26 September 2012

Teologi Alkitabiah Tentang Pekabaran Injil

Nama : Jemson Naisanu.
Nim : 20110110.
Dosen : Adrianus Pasasa S.T. M.A
Mat Kuliah : Misiologi.
Judul Buku : Teologi Alkitabiah Tentang Pekabaran Injil.
Pengarang : George W. Peters.
Penerbit : Gandum Mas, Jawa Timur, 2006. (yang dibaca hal 1-250).

Setelah saya membaca buku ini saya mendapat banyak pemahaman dan
pegalaman mengenai misi tersebut . Dalam buku ini, banyak
menceritrakan tentang misi Allah untuk menyelamarkan umad-umadNya dari
hukun dosa. Saya setuju dengan buku ini yang menyatakan bahwa
Kekristenan adalah kebenaran yang di wahyukan, memiliki ideology yang
lebih ungul dan pengetahuan yang unik serta luarbiasa tentang penguasa
tertinggi alan semesta yaitu Allah Tritunggal yang dilihat dari
Alkitab. Allah adalah sumber misi tersebut dan Allah lah yang telah
berinisiatif untuk melakukannya lewat inkarnasiNya.

Saya baru menyadari bahwa misiologi dahulunya tidak diangap sebagai
sesuatu yang tidak serius dan tidak penting untuk di pelajari oleh
para teolog maupun pendeta pada masa yang lampau. Karena pada masa itu
gereja hanya berfokus pada keadaan atau lingkungannya sendiri. Namun
di sebagian Negara Eropa dan Inggris, mulai menyadari akan pentingnya
misi, sehingga sekolah-sekolah misi yang terpisah mulai berfungsi
untuk mendidik calon-calon utusan injil dalam ilmu pekabaran injil
atau misiologi. Mungkin buku ini, ada benarnya juga karena orang-orang
yang membawa injil masuk ke Indonesia adalah orang-orang dari Spanyol,
Portugis, Belanda dan Inggris yang sering disebut dengan sending.

Dalam buku inipun mengemukakan tentang keuniversalan yang di
kemukakan oleh Webster bahwa senua jiwa pada akhirnya menemukan
keselamatan dari Allah dan yang tidak membedakan antara wahyu umum dan
wahyu khusus karena diangab merata atau menyeluruh karena Kristus
telah mati untuk semua orang. Walaupun demikian, saya tidak setuju
dengan hal tersebut. Bahkan sayapun belum terlalu memahami tentang
misi, tetapi saya secara pribadi menolak dan tidak setuju dengan
pendapat tersebut. Karena setahu saya, wahyu umum tidak sama dengan
wahyu kuhusus, karena wahyu umum tidak menyelamatkan tetapi yang dapat
nenyelamatkan manusia hanyalah lewat wahyu khusus yaitu melalui Yesus
Kristus. Jadi wahyu umum tidak dapat dikatakan sama dengan wahyu
khusus.

Allah adalah Roh, Dia sebagai realita yang mutlak, tidak di peranakkan
dan ramah, serta memiliki semua sumber eksistensi didalam Dirinya
sendiri. Allah adalah terang, menyarankan bahwa Allah tidak dapat
didekati, tidak terbatas, tidak dapat berubah, benar-benar terbuka,
kudus, tidak dapt digabgu gugat, dan benar-benar mutlak. Sebagai
terang, bagaimanapun juga Dia adalah api yang membinasakan atau
penghakiman yang dasyat. Saya sangat setuju dan sependapat dengan
kalimat diatas, bahkan sebagai orang yang percaya kepada Yesus
Kristus, sayapun mengimani akan hal tersebut. Namun kalimat yang
bergaris bawah itu, membuat saya sampai tidak habis piker, bahkan
kalimat itu tidak dapat saya cerba dengan baik yaitu, Dia adalah api
yang membinasakan atau penghakiman yang dasyat, karena itu, saya
sempat berpikir bahwa hal tersebut adalah gambaran dari neraka karena
ada penghakiman yang dasyat, apalagi Tuhan adalah mutlak, jika
demikian maka seperti apa bentuk surga itu, karena surga adalah tempat
kediamannya Allah, mungkinkah manusia dapat bertahan disana dan
bersama-sama denggan Allah? apalagi dalam lanjutan paragraf tersebut
menunjukkan bahwa terang itu mengalahkan semua kegelapan. Mungkin
saya lebih dapat menerimanya bahwa Allah adalah terang tetapi jika
dihubungkan dengan api yang membinasakan maka saya dapat
mengartikannya sebagai api yang membinasakan akan kegelapan tersebut.

Buku ini mencatat bahwa tugas pemberita injil memiliki sebuah tangung
jawab yang sangat tinggi terhadap sebuah sifat yang diangap paling
tertingi, sesuatu yang tidak dapat diubah oleh abad, keadaan atau
budaya. Dalam pemberitaan injil, ada juga sesuatu tugas yang tidak
perlu diubah atau berubah, dan ada juga sesuatu yang bersifat relatif
terhadap sesuatu yang menuntut adanya penyesuaian. Saya merasa bahwa
hal tersebut perlu diperhatikan oleh setiap para pengginjil yang akan
masuk dan ingin mendekati orang-orang atau suku-suku terabaikan yang
belum pernah samasekali mendenggar akan injil tersebut.
Saya mendapat sebuah pelajaran yang berharga dari buku ini yang
menyatakan bahwa pemberitaab injil merupakan hasil dari iman kita
secara pribadi kepada Tuhan melalui hubungan, pengertian, dan
pengenalan yang benar tentang Kekristenan yang dicerahi oleh Roh
Kudus. Dalam arti bahwa upayah pemberitaan injil tidak perlu
diajarkan dan ditumbuhkan dalam gereja karena akan akan berkenbang
secara spontan dengan sendirinya. Tetapi kenyataan yang sekarang
dihadapi tidak seseuai dengan apa yang dikatakan oleh buku ini.
Mungkin masih ada sesbasian gereja yang melakukan misi tersebut,
tetapi saya merasa bahwa tidak ada dampaknya sama sekali terhadap
kekristenan masa kini. Lantas apasih yang menjadi permasalahannya?
Saya merasa bahwa pemahaman gereja tentang misi sangat lah kurang
karena gereja hanya merasa aman dan nyaman dengan dirinya sendiri dan
bahkan tidak berani untu mengambil resiko yang berkebihan.

Dengan adanya interaksi buku ini, saya merasa lebih puas dan lebih
banyak berpikir kritislagi serta membuka mata saya untuk jauh melihat
kedepan dan mengajak saya untuk merenungkan kembali akan apa yang
telah terjadi pada masa sekarang dan memberikan suatu motifasi,
masukan, dan doronggan agar saya tidak lagi terlalu puas dengan
keadaan saya melainkan dapat membuat saya untu sadar dan
berpengharapan sepenuhnya hanya kepada TUHAN karena tanpa Dia semuanya
akan sia-sia saja.

Teologi Alkitabiah Tentang Pekabaran Injil

Nama : Jemson Naisanu.
Nim : 20110110.
Dosen : Adrianus Pasasa S.T. M.A
Mat Kuliah : Misiologi.
Judul Buku : Teologi Alkitabiah Tentang Pekabaran Injil.
Pengarang : George W. Peters.
Penerbit : Gandum Mas, Jawa Timur, 2006. (yang dibaca hal 1-250).


Setelah saya membaca buku ini saya mendapat banyak pemahaman dan
pegalaman mengenai misi tersebut . Dalam buku ini, banyak
menceritrakan tentang misi Allah untuk menyelamarkan umad-umadNya dari
hukun dosa. Saya setuju dengan buku ini yang menyatakan bahwa
Kekristenan adalah kebenaran yang di wahyukan, memiliki ideology yang
lebih ungul dan pengetahuan yang unik serta luarbiasa tentang penguasa
tertinggi alan semesta yaitu Allah Tritunggal yang dilihat dari
Alkitab. Allah adalah sumber misi tersebut dan Allah lah yang telah
berinisiatif untuk melakukannya lewat inkarnasiNya.
Saya baru menyadari bahwa misiologi dahulunya tidak diangap sebagai
sesuatu yang tidak serius dan tidak penting untuk di pelajari oleh
para teolog maupun pendeta pada masa yang lampau. Karena pada masa itu
gereja hanya berfokus pada keadaan atau lingkungannya sendiri. Namun
di sebagian Negara Eropa dan Inggris, mulai menyadari akan pentingnya
misi, sehingga sekolah-sekolah misi yang terpisah mulai berfungsi
untuk mendidik calon-calon utusan injil dalam ilmu pekabaran injil
atau misiologi. Mungkin buku ini, ada benarnya juga karena orang-orang
yang membawa injil masuk ke Indonesia adalah orang-orang dari Spanyol,
Portugis, Belanda dan Inggris yang sering disebut dengan sending.
Dalam buku inipun mengemukakan tentang keuniversalan yang di
kemukakan oleh Webster bahwa senua jiwa pada akhirnya menemukan
keselamatan dari Allah dan yang tidak membedakan antara wahyu umum dan
wahyu khusus karena diangab merata atau menyeluruh karena Kristus
telah mati untuk semua orang. Walaupun demikian, saya tidak setuju
dengan hal tersebut. Bahkan sayapun belum terlalu memahami tentang
misi, tetapi saya secara pribadi menolak dan tidak setuju dengan
pendapat tersebut. Karena setahu saya, wahyu umum tidak sama dengan
wahyu kuhusus, karena wahyu umum tidak menyelamatkan tetapi yang dapat
nenyelamatkan manusia hanyalah lewat wahyu khusus yaitu melalui Yesus
Kristus. Jadi wahyu umum tidak dapat dikatakan sama dengan wahyu
khusus.
Allah adalah Roh, Dia sebagai realita yang mutlak, tidak di peranakkan
dan ramah, serta memiliki semua sumber eksistensi didalam Dirinya
sendiri. Allah adalah terang, menyarankan bahwa Allah tidak dapat
didekati, tidak terbatas, tidak dapat berubah, benar-benar terbuka,
kudus, tidak dapt digabgu gugat, dan benar-benar mutlak. Sebagai
terang, bagaimanapun juga Dia adalah api yang membinasakan atau
penghakiman yang dasyat. Saya sangat setuju dan sependapat dengan
kalimat diatas, bahkan sebagai orang yang percaya kepada Yesus
Kristus, sayapun mengimani akan hal tersebut. Namun kalimat yang
bergaris bawah itu, membuat saya sampai tidak habis piker, bahkan
kalimat itu tidak dapat saya cerba dengan baik yaitu, Dia adalah api
yang membinasakan atau penghakiman yang dasyat, karena itu, saya
sempat berpikir bahwa hal tersebut adalah gambaran dari neraka karena
ada penghakiman yang dasyat, apalagi Tuhan adalah mutlak, jika
demikian maka seperti apa bentuk surga itu, karena surga adalah tempat
kediamannya Allah, mungkinkah manusia dapat bertahan disana dan
bersama-sama denggan Allah? apalagi dalam lanjutan paragraf tersebut
menunjukkan bahwa terang itu mengalahkan semua kegelapan. Mungkin
saya lebih dapat menerimanya bahwa Allah adalah terang tetapi jika
dihubungkan dengan api yang membinasakan maka saya dapat
mengartikannya sebagai api yang membinasakan akan kegelapan tersebut.
Buku ini mencatat bahwa tugas pemberita injil memiliki sebuah tangung
jawab yang sangat tinggi terhadap sebuah sifat yang diangap paling
tertingi, sesuatu yang tidak dapat diubah oleh abad, keadaan atau
budaya. Dalam pemberitaan injil, ada juga sesuatu tugas yang tidak
perlu diubah atau berubah, dan ada juga sesuatu yang bersifat relatif
terhadap sesuatu yang menuntut adanya penyesuaian. Saya merasa bahwa
hal tersebut perlu diperhatikan oleh setiap para pengginjil yang akan
masuk dan ingin mendekati orang-orang atau suku-suku terabaikan yang
belum pernah samasekali mendenggar akan injil tersebut.
Saya mendapat sebuah pelajaran yang berharga dari buku ini yang
menyatakan bahwa pemberitaab injil merupakan hasil dari iman kita
secara pribadi kepada Tuhan melalui hubungan, pengertian, dan
pengenalan yang benar tentang Kekristenan yang dicerahi oleh Roh
Kudus. Dalam arti bahwa upayah pemberitaan injil tidak perlu
diajarkan dan ditumbuhkan dalam gereja karena akan akan berkenbang
secara spontan dengan sendirinya. Tetapi kenyataan yang sekarang
dihadapi tidak seseuai dengan apa yang dikatakan oleh buku ini.
Mungkin masih ada sesbasian gereja yang melakukan misi tersebut,
tetapi saya merasa bahwa tidak ada dampaknya sama sekali terhadap
kekristenan masa kini. Lantas apasih yang menjadi permasalahannya?
Saya merasa bahwa pemahaman gereja tentang misi sangat lah kurang
karena gereja hanya merasa aman dan nyaman dengan dirinya sendiri dan
bahkan tidak berani untu mengambil resiko yang berkebihan.
Dengan adanya interaksi buku ini, saya merasa lebih puas dan lebih
banyak berpikir kritislagi serta membuka mata saya untuk jauh melihat
kedepan dan mengajak saya untuk merenungkan kembali akan apa yang
telah terjadi pada masa sekarang dan memberikan suatu motifasi,
masukan, dan doronggan agar saya tidak lagi terlalu puas dengan
keadaan saya melainkan dapat membuat saya untu sadar dan
berpengharapan sepenuhnya hanya kepada TUHAN karena tanpa Dia semuanya
akan sia-sia saja.

JADIKAN SEKALIAN BANGSA BERSUKACITA

NAMA : APRIYANTI
NPM : 20110103
MK : MISIOLOGI
DOSEN : Adrianus Pasasa S.T, M.A
JUDUL BUKU : JADIKAN SEKALIAN BANGSA BERSUKACITA
PENGARANG : JOHN PIPER
JUMLAH HALAMAN : 365 HALAMAN
JUMLAH YANG DIBACA : 220 HALAMAN

Dari buku yang sudah dibaca, pembaca mendapatkan banyak berkat dan
wawasan yang baru. Pembaca mendapatkan wawasan baru mengenai misi,
dimana arti dari misi adalah hasil dari luapan kesukaan kita terhadap
Allah atas keberadaan-Nya sebagai Allah. Dimana misi ini juga
digerakan oleh ibadah. Arti ibadah adalah kehidupan yang penuh
pengabdian dan penyembahan kepada Tuhan Yesus. Tujuan akhir Allah
adalah memuliakan nama-Nya dan menikmati diri-Nya.
Dalam buku ini ada suatu kalimat yang menyatakan gairah Allah bagi
kemuliaan diri-Nya sendiri, ini seolah-olah menjadikan Allah yang
mencari keuntungan sendiri karena Dia mencari kemuliaan bagi diri-Nya
sendiri. Menurut pembaca, ini memang benar karena Allah adalah yang
Mahakuasa, hebat, dapat melakukan segala sesuatu sehingga hanya Dia
yang pantas mendapatkan kemuliaan. Akan tetapi, jika ada orang yang
mempunyai pemikiran lain ini dapat menjadikan dia berpikir bahwa Allah
mencari keuntungan sendiri. Allah yang dikenal penuh kasih, baik akan
tetapi pernyataan tadi mengatakan bahwa Dia mencari kemuliaan-Nya
sendiri. Sehingga dengan pernyataan tadi, membuat pembaca berpikiran
lain dan seharusnya dapat diganti dengan pernyataan lain yang lebih
tepat.
Sebenarnya manusia tidak mempunyai hati untuk memuliakan Allah karena
manusia telah berdosa. Dan ada suatu kalimat pernyataan demikian
betapa berbahayanya dosa yang diakibatkan oleh kegagalan manusia
memuliakan Allah. Pembaca kurang paham dan kurang setuju akan
pernyataan ini, dan menimbulkan pertanyaan seberapa bahayanya dan apa
pengaruhnya jika gagal memuliakan Allah. Disini dikatakan berbahaya,
seolah-olah dapat memberi pengaruh pada sesuatu, mungkin keselamatan
seseorang atau hal yang lain jika gagal memuliakan Allah. Akan
tetapi, dan yang lebih pasti orang-orang yang sudah bertobatlah yang
mempunyai kerinduan untuk memuliakan Allah.

Allah paling dimuliakan di dalam diri kita, ketika kita merasa puas di
dalam Dia. Pernyataan ini pembaca kurang setuju memang benar
kebanyakan manusia memuliakan Allah saat dalam kesenangan/kepuasan
saja. Menurut pembaca, tidak semuanya demikian, bahkan ada yang dalam
kesusahanpun dapat tetap mengucap syukur dan justru disinilah manusia
merasakan kedekatan dengan Allah yang lebih lagi. Karena dia bergumul
dengan permasalahan yang ada, sehingga mau untuk terus mengandalkan
Tuhan. Sehingga ketika masalah ada, tidak dijadikan masalah tetapi
membuatnya bertumbuh di dalam Tuhan. Bahkan ketika tidak ada
permasalahan, justru dia lebih bisa lagi memuliakan Allah.
Tujuan doa adalah menjelaskan kepada setiap orang yang menghadapi
peperangan ini bahwa kemenangan adalah milik Tuhan. Pembaca kurang
setuju dengan hal ini karena menurut pembaca pernyataan ini kurang
tepat. Kemenangan memanglah milik Tuhan dan dalam peperangan
dibutuhkan perlengkapan rohani yaitu firman Tuhan dan juga doa.
Menurut pembaca, doa adalah komunikasi orang percaya dengan Allah, dan
suatu ungkapan hati. Tujuannya untuk menyampaikan apa yang menjadi
pergumulan. Dan jika hanya sekedar doa saja juga tidak cukup, tapi
perlu mengerti kebenaran firman Tuhan.
Tujuan doa adalah agar sukacita kita penuh. Pembaca kurang setuju
dengan pernyataan ini, menurut pembaca sukacita itu tidak hanya
didapatkan di dalam doa saja. Jadi, sukacita dapat juga dirasakan
ketika membaca firman Tuhan, ketika Allah menyatakan kuasa-Nya dalam
hidup kita ketika kita mau berserah kepada Dia dan lain lagi. Doa
adalah komunikasi kita dengan Allah, bagaimana kita menyampaikan
setiap ungkapan isi hati.
Sukacita dalam penderitaan mengalirkan adanya pengharapan akan upah
yang besar. Ketika orang percaya mengikut Kristus memang harus
menderita dan akan mendapatkan upahnya nanti di surga. Akan tetapi
pernyataan tadi kurang tepat karena jika dibaca sekilas dan kurang
tahu maksudnya maka seolah-olah dengan penderitaan yang dirasakan demi
mendapatkan upah. Jadi, seperti rela menderita karena mau mengharapkan
imbalan, padahal bagi orang percaya ketika mengalami panggilan
mengikut Kristus dia sudah siap menderita dan memang mempunyai
kerinduan untuk mengikut Kristus apapun yang terjadi karena Kristus
sudah begitu mengasihinya.
Dalam buku ini ada juga pernyataan demikian karya Kristus berguna bagi
orang-orang Kristen, tapi tidak demikian halnya bagi orang-orang
non-Kristen . Pembaca kurang setuju akan hal ini, karena Tuhan Yesus
datang ke dunia ini untuk menebus dosa semua orang berdosa
(universal). Tuhan Yesus, datang mencari yang terhilang agar kembali
kepada-Nya dan melalui karya Kristus inilah maka orang berdosa
mendapatkan pembebasan. Memang dalam agama lain hal ini kurang
ditekankan dan bahkan mereka belum tau akan jalan kebenaran dan makna
dari karya Kristus itu sendiri. Karena itu, Injil sangatlah penting
bagi orang-orang yang belum pernah mendengarkannya sehingga mereka tau
akan kabar sukacita itu.
GBU……

MISI DARI DALAM KRISIS

NAMA : SERLI KIDOLITE
NPM : 20110116
TUGAS : INTERAKSI BUKU
MK : MISIOLOGI
JUDUL BUKU : MISI DARI DALAM KRISIS
PENGARANG : BAGUS SURJANTORO
JUMLAH HLMN : 153
DOSEN : ADRIANUS PASASA, S.T, M.A

Setelah membaca buku ini, ada banyak hal yang menambah wawasan saya
dalam berpikir tentang misi dan membuat paradigma saya tentang misi
yang sesungguhnya semakin jelas. Dari buku ini tidak ada hal yang
bertentangan dengan pandangan dan prespektif saya tentang misi. Saya
menyetujui prespektif penulis buku ini tentang pentingnya misi di hati
Allah. Karena menurut saya, misi Allah timbul karena inisiatif-Nya
untuk menyelamatkan manusia berdosa. Benar adanya jika dikatakan bahwa
terlibat dalam misi adalah hak istimewa bagi orang percaya. Akan
tetapi semua orang percaya menyadari hak istimewa itu ? saya pikir
tidak dan ini adalah suatu hal yang dapat menghambat pekerjaan misi
Allah.
Saya setuju bahwa Alkitab adalah firman Tuhan dan buku petunjuk
kehidupan yang dicontohkan, tetapi karena perkembangannya waktu,
manusia menjadi pura-pura tahu semua isi Alkitab, sehingga tanpa
membacanya Alkitab diterjemahkan secara asal-asalan. Hal inilah yang
membuat manusia hidupnya secara tidak benar, dan mungkin menurut saya
inilah tugas lain dari pekerjaan misi, yakni untuk meluruskan yang
salah.
Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dan dorongan yang kuat dari Roh
Kudus untuk menjadi berkat bagi orang lain. Tidak semua orang mampu
melakukan itu, karena kecenderungan manusia adalah rakus. Saat
memperoleh berkat, hanya sebagian kecil orang yang mau membagikan dan
mentransfer berkat itu kepada orang lain. Berkat disini adalah
"keselamatan". Saya pikir tidak hanya dengan doa saja orang dapat
melakukannya, tetapi orang dapat membagikan itu dengan pikiran,
perkataan, perbuatan, dan disiplin rohani. Ini adalah suatu kesaksian
yang baik untuk pelayanan misi. Ibarat seorang pemimpin yang memimpin
dan menghasilkan pemimpin yang baru. Misipun haruslah demikian,
menggarami dan menerangi dunia, sehingga membuahkan hasil yang baik
dan pekerjaan misi akan semakin meluas.
Saya menyetujui bahwa faktor yang paling penting untuk dijadikan
sebagai motivasi dalam melayani Tuhan adalah panggilan Tuhan .
Pertanyaannya, seperti apa panggilan itu? Apakah Tuhan berbicara
langsung seperti kepada Paulus? Atau kepada Habakuk, Yesaya dan
lain-lain? Dari buku ini saya mengerti bahwa pemantapan panggilan
Allah terjadi seiring berjalannya waktu dalam masa-masa pembentukan.
Bagi saya panggilan adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah
pribadi itu sendiri, mau atau tidak melayani Tuhan dengan
sungguh-sungguh.
Berkeputusan untuk ikut dalam pelayanan misi berarti siap menghadapi
penderitaan. Mengapa harus menderita? Memang harus seperti itu! Semua
pekerja misi tidak pernah lepas dari penderitaan. Paulus, Petrus,
Jhong Sung, Richard Wumbrand, William Carry dan rentetan para
misionaris lainnya, selalu saja menderita. Tapi mengapa? Menurut saya
ini adalah bagian dari memikul salib dan kerelaan dalam membayar
harga.
Sangat baik jika dikatakan pekerja misi harus meneladani Yesus.
Tetapi perlu diingat bahwa Yesus adalah manusia sempurna, jadi tidak
mungkin ada manusia yang mampu menyerupai Yesus. Yang harus dilakukan
adalah belajar dari Yesus dan memiliki karakter Yesus, bukan menjadi
Yesus. Sebaiknya, para pekerja misi harus menjadikan Yesus pusat utama
dalam bermisi.
Benar bahwa dunia dikasihi Kristus dan harus dipenuhi oleh injl. Saya
setuju dengan dengan apa yang tertulis dalam buku ini tentang jendela
10/40 dan 11 dunia yang dikasihi Kristus yang harus dijangkau, akan
tetapi menurut saya pekerja misi harus mengingat kata Yesus sebelum
terangkat ke sorga dalam Kis.1:8. Pengertian saya tentang ayat ini
adalah, pekerjaan misi harus diawali dari sekitar kita (Yerusalem),
setelah orang di dekat kita dimenangakan, barulah orang yang diluar
tapi masih komunitas kita (seluruh Yudea), kemudian menuju jenjang
yang lebih tinggi. Bukan berarti jendela 10/40 tidak penting, tetapi
alangkah lebih baik jika orang disekitar kita lebih dulu bertobat.
Akhir dari buku ini adalah : Inilah Aku, utuslah Aku" seringkali jika
dalam keadaan yang tidak bersahabat saya bertanya dalam hati, apakah
saya benar-benar siap untuk melaksanakan misi Allah? Apakah saya telah
siap menderita? Apakah benar panggilan saya adalah sebagai pekerja
misi? Timbul berbagai pertanyaan yang bergejolak dalam hati.
Jawabannya, berdoa minta petunjuk Tuhan untuk semua itu. Panggilan
Tuhan adalah otoritas dan rahasia Tuhan. Jika siap dan rela serta
benar-benar menyadari bahwa itu adalah hak yang istimewa, maka
berkatalah kepada Tuhan "INILAH AKU, UTUSLAH AKU" dan Tuhan akan
mendengarnya, karena Dia Maha mendengar.

21 September 2012

Tugas Mata Kuliah Etika Kristen

Interaksi Buku:
Baca buku Etika Kristen: Pilihan dan Isu karangan Norman L. Geisler,
Penerbit (Bahasa Indonesia): Departemen Literatur SAAT
berikan komentar, kritik, beri keterangan halaman berapa yang diberi komentar
atau kritik. Buat laporan sebanyak lima halaman spasi 1 kertas A4,
laporan di kumpulkan pas pertemuan ke-7. Laporan dikirim via e-mail:
adrianuspasasa@gmail.com

PAPER
Pilih satu Topik di bawah ini yang berhubungan dengan pelayanan saudara.
Misalnya EUTHANASIA, ABORSI, ISU-ISU BIOMEDIS, HUKUMAN MATI, PERANG,
KETIDAKTAATAN TERHDAP PEMERINTAH, HOMOSEKSUALITAS, PERNIKAHAN DAN
PERCERAIAN, EKOLOGI. dll..
Laporan di ketik pada kertas A4, spasi 1,5, jumlah halaman 14 halaman.
Laporan harus menggunakan footnote. Laporan paling lambat di kumpul
pada pertemuan terakhir. Laporan dikirim via e-mail:
adrianuspasasa@gmail.com

Contoh Format Laporan:

ABORSI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG ETIKA KRISTEN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penulisan

BAB II PANDANGAN UMUM TERHADAP ABORSI
A. Munculnya Aborsi
B. Dampak Aborsi

BAB III ABORSI DARI SUDUT PANDANG ETIKA KRISTEN
A. Dasar-dasat teologis
B. Analisa

BAB IV TINDAK LANJUT TERHADAP ABORSI
A. Tinjauan dari sudut pandang iman Kristen
B. Ditinjau dari konsep Alkitab

BAB V PENUTUP
Kesimpulan

Daftar Pustaka

17 September 2012

Tugas Mata Kuliah Filsafat

Interaksi Buku:
Pilih salah satu buku yang ada di daftar literatur, baca dan berikan
komentar, kritik, beri keterangan halaman berapa yang diberi komentar
atau kritik. Buat laporan sebanyak dua halaman spasi 1 kertas A4,
laporan di kumpulkan pas pertemuan ke-7.

PAPER
Pilih satu Topik
Misalnya HUMANISME, RADIKALISME, EKSISTENSIALISME, POSITIVISME, IDEALISME, dll..

Laporan di ketik pada kertas A4, spasi 1,5, jumlah halaman 14 halaman.
Laporan harus menggunakan footnote. Laporan paling lambat di kumpul
pada pertemuan terakhir. Laporan dikirim via e-mail:
adrianuspasasa@gmail.com

Contoh Format Laporan:

ANALISA TEOLOGIS ALKITABIAH TERHADAP FILSAFAT HUMANISME

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penulisan

BAB II PANDANGAN UMUM TERHADAP HUMANISME
A. Munculnya humanism
B. Inti ajaran
C. Dampak


BAB III PANDANGAN TEOLOGI TERHADAP HUMANISME
A. Dasar-dasat teologis
B. Analisa

BAB IV APOLOGETIKA TERHADAP IMAN KRISTEN
A. Tinjauan dari sudut pandang iman Kristen
B. Ditinjau dari kondep Alkitab

BAB V PENUTUP
Kesimpulan

Daftar Pustaka

Tugas Mata Kuliah Misiologi

Interaksi Buku, pilih dan baca salah satu buku di bawah ini kemudian
berikan komentar, kritik, dan buat laporan sebanyak dua halaman spasi
satu.
1. Misi menurut perspektif Alkitab, (Jakarta: Bina Kasih)
2. Injil untuk semua orang, (Jakarta:YKBK)
3. Semakin dibabat semakin merambat, (BPK:1989)
4. Jadikan sekalian bangsa bersukacita, (Bandung:LLB)
5. Misi dalam krisis, (Malang: Obor Mitra Indonesia)
6. Misi yang Membumi (STT Tiranus, 2011)

Diskusi Kelompok/presentasi
• Baca buku Transformasi Misi Kristen, diskusikan buku ini dalam
kelompok untuk selanjutnya dipresentasikan di kelas.


Refleksi ayat-ayat dalam Misi Allah:
Pilih 100 ayat dari PL dan PB, berikan refleksi mengenai misi Allah
dari ayat-ayat tersebut. Tugas ini di kumpulkan secara bertahap pada
setiap tatap muka, ditulis dalam satu buku. (pengganti UTS)


Paper:
• Amati satu suku terasing di Indonesia. Lakukan satu analisa, temukan
budayanya dan apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan dalam suku tersebut
(jasmani dan rohani). Langkah-langkah apa yang akan anda lakukan untuk
menjawab setiap tantangan/persoalan (jasmani dan rohani) ketika anda
diutus ke suku tersebut. Bagaimana pola yang anda gunakan supaya Injil
dapat diterima oleh suku tersebut. Paper ini antara 8-10 halaman
kuarto. Paper harus masuk seminggu sebelum UAS

KUMPULAN KOTBAH DAN PUJIAN PENYEMBAHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA

  LINK KUMPULAN KOTBAH / RENUNGAN FIRMAN TUHAN PONDOK AHZAREL SEJAHTERA (PAS)   1.        HIDUP YANG SUDAH DIBAHARUI https://www.youtu...