25 Februari 2013

Melayani melalui apa yang saya miliki (Tugas Misi Holistik)

Nama : Abdi Rukun Hadirat Kasih Mendrofa
NIM : 20100101
Nas : Lukas 1-4
Tema : Melayani melalui apa yang saya miliki

Bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa hidup yang diubahkan selalu
dimulai dengan kesediaan mendengar Injil. Lalu mengalami perubahan
hidup oleh Injil itu. Dua belas murid Yesus dan beberapa perempuan
(ayat Luk 8:1-4) adalah sebagian contoh dari orang-orang yang hidupnya
diubahkan oleh Injil: dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari
pemungut cukai menjadi pengikut Yesus, dari keadaan sakit disembuhkan
dan dari keadaan dikuasai roh jahat dibebaskan.

Dalam tradisi Perjanjian Lama, — bagi orang-orang Yahudi — status
dan kedudukan wanita berada di bawah kedudukan pria. Wanita adalah
golongan masyarakat kelas dua, sebab tempat dan peran utama dipegang
oleh pria. Tapi dalam perkembangan selanjutnya tradisi ini tidak lagi
mutlak. Alkitab memaparkan tentang peran penting kaum wanita dalam
keluarga, masyarakat, dan sejarah keselamatan. Meskipun demikian masih
ada yang tetap berpegang pada tradisi ini hingga zaman Perjanjian
Baru. Kaum Wanita tidak memiliki peluang untuk berkarya. Dalam perikop
hari ini kita bertemu dengan beberapa wanita yang dilibatkan Yesus
dalam pekerjaan-Nya. Yesus tidak pernah membedakan pria dan wanita,
keduanya menjadi fokus pelayanan dalam misi keselamatan-Nya.

Jadi Tuhan Yesus ingin semua golongan berkarya untuk kemuliaan-Nya
termasuk dalam misi pelayanan holistik, kita melihat bagaimana
perempuan-perempuan itu melayani dengan kekayaan mereka. Dalam hal
ini, bagaimana respons perempuan-perempuan ini terhadap Injil yang
Tuhan Yesus sampaikan kepda mereka. Saya yakin Tuhan Yesus terlebih
dahulu menjawab kebutuhan perempuan-perempuan itu yaitu menyembuhkan
dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit dan termasuk Yohana istri
Khuza bendahara raja Herodes.
Respons para wanita dalam misi pelayanan Yesus di beberapa desa dan
kota kita belajar dua hal. Pertama, Yesus menepis anggapan yang
mengatakan bahwa tidak ada kesempatan bagi kaum wanita untuk berkarya.
Kedua, Yesus ingin menunjukkan bahwa wanita-wanita itu yang telah
mengalami sentuhan kasih Yesus dan diselamatkan, akan mewujudkan kasih
yang nyata dalam kehidupannnya yang baru.

Sentuhan kasih dan keselamatan inilah yang telah mengubah mereka.
Ungkapan syukur atas kasih dan keselamatan dari Allah itu mereka
aplikasikan dalam wujud saling melayani. Setiap orang yang telah
mengalami sentuhan kasih Allah dan diselamatkan pasti mengalami
perubahan. Perubahan itu akan mendorong setiap orang yang telah
merasakan dan mengalami kasih tak terselami dalam Kristus, untuk
menyatakan kepada siapa pun yang ditemuinya betapa dalamnya kasih
Kristus. Kerinduannya yang amat dalam membuat orang lain pun mengalami
kasih Kristus.

Hal ini perlu saya renungkan dalam diri saya seperti yang dialami
perempuan-perempuan itu ketika mereka menerima Tuhan Yesus dalam
kehidupan mereka dan bagaimana respons saya kedepan dalam pelayanan
yang Tuhan percayakan kepada saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seseorang di segani dan di hormati bukan karena apa yang di perolehnya, Melainkan apa yang telah di berikannya. Tak berhasil bukan karena gagal tapi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mencoba lagi menjadi suatu keberhasilan hanya orang gagal yang merasa dirinya selalu berhasil dan tak mau belajar dari kegagalan

BERITA TERKINI

« »
« »
« »
Get this widget

My Blog List

Komentar