bahwa hubungan dengan
masyarakat bagi suatu sekolah adalah hubungan dua arah antara sekolah
dengan masyarakat untuk memusyawarahkan ide-ide dan
informasi-informasi tertentu yang berguna bagi peningkatan pendidikan.
Hubungan dengan masyarakat didasarkan kepada ketentuan bahwa (1)
masyarakat adalah salah satu penanggung jawab sekolah, (2) proses
belajar serta media pendidikan juga terjadi dan ada di masyarakat, dan
(3) masyarakat menaruh perhatian terhadap pendidikan putra-putranya.

J. Manfaat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Manfaat hubungan sekolah dengan masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Bagi masyarakat:
a. Tahu hal-hal persekolahan dan inovasi-inovasinya
b. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah diwujudkan.
c. Menyalurkan kebutuhan berpartisipasi dalam pendidikan.
d. Melakukan tekanan/tuntutan terhadap sekolah.
2. Bagi sekolah:
a. Memperbesar dorongan, mawas diri.
b. Memudahkan memperbaiki pendidikan.
c. Memperbesar usaha meningkatkan profesi staf.
d. Konsep masyarakat tentang guru menjadi benar.
e. Mendapatkan koreksi dari kelompok penuntut.



f. Mendapat dukungan moral dari masyarakat.
g. Memudahkan meminta bantuan dan material dari masyarakat.
h. Memudahkan pemakaian media pendidikan di masyarakat.
i. Memudahkan pemanfaatan narasumber.
K. Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Mengenai hubungan sekolah dengan masyarakat, T.Sianipar meninjau dari
sudut kepentingan kedua lembaga tersebut, yaitu kepentingan sekolah
dan kepentingan masyarakat itu sendiri. Ditinjau dari kepentingan
sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah dan masyarakat
bertujuan untuk:
1. Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
2. Meningkatkan mutu pendidikandisekolah yang bersangkutan.
3. Memperlancar proses belajar mengajar.
4. Memperoleh dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan
dalam pengembangan dan pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan jika ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan
hubungannya dengan sekolah adalah untuk:
1. Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam
bidang mental-spiritual.
2. Memperoleh bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang
dihadapi oleh masyarakat
3. Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4. Memperoleh kembali angota-anggota masyarakat yang makin meningkat
kemampuannya.
Secara lebih konkret lagi, tujuan diselenggarakannya hubungan sekolah
dengan masyarakat adalah:
1. Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
2. Mendapatkan dukungan dan bantuan moril maupun financial yang
diperlukan bagi pengembangan sekolah.



3. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan
program sekolah.
4. Memperkaya atau memperluasprogram sekolah sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
5. Mengembangkan kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah
dalam mendidik anak.
Menurut Elsbree dan McNally, bermacam-macam tujuan seperti dikemukakan
di atas dapat dikelompokkan menjadi tiga tujuan pokok, yaitu:
1. Mengembangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak
Makin majunya konsep-konsep pendidikan menunjukkan kepada para
pendidik, terutama guru-guru sekolah minggu, agar pendidikan dan
pengajaran tidak lagi subject matter centered, tetapi hendaknya
community life centered; tidak lagi berpusat pada buku, tapi
berorientasi pada kebutuhan kehidupan di dalam masyarakat. Konsep
pendidikan yang demikian mengandung implikasi-implikasi yang
berhubungan dengan masyarakat, seperti antara lain:
a. Personil sekolah, terutama guru-guru, perlu mengetahui benar-benar
kondisi masyarakat lingkungan hidup anak-anak yang sangat penting bagi
program pendidikan seperti lingkungan alam tempat anak itu hidup,
macam-macam masalah pendidikan yang timbul di dalam masyarakat itu,
adat istiadat , keadaan kehidupan dan ekonomi mereka, kesempatan dan
sarana rekreasi bagi anak-anak.
b. Gembala dan guru-guru sekolah minggu hendaknya selalu berusaha
untuk dapat bekerja sama dan memenfaatkan sumber-sumber di dalam
masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah. Dengan
memandang masyarakat itu sebagai laboratorium untuk belajar, berarti
penting bagi guru-guru untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa yang
tersedia di dalam masyarakat yang diperlukan dalam belajar.
c. Gereja hendaknya dapat bekerja sama dengan organisasi-organisasi
dan instansi lain di dalam masyarakat yang mempunyai tugas dan
kepentingan yang sama terhadap pendidikan anak-anak. Misalnya
lembaga-lembaga keagamaan lain, organisasi kepramukaan, kesenian dan
kesehatan. Semua itu dapat membantu pendidikan anak-anak, baik
pendidikan di sekolah minggu maupun pendidikan di luar sekolah minggu.



d. Guru-guru sekolah minggu hendaknya selalu mengikuti perkembangan
masyarakat dan selalu siap memahami dan mengkaji sumber-sumber
masyarakat yang dapat dimasukkan ke dalam rencana perkembangan
pendidikan. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa bahan pengajaran
yang diberikan kepada murid-murid bukanlah bahan yang statis dan
using,melainkan merupakan bahan yang fungsional dan akurat bagi
kebutuhan muridsekarang dan kehidupan yang akan datang.
2. Meningkatkan tujuan dan mutu kehidupan masyarakat.
Di dalam masyarakat yang demokratis, sekolah seharusnya dapat
menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi
perubahan-perubahan masyarakat di dalam bidang-bidang kehidupan
ekonomi, kebudayaan, teknologi dan sebagainya, ke tingkat yang lebih
tinggi. Jadi dalam hal ini, bukan sekolah yang harus mengekor secara
pasif kepada perkembangan masyarakat, tetapi sebaliknya sekolahlah
yang justru yang harus mempelopori bagaimana dan kemana masyarakat itu
harus dikembangkan. Seperti pernah dikemukakan oleh prof.Dr.Bachtiar
Rifai dan Ir.S. Sudarmadi, M.Sc. dalam ulasannya mengenai sekolah
pembangunan yang telah dirintis di Indonesia sejak tahun 1972 sebagai
berikut :
Sekolah pembangunan harus dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Sekolah hendaknya mempunyai kurukulum, metode mengajar, serta
evaluasi dan program yang menyenangkan, merangsang dan cocok dengan
tujuan pendidikan.
b. Sekolah hendaknya merupakan bagian integral dari masyarakat
sekitarnya dan berorientasi kepada pembangunan dan kemajuan.
c. Sekolah hendaknya mempunyai mekanisme untuk menjamin terpeliharanya
dialog yang kontinu antara sekolah-orang tua murid-masyarakat,
Dari apa yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa,
berbeda dengan sekolah-sekolah formal pada umumnya lebih merupakan
community center atau lebih spesifik lagi, "pusat kegiatan belajar
masyarakat".
3. Mengembangkan pengertian, antusiasme, dan partisipasi masyarakat.
Hal tersebut penting, apalagi bagi masyarakat Indonesia. Yang pada
umumnya masih belum


begitu menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab pendidikan anak-anak
adalah juga tugas dan tanggung jawab masyarakat di samping gereja dan
pemerintah.

Mengingat wadah yang tidak hanya berbentuk sekolah minggu, tetapi juga
dalam keluarga dan masyarakat pada umumnya, bahwa bentuk pendidikan
yang kita manfaatkan melalui berbagai wadah itu tidak hanya bentuk
pengajaran, tetapi juga tauladan, komunikasi, kelompok atau massa, dan
sosialisasi pada umumnya.

L. Peranan Pihak-pihak yang Terkait Hubungan antara Sekolah dan Masyarakat
Dalam kaitannya dengan hubungan sekolah dan masyarakat, ada beberapa
pihak yang turut andil dalam pembentukan hubungan sekolah dan
masyarakat, pihak-pihak tersebut antara lain:
1. Orang tua
Peranan orang tua dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan
masyarakat, antara lain:
a. Mendukung pelaksanaan belajar mengajar di sekolah minggu.
b. Berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan kegiatan sekolah di
berbagai komunitas.
c. Bersedia menjadi narasumber sesuai keahlian dan profesi yang dimiliki.
d. Menginformasikan nilai-nilai positif dari pelaksanaan kegiatan di
sekolah minggu kepada masyarakat secara luas.
e. Aktif dalam memberikan ide/gagasan dalam rangka peningkatan
kualitas pembelajaran.
2. Guru
Peranan guru dalam hubungan antara sekolah minggu dengan masyarakat,
antara lain:
a. Berkomunikasi secara berkala dengan keluarga, yaitu: orang tua
tentang kemajuan anak mereka dalam belajar .
b. Bekerjasama dengan masyarakat untuk menjaring anak yang tidak ikut
sekolah minggu, mengajak dan memasukkannya ke sekolah.minggu
c. Menjelaskan manfaat dan tujuan sekolah minggu kepada orang tua/ jemaat.
Prinsip Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Untuk mencapai tujuan kerja sama sekolah dengan masyarakat, ada
beberapa prinsip sebagai pedoman untuk melaksanakannya, yaitu yang
dikemukakan oleh Elsbree (Soetopo:1982).


1. Ketahuilah apa yang Anda yakini. Dalam hal ini, merupakan tugas
gembaladan guru-guru sekolah minggu akan apa yang dikerjakan sehingga
tidak ada kesimpangsiuran dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran.
2. Laksanakanlah program pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan
masyarakat. Maksudnya, untuk mencapai kerja sama dan memperoleh
bantuan dari masyarakat, buatlah program belajar bagi anak-anak sebaik
mungkin, buatlah sekolah yang dapat menciptakan suasana yang bahagia
dan situasi belajar yang menggairahkan bagi anak-anak sekolah minggu.
3. Ketahuilah masyarakat Anda. Masyarakat sekolah hendaknya
benar-benar mengetahui keadaan masyarakat di daerah itu, baik sifat
dan problemnya maupun sumber-sumber yang ada dalam masyarakat
tersebut.
4. Adakan survey mengenai masyarakat di daerah tertentu. Survey itu
perlu untuk menghimpun informasi yang meliputi aspek kehidupan
masyarakat dan kondisinya. Pengenalan dalam masyarakat merupakan bahan
dalam penyusunan hasil survey yang membantu anak-anak dadlam
meningkatkan keingintahuan tentang orang-orang yang ada di sana,
kejadian-kejadian, masa depan masyarakat, dan membangkitkan minat
anak-anak untuk mengadakan penelitian tentang kesejahteraan masyarakat
tersebut dan juga akan terbukanya pintu untuk kerja sama antara
sekolah, orang tua, dan masyarakat.
5. Adakan kunjungan ke rumah. Banyak tujuan dan faedah yang akan
diperoleh dari kunjungan guru ke rumah orang tua murid, baik untuk
tujuan proses perkembangan anak maupun untuk menghimpun informasi
tentang masyarakat di daerah tersebut.
6. Layani masyarakat di daerah Anda. Sekolah melayani anak-anak dari
masyarakat melalui pendidikan dan pengajaran, tetapi sekolah akan
menjadi lebih baik bila dijadikan pusat kegiatan masyarakat. Misalnya
pada suatu sekolah ada perpustakaan untuk masyarakat, tempat
pertemuan, dan sebagainya. Sedangkan pengaturan kegiatan tersebut
direncanakan dan dilaksanakan bersama.
9. Doronglah jemaat untuk melayani sekolah minggu. Ada beberapa
prinsip penggunaan jemaat untuk mencapai atau melayani sekolah minggu,
yaitu:


a. Adakanlah hubungan yang baik dengan jemaat yang dapat memberi
bantuan berupa materi, tenaga, dan waktu demi kepentingan sekolah
minggu
b. Mohon bantuan pada pendidik dalam jemaat untuk melayani sekolah minggu

N. Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Menurut Soekarto Indra Fachrudi (1989:246), mengungkapkan ada 11
teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah
yang perlu diketahui oleh masyarakat. Teknik-teknik tersebut antara
lain meliputi:
1. Laporan kepada orang tua murid
Laporan yang diberikan oleh seklah kepada masyarakat berisi laporan
tentang kemajuan anak, aktivitas anak di sekolah, kegiatan sekolah
sendiri, dan segala sesuatu yang terjadi di sekolah sehubungan dengan
pendidikan anak ddi sekolah. Laporan ini dapat dilakukan sekali dalam
tiga atau empat bulan, semesteran atau tahunan. Laporan tersebut tidak
hanya berupa data, angka-angka akan tetapi menyangkut inframasi yang
bersiafat diagnostik. Artinya dalam laporan tersebut dicantumkan juga
kelebihan dan kelemahan anak, disertai dengan jalan pemecahan yang
kiranya dapat dilakukan orang tua dalam ikut membantu kesuksesan
belajar anak.
2. Buletin Bulanan
Buletin bulanan dapat diusahakan oleh guru, staf sekolah , dan para
orang tua yang dapat diterbitkan satu bulan sekali. Bahkan dapat juga
melibatkan murid, sambil memberikan latihan dan membentuk kader dari
pihak murid.
Isi buletin bulanan ini adalah tentang kegiatan sekolah,
artikel-artikel guru dan murid (bisa juga artikel dari orang tua
murid), pengumuman- pengumuman sekolah, berita-berita sekolah, dan
berita-berita masyarakat yang perlu diketahui sekolah dan lain
sebagainya.
3. Open House
Open House merupakan suatu metode mempersilakan masyarakat yang
berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil
kerja murid dan guru yang diadakan pada waktu




yang telah terjadwal. Pada saat itulah masyarakat dapat melihat secara
langsung proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah itu. Dari
gambaran ini, masyarakat dapat memberikan penilaian atas pelaksanaan
pendidikan di sekolah tersebut.
6. Kunjungan ke sekolah ("school visitation")
Kunjungan orang tua murid ke sekolah pada saat pelajaran berlangsung
yang dimaksudkan agar para orang tua murid berkesempatan melihat
anak-anaknya pada waktu mengikuti pelajaran. Bagus kiranya apabila
setelah orang tua mengadakan kunjungan ini kemudian diadakan diskusi
untuk memecahkan masalah yang timbul menurut pengamatan para orang
tua. Kunjungan ke sekolah ini dapat dilaksanakan sewaktu-waktu,
sehingga mereka dapat melihat kewajaran yang terjadi di sekolah itu.
7. Kunjungan ke rumah murid ("home visitation")
Kunjungan ke rumah murid dilakukan untuk melihat latar belakang
kehidupan murid di rumah. Penerapan metode ini akan mempererat
hubungan antara sekolah dengan orang tua murid, di samping dapat
menjalin silaturrahmi antara guru dengan orang tua murid.
Masalah-masalah yang dihadapi murid di sekolah dapat dibicarakan
secara kekeluargaan dan persahabatan intim. Guru yang berkunjung ke
rumah orang tua murid harus bersikap bijaksana, hati-hati dan ramah
tamah, terutama dalam menanggapi problema yang dikemukakan oleh orang
tua.
Kunjungan ke rumah orang tua murid harus direncanakan dan harus
mengemban kepentingan sekolah. Jadi tidak boleh dipakai untuk
kepentingan anak didik. Kecuali diadakan kunjungan oleh guru yang
tidak direncanakan oleh sekolah, kemudian dalam percakapan
diperbincangkan masalah siswa. Cara ini kadang-kadang yang membawa
hasil yang sangat memuaskan.
8. Melalui penjelasan oleh staf sekolah
Gembala hendaknya berusaha agar semua personal sekolah turut aktif
mengambil bagian dalam mensukseskan program hubungan sekolah dengan
masyarakat. Para personal sekolah dapat memberikan penjelasan kepada
masyarakat tentang kepentingan sekolah, organisasi sekolah dan semua
kegiatan sekolah.





9. Gambaran Keadaan Sekolah Melalui Murid.
Murid dapat juga didorong untuk memberikan informasi kep- mengenada
masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai bahkan menyebarkan
isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat. Apabila
sekolah memiliki pemancar radio maka media ini dapat dimanfaatkan agar
murid berbincang bincang dalam siaran mengenai situasi sekolah.


O. Jenis Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Banyak orang mengartikan hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat itu
dalam pengertian yang sempit. Mereka berpendapat bahwa hubungan
kerjasama itu hanyalah dalam hal mendidik anak belaka. Padahal,
hubungan kerjasama antara sekolah dan masyarakat itu mengandung arti
yang lebih luas dan mencakup beberapa bidang. Sudah barang tentu
bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pendidikan anak-anak dan
pendidikan masyarakat pada umumnya.
Penulis berpendapat bahwa hubungan kerjasama sekolah dan masyarakat
itu dapat digolongkan menjdi tiga jenis hubungan, yaitu:

1. Hubungan edukatif
Hubungan edukatif adalah hubungan kerjasama dalam hal mendidik
anak/murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga.
Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip
atau bahkan pertentangan yang dpat mengakibatkan keraguan pendirian
dan sikap pada diri anak. Antara sekolah yang diwakili oleh guru dan
orang tua tidak saling berbeda atau berselisih paham, baik tentang
norma-norma etika maupun norma-norma sosial yang hendak ditanamkan
kepada anak didik mereka.
2. Hubungan kultural
Hubungan kultural adalah kerjasama antara sekolah dan masyarakat yang
memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan
masyarakat tempat sekolah itu berada. Kita mengetahui bahwa sekolah
merupakan suatu lembaga yang seharusnya dapat dijadikan

barometer bagi murid-muridnya. Kehidupan, cara berpikir, kepercayaan,
kesenian, adat istiadat dari masyarakat. Bahkan yang lebih diharapkan
adalah hendaknya sekolah itu dapat merupakan titik pusat dan sumber
tempat terpencarnya norma-norma kehidupan (norma agama, etika, sosial,
estetika, dan sebagainya) yang baik bagi kemajuan masyarakat yang
selalu berubah dan berkembang maju. Jadi, bukanlah sebaliknya sekolah
hanya mengintroduksikan apa yang hidup dan berkembang di masyarakat.
3. Hubungan institusional
Hubungan institusional yaitu hubungan kerjasama antara sekolah dengan
lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain, baik swasta maupun
pemerintah, seperti hubungan kerjasama antara sekolah dengan
sekolah-sekolah lain, dengan kepala pemerintahan setempat, jawatan
penerangan, jawatan pertanian, perikanan dan peternakan, dengan
perusahaan-perusahaan negara atau swasta yang berkaitan dengan
perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mendidik anak-anak yang
nantinya akan hidup sebagai anggota masyarakat yang terdiri atas
bermacam-macam golongan, jabatan, status sosial, dan bermacam-macam
pekerjaan, sangat memerlukan adanya hubungan kerjasama itu. Dengan
adanya hubungan ini sekolah dapat meminta bantuan dari lembaga-lembaga
lain, baik berupa tenaga pengajar, pemberi ceramah tentang hal-hal
yang berkaitan dengan pengadaan dan pengembangan materi kurikulum
maupun bantuan yang berupa fasilitas serta alat-alat yang diperlukan
bagi kelancaran program sekolah.
Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa dengan dilaksanakannya
ketiga jenis hubungan sekolah dan masyarakat seperti telah diuraikan
di atas, diharapkan sekolah tidak lagi selalu ketiggalan dengan
perubahan dan tuntutan masyarakat yang senantiasa berkembang. Apalagi
menghadapi era globalisasi seperti sekarang ini,ketika masyarakat
berubah dan berkembang dengan sangat pesatnya akibat kemajuan
teknologi, sehingga seperti dikatakan oleh Tilaar, sekolah makin
tercecer dan terisolasi dari masyarakat, sekolah lebih berfungsi
sebagai penjara intelek. Maka untuk dapat memperoleh kembali fungsi
yang sebenarnya, sekolah harus merupakan salah satu pusat belajar dari
banyak pusatbelajar yang kini dikategorikan sebagai pendidikan
nonformal.



Adanya hubungan sekolah dan masyarakat ini dimaksudkan pula agar
proses belajar yang berlaku di sekolah mengalami perubahan,dari proses
belajar dengan cara "menyuapi", dengan bahan pelajaran yang telah
dicerna oleh guru, menjadi proses belajar yang inovatif, yaitu belajar
secara antisipatoris dan partisipatoris. Anak-anak dididik untuk
berpartisipasi dalam arti luas di dalam kehidupan masyarakat, dan
dapat mengantisipasi kehidupan masyarakat yang akan dating tempat
mereka akan hidup dan terlibat didalamnya setelah mereka dewasa.

P. Bentuk-bentuk Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Cara-cara dan alat-alat yang dipakai oleh sekolah untuk melakukan
hubungan dengan masyarakat ialah: (1) melalui aktivitas para siswa,
(2) aktivitas guru-guru, (3) ekstrakurikuler, (4) kunjungan masyarakat
atau orangtua siswa ke sekolah, dan (5) melalui media masa (Jones,
1969:395-400). Cara-cara ini perlu ditambah lagi dengan
pertemuan-pertemuan kelompok.
masyarakat yang menaruh perhatian kepada pendidikan di sekolah.

BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
Bahwa hubungan dengan masyarakat bagi suatu sekolah adalah hubungan
dua arah antara sekolah dengan masyarakat untuk memusyawarahkan
ide-ide dan informasi-informasi tertentu yang berguna bagi peningkatan
pendidikan.
Manfaat hubungan sekolah dengan masyarakat dapat diuraikan sebagai
berikut: Bagi masyarakat: tahu hal-hal persekolahan dan
inovasi-inovasinya, kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang pendidikan
lebih mudah diwujudkan, menyalurkan kebutuhan berpartisipasi dalam
pendidikan, melakukan tekanan/tuntutan terhadap sekolah. Sedangkan
manfaaat bagi sekolah: memperbesar dorongan, mawas diri, memudahkan
memperbaiki pendidikan, memperbesar usaha


meningkatkan profesi staf, konsep masyarakat tentang guru menjadi
benar, mendapatkan koreksi dari kelompok penuntut, mendapat dukungan
moral dari masyarakat, memudahkan meminta bantuan dan material dari
masyarakat, memudahkan pemakaian media pendidikan di masyarakat,
memudahkan pemanfaatan narasumber.
Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu: mengenalkan
pentingnya sekolah bagi masyarakat, mendapatkan dukungan dan bantuan
moril maupun financial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah,
memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan
program sekolah, memperkaya atau memperluasprogram sekolah sesuai
dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, mengembangkan kerjasama
yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak.
Peranan Pihak-pihak yang Terkait Hubungan antara Sekolah dan
Masyarakat: Orang tua, guru, gembala.
Prinsip Hubungan Sekolah dan Masyarakat diantaranya: ketahuilah apa
yang Anda yakini, laksanakanlah program pendidikan dengan baik dan
bersahabat dengan masyarakat, ketahuilah masyarakat Anda, adakan
survey mengenai masyarakat di daerah tertentu, bahan-bahan dokumen,
keanggotaan dalam organisasi masyarakat, adakan kunjungan ke rumah,
layani masyarakat di daerah Anda, doronglah masyarakat untuk melayani
sekolah.
Teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat Laporan kepada orang tua murid
diantaranya: buletin Bulanan, penerbitan Surat Kabar, pameran Sekolah,
open House, kunjungan ke sekolah ("school visitation"), kunjungan ke
rumah murid ("home visitation"), melalui penjelasan oleh staf sekolah,
gambaran Keadaan Sekolah melalui Murid, melalui Radio dan Televisi,
laporan Tahunan.
Jenis Hubungan Sekolah dengan Masyarakat yaitu hubungan edukatif,
hubungan kultural, dan hubungan Institusional.
Bentuk-bentuk Hubungan Sekolah dengan Masyarakat yaitu aktivitas para
siswa/kelas atau tingkat kelas, aktivitas guru, beberapa guru, atau
guru-guru satu bidang studi, media masa, kunjungan warga masyarakat
atau orangtua siswa ke sekolah, pertemuan dengan kelompok masyarakat
yang menaruh perhatian kepada pendidikan di sekolah.



B. Saran
Hendaknya pihak-pihak yang terkait dalam hubungan sekolah dengan
masyarakat, dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan tersebut
agar tercipta suasana belajar mengajar yang dapat meningkatkan
semangat belajar siswa. Dengan meningkatnya semangat belajar siswa,
diharapkan dapat mengembangkan kualitas pendidikan di Indonesia pada
umumnya dan di sekolah itu sendiri pada khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

Pidarta, Made. 1992. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Purwanto, M. Ngalim. 1990. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Soetopo, Hendyat dan Wasty Sumanto. 1982. Pengantar Operasional
Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Wijono. 1989. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

http:// http://www.idp-europe.org/toolkit/Buku-2.pdf, diakses 26 Februari 2009.

Setiawan, Yasin. 2009. http://siaksoft.net/?p=560, diakses 26 Februari 2009.

Trimo. 2008. Peranan Komite Sekolah dalam Meningkatkan Mutu
Pendidikan, (online),( http://re-searchengines.com/trimo80708.html).

Akhir, Ibnu. 2008. Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat, (Online),
(http://khairuddinhsb.blogspot.com/2008/07/hubungan-sekolah-dengan-masyarakat.html).


PENDAPAT/ TANGGAPAN:
Penulis sepaham dengan uraian tersebut di atas, sekolah formal maupun
non formal (seperti halnya sekolah minggu) perlu di tangani dengan
baik, melalui program-program yang dibuat untuk kemajuan intelektual
maupunbidang kerohanian perlu berjalan dengan seimbang. Jadi pada
prinsipnya ketentuan-ketentuan yang diberlakukan di sekolah pada
umumnya perlu juga diterapkan di sekolah minggu di tempat pelayanan,
walaupun mungkin pengembangannya tidak seluas sekolah pada umumnya,
karena yang dilayani adalah mereka yang beragama Kristen.
Jadi tidak ada salahnya kalau kita mau meningkatkan mutu anak-anak
Sekolah minggu kita, kita perlu juga untuk menerapkan seperti hal-hal
tersebut di atas.
readmore »»  

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

My Blog List

  • Re: LELUCON PILPRES 2014 - Sangat disayangkan Anda menanggapi tulisan saya tapi kini ngambek setelah ditanggapi balik heheheeee.... Gitu aja koq refooottt! Salam hormat juga bro! In...
    3 hari yang lalu
  • Brasil...Tim kesayanganku yang malang............... - Seumur-umur baru kali ini penulis menyaksikan kekalahan yang sangat menyakitkan dan memalukan bagi tim sehebat tim brasil. Memang dalam sebuah pertandingan...
    1 minggu yang lalu
  • ENTREPRENEURIAL FAITH - Setelah membaca serta menyimak isi buku ini, maka pembaca mendapat kesan yaitu : bahwa buku ini adalah sangat inspiratif dan sangat memotivasi pembacanya. ...
    5 minggu yang lalu
  • Manfaat Jeruk Bali - Manfaat jeruk bali selain enak untuk dikonsumsi dan kulitnya dapat dimanfaatkan untuk mainan anak-anak, ternyata lebih dari itu manfaat jeruk bali sangat b...
    1 tahun yang lalu
  • - Jika teman-teman mengalami kesulitan untuk Donwload file, silahkan tulis di kotak komentar.... untuk memutar video terlebih dahulu donwload software K-Lite ...
    2 tahun yang lalu
Loading...

Komentar